
Pagi itu Gerald menyempatkan dirinya pulang ke rumah, pastinya Hera sangat menantikan kedatangan sang cucu kesayangan, dan benar saja, Hera sudah berdiri di depan pintu saat Ia tahu mobil Gerald datang ke halaman rumah mereka.
"Gerald cucuku sudah pulang!" Hera terlihat sangat bahagia melihat sang cucu yang sedang berjalan menghampirinya.
"Oma!"
"Gerald!!!! Kamu kemana saja, Sayang! Oma sangat mencemaskan keadaan mu, kamu nggak apa-apa, kan?" Hera terlihat memeriksa kondisi keadaan sang cucu, dari atas hingga bawah.
"Gerald tidak apa-apa, Oma! Oma tidak perlu khawatir." jawaban sembari masuk ke dalam rumah.
"Syukurlah! Jangan tinggalkan Oma lagi, Sayang! Oma takut terjadi apa-apa dengan mu, cuma kamu cucu Oma satu-satunya." ucapnya kepada Gerald yang saat itu mencoba menahan emosinya untuk tidak marah kepada sang Oma, mengingat Hera sudah tua, Gerald tidak mau menjadi cucu yang pembangkang dan tidak menghormati sang Oma.
__ADS_1
"Gerald tidak akan meninggalkan Oma, dan Gerald tidak akan pernah melupakan Oma, Oma adalah orang yang sangat Gerald sayangi dan Gerald hormati, semua keinginan Oma pasti akan Gerald kabulkan, tapi satu hal yang tidak bisa Gerald kabulkan, yaitu berpisah dengan Nayla. Sampai kapanpun Gerald dan Nayla tidak akan pernah berpisah, kami berdua saling mencintai, meskipun Oma menentang hubungan kami, kami berdua akan tetap bersama, maafkan cucumu ini Oma!"
Setelah mengatakan hal itu, Gerald langsung masuk ke dalam kamarnya, sementara Hera tak habis pikir kenapa sang cucu begitu keukeuh mempertahankan Nayla, padahal dirinya sudah mempersiapkan jodoh untuk Gerald. Ia pun langsung memanggil nama Gerald sebelum sang cucu masuk ke dalam kamarnya.
"Tunggu, Ge!" .
Gerald berhenti dan membalikkan badannya perlahan, Hera mendekati cucunya dan berkata, "Baiklah! Oma tidak akan memaksamu untuk meninggalkan Nayla. Tapi, Oma mohon sama kamu, Oma cuma minta satu permintaan sekali saja, tolong kabulkan permohonan Oma ini, bertemulah dulu dengan Moza dan keluarganya, Oma berharap kamu bisa berpikir seribu kali setelah melihat calon istri yang Oma persiapkan untuk mu, tolong Ge! Ikutlah Oma makan malam bersama Moza dan Mamanya, Oma yakin kamu pasti tertarik melihat kecantikan Moza, ya! Kamu mau kan ikut bersama Oma?"
"Baiklah Oma! Gerald akan ikut,"
Mendengar jawaban dari sang cucu, Hera begitu bahagia, Ia sudah tak sabar ingin segera berbesan dengan Nurmala yang memiliki kekayaan yang melimpah itu.
__ADS_1
"Terima kasih banyak, Ge! Oma sangat bangga kepadamu, Kamu memang cucu Oma yang sangat Oma sayangi!" Hera memeluk Gerald, sedangkan Gerald mencoba mengingatkan Hera akan Nayla, cucu angkatnya.
"Nayla juga cucu Oma, meskipun dia bukan anak kandung Papa dan Mama, dan dia tidak pernah menganggap Oma orang lain, Nayla selalu menyayangi Oma, bahkan saat Oma sudah menghinanya sekalipun, Nayla tidak pernah dendam kepada Oma, Ia hanya ingin dianggap cucu oleh Oma, Nayla sangat menyayangi Oma,"
Hera terdiam sejenak, apa yang dikatakan oleh Gerald memang benar, Nayla memang sangat menyayanginya, tapi entah kenapa dirinya tidak bisa menyayangi Nayla seperti cucu kandungnya sendiri, apa karena Nayla adalah anak dari seorang wanita malam.
"Sudahlah, Ge! Oma tidak mau membicarakan tentang hal itu, Oma mau pergi ke kamar!" Hera terlihat mengalihkan pembicaraan, Ia pun segera pamit untuk pergi ke kamarnya.
Gerald memperhatikan sang Oma yang berjalan pergi ke kamarnya, sementara Bi Jum yang mengetahui itu, mencoba menghibur Gerald yang tentunya pria itu masih bersedih dengan sikap sang Oma.
"Tuan muda jangan bersedih, Bi Jum yakin suatu saat Nyonya besar pasti sadar dengan ucapannya, sekarang Tuan muda berdoa saja semoga semua ini cepat berlalu." ucap Bi Jum penuh harap.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...