Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 19 HTA


__ADS_3

Di sekolah


Nayla masuk ke dalam kelas, Ia disambut oleh Rita, teman sebangkunya. Nayla duduk di bangku kelasnya diikuti oleh Rita.


"Hai Nay! Eh tumben-tumbenan seger banget hari ini, cantik!" puji Rita sembari duduk di samping Nayla.


"Apaan sih!" Nayla terlihat malu-malu sembari mengeluarkan kaos olahraga dari tasnya. Jam pertama mereka adalah pelajaran olahraga.


"Eh dibilangin juga, Aku tuh nggak bohong, kamu lebih cantik daripada kemarin, kemarin tuh kamu pucat, lesu kayak nggak punya gairah gitu, tapi sekarang kok beda banget sih, pasti ada sesuatu nih, pasti kamu dikasih uang jajan banyak tuh sama Mas Gerald iya, kan!" tebak Rita yang juga sambil mengeluarkan kaos olahraga dari tasnya.


Nayla menghela nafasnya dan menatap wajah Rita, "Dengar ya! Aku tuh bahagia karena Aku sudah berhasil mengetahui kebusukan Rio dan Neli, mereka berdua tuh cuma sampah, semoga saja keduanya di keluarkan dari sekolah, kalau sampai Aku ketemu mereka lagi, malas sudah Aku melihat wajah mereka, malu-maluin nama baik sekolah." ucap Nayla sembari beranjak pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian mereka dengan kaos olahraga.


"Tapi, sayangnya Rio masih sekolah di sini, sedangkan Neli kayaknya dia yang di keluarkan dari sekolah." seru Rita.


"Apa? Rio masih sekolah di sini? Kok bisa?" Nayla begitu terkejut mendengar jika mantan pacar nya itu masih sekolah di sana.

__ADS_1


"Kamu tahu sendiri bapaknya Rio itu konglomerat, kalau uang udah berbicara, ya gitu deh!"


"Astaga! Pasti Tuan brengsek itu yang pengaruhi kepala sekolah, ternyata Bang Gerald benar, ya ampun! Maafin aku Bang, Aku benar-benar menyesal sudah nggak percaya sama kamu." batin Nayla.


Akhirnya Rita dan Nayla masuk ke dalam kamar mandi, mereka berdua hendak ganti baju kaos olahraga, karena jam pertama mereka adalah pelajaran olahraga.


Keduanya mulai melepaskan baju mereka, Rita mulai melepaskan seragam nya, di susul dengan Nayla yang juga melepaskan kemeja sekolah nya, tentu saja tinggal menyisakan bra yang membungkus gunung kembar mereka berdua, sambil bercanda keduanya sibuk mengganti pakaiannya.


Tiba-tiba saja Rita dikejutkan dengan tanda merah pada bagian vital Nayla, tanda kissmark yang Nayla dapatkan dari suaminya semalam, tanda itu berjajar rapi pada area gunung kembar nya yang menjulang tinggi itu. Seketika Rita membelalakkan matanya saat melihat tanda merah itu begitu segar dan masih sangat jelas. Nayla pun dengan cepat memakai kaos olahraga nya agar sang sahabat tidak mengetahui jika di tubuhnya terdapat tanda merah dari Gerald. Tapi sayang, Rita tanpa sengaja mengetahui nya, dan Ia pun langsung menanyakan kepada Nayla tentang tanda merah itu.


"Ada apa sih?" tanya Nayla penasaran.


Kemudian Rita membuka kaos yang sudah menutupi dada Nayla. "Eh eh Rita kamu ngapain?" Nayla mencoba melarang Rita untuk membuka nya, dan Rita pun berhasil membuka kaos Nayla dan Ia melihat tanda-tanda bekas percintaan Nayla semalam bersama Gerald.


"Ini apa, Nay?" tanya Rita penuh curiga sambil menunjuk bekas-bekas gigitan Gerald yang hampir memenuhi area dada Nayla.

__ADS_1


"Em em ... I-ini." Nayla terlihat gugup saat Rita melihat tanda-tanda itu.


"Nay! Kamu jujur aja deh? Ini tanda cuppang, kan? Aku nggak salah, kan?" Rita terus mendesak agar Nayla mengatakan yang sejujurnya. Nayla terlihat gugup dan berkeringat dingin. Ia harus ngomong apa sama Rita, haruskah dia jujur saja.


"A-aku, Aku ...!" Nayla terus mencoba menjawabnya, tapi bibirnya masih Kelu.


"Nayla! Kamu bukan peliharaan Om Om, kan?" tebak Rita.


"Ya ampun Rita, ya enggak lah, amit-amit deh jadi simpenan Om Om, mending sama Bang Gerald aja ... uppss!" Nayla tampak menutup mulutnya saat dirinya keceplosan mengatakan hal yang tentunya membuat Rita semakin melototkan matanya.


"Haaa ... Mas Gerald? Ohhh ya ampun kepalaku ... kepalaku ... ah pingsan nih ...!" Rita terlihat melemas saat mendengar ungkapan Nayla.


"Eh eh Rita? Rita bangun? Aduh malah pingsan sih!"


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2