Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 39 HTA


__ADS_3

Nurmala menuruti permintaan sang anak, Ia mengantarkan Moza ke kamar mandi. Di dalam, Moza mengguyur sekujur tubuhnya dengan air, sungguh air mata itu tak berhenti mengalir seiring guyuran air yang membasahi tubuh mungilnya, Nurmala benar-benar tak tega melihat Moza seperti itu, gadis itu sangat rapuh, kesedihan dan keputusasaan membuat Moza menjadi gadis yang pendiam, hari-harinya sudah tak seperti dulu lagi, Moza yang ceria dan periang berubah menjadi sosok yang dingin dan pendiam.


Tatapan matanya kosong dan sesekali ia mengusap air matanya, hati Ibu mana yang tidak ikut bersedih melihat gadis itu bernasib tragis, meskipun Nurmala bukanlah Ibu kandungnya, namun Ia memiliki tanggung jawab dari Almarhum suaminya untuk menjaga Moza.


Semenjak Moza mengetahui jika Arthur adalah Ayah kandung nya, Ia pun menghapus semua yang berhubungan dengan laki-laki itu, dari nomor ponsel dan barang-barang yang diberikan oleh Arthur padanya, Ia pun memblokir nomor Arthur agar laki-laki tidak menghubungi nya. Namun, tidak dengan Arthur, rupanya pria itu sudah kecanduan dengan tubuh Moza, Ia menghubungi kembali nomor Moza yang masih tersimpan rapi dalam ponsel nya.


"Moza ... Moza ... angkat telepon nya!" Arthur terlihat sedikit kesal karena Moza tidak juga mengangkat teleponnya.


"Brengsek! Kenapa dia tidak mengangkat telepon dariku, apa jangan-jangan dia ingin lari dari ku, itu tidak bisa dia lakukan, Moza tidak akan bisa pergi dariku!" Arthur pun mencoba menelepon Moza menggunakan nomor lain, dan benar saja Moza yang saat itu sedang duduk melamun di atas tempat tidurnya, mendapati ponselnya berdering, sejenak Ia mengambil ponsel dan melihat siapa yang sedang menghubunginya.


Tak ada nama siapa yang sedang meneleponnya, Ia pun mengangkat dan menempelkan ponsel itu pada telinga nya.


"Halo ...!" terdengar lemas suara gadis itu.

__ADS_1


"Halo Moza, Sayang! Apa kamu tidak kangen sama Daddy? Daddy sangat merindukan mu Sayang, Daddy sangat candu dengan dirimu, kemarilah!"


Seketika tanpa berkata apa-apa, Moza segera membuang ponselnya dan berteriak histeris.


"Braaakkkk." suara ponsel Moza yang jatuh ke lantai.


"Pergi kamu dasar brengsek! Aku benci kamu, Aku benci ... haaaaaaa!" Moza berteriak dengan keras sehingga membuat Nurmala menghampiri Moza ke kamarnya.


"Moza! Ada apa, Nak? Kenapa kamu berteriak?" Nurmala memeluk Moza sembari menenangkan Moza yang terlihat ketakutan.


"Halo! Siapa ini?"


"Berikan teleponnya pada Moza, Aku ingin bicara dengan nya." seru Arthur kepada Nurmala.

__ADS_1


"Hei kamu! Aku bilang sama kamu, ya! Jangan pernah ganggu putriku lagi, mulai sekarang lupakan Moza! Sebaiknya kamu pergi menjauhi kehidupan putriku, Aku tidak akan membiarkan pria brengsek seperti mu mengganggu Moza, sampai kapan pun Aku tidak akan pernah membiarkan mu menyentuh putri ku lagi, dasar Ayah laknat!" setelah mengatakan hal itu Nurmala langsung menutup teleponnya, sementara itu Arthur tampak bingung dan tidak mengerti apa maksud Nurmala mengatakan dia Ayah laknat.


"Dasar perempuan aneh, Ayah laknat? Hah ... tahu apa dia, Aku tidak akan pernah berhenti mengejar Moza, apapun yang kuinginkan harus Aku dapatkan." Arthur terlihat serius dengan ucapannya.


Sementara itu Nurmala menghampiri Moza yang terlihat ketakutan, gadis itu meringkuk dan memeluk kedua lututnya, Nurmala memeluknya erat dan mengusap rambutnya.


"Sudah! Tidak apa-apa, Mama tidak akan biarkan dia mengganggu mu lagi, ada Mama yang akan selalu bersamamu,"


"Moza takut, Ma! Moza takut ..."


"Sssttt! Jangan takut ada Mama di sini, besok malam Mama akan mengajak mu makan malam dan bertemu dengan Calon suamimu, Mama yakin kamu pasti suka, setidaknya Kamu bisa sedikit melupakan tentang pria itu."


Moza hanya diam tanpa membalas, hidup nya sudah hancur, Ia pun pasrah dengan apa yang terjadi selanjutnya, dalam fikirannya masih ada penyesalan yang mendalam, bagaimana hal bisa itu terjadi padanya, Mencintai pria yang salah dan yang lebih fatal lagi adalah hubungan terlarang itu.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2