
"Jadi itu mantan pacar Mbak Moza?"
"Iya ... mereka pacaran cukup lama juga, ya cinta monyet lah, tapi Aku ngerasa si Jordan ini kayak nyari-nyari terus kabar Moza, nggak tahu kenapa dia kayak gitu, kayak ada sesuatu yang ingin Ia sampaikan." ungkap Gerald.
"Apa jangan-jangan dulu si Jordan itu pernah nyakitin Mbak Moza barangkali, Bang?" ucap Nayla menebak.
"Entahlah, Nay! Bisa jadi. Soalnya mereka pisah tuh gara-gara satu kejadian pada malam saat ulang tahun salah satu teman Abang, Jordan dan Moza datang bersama dan mereka berdua kayaknya mabuk deh malam itu, Abang nggak terlalu paham. Waktu itu Abang polos banget nggak ngerti apa-apa, Abang kan anak baik-baik waktu itu, nggak ngerti kalau mereka berdua sedang mabuk dan pulang bersama." seketika Nayla memutar bola matanya saat mendengar Gerald memuji dirinya yang masih polos.
Gerald sempat melihat ekspresi wajah istrinya yang terlihat sedang mengejeknya.
"Kamu kenapa, Nay?"
"Eh ... nggak, nggak apa-apa. Udah lanjutkan, Bang! Terus-terus apa yang terjadi selanjutnya?" jawabnya sembari pura-pura tersenyum.
"Nggak jadi."
"Loh kok nggak jadi sih, Nay udah serius mau dengerin, Abang nggak mau lanjutin, ah Abang payah!" gerutu Nayla sembari melipat kedua tangannya.
"Biarin, kamu mengejek Abang sih!" seru Gerald sembari menatap lurus ke depan.
"Idiiih ... siapa juga yang ngeledek Abang?"
__ADS_1
"Itu tadi!"
"Kapan? Yang mana?"
"Pasti kamu ketawa kan saat Abang bilang, jika Abang dulu adalah anak yang masih polos dan anak yang baik-baik. Iya kan?"
Seketika Nayla tertawa mendengar Gerald mengatakan hal itu, tentu saja itu sangat berbanding terbalik dengan kenyataan sekarang, dimana Gerald bagi Nayla adalah pria yang selalu jail dan selalu mengganggunya.
"Nah kan ketawa! Tuh kamu ledekin Abang, kan?"
"Iya iya sorry, Bang! Habisnya Abang lucu banget sih! Nay nggak percaya kalau dulu Abang anaknya polos dan pendiam, orang kenyataan berbeda banget, polos apanya Abang orangnya mesum, dan pendiam apanya orang Abang suka gerayangin Nay saat tidur, ah itu berita hoak, tak bisa dipercaya."
"Ya itu beda dong, Nay! Kalau sekarang Abang nggak bisa polos dan diam lihat kamu di depan ku, pingin tak gigit aja, Abang gemes banget sama kamu," ucapnya sambil merremas-rremas paha Nayla yang bersebelahan dengan perseneling mobil.
"Abang! Abang tuh lagi nyetir, konsentrasi dong!" seru Nayla mengingatkan Gerald.
"Iya iya Abang konsentrasi, nih!" Gerald segera mengangkat tangannya dari paha Nayla dimana rok sekolah Nayla tersingkap sebatas pangkal paha dan hampir saja memperlihatkan bakpao empuk kesukaan Gerald yang dibungkus dengan kain berwarna putih.
Nayla merapikan kembali roknya yang tersingkap, sementara itu sekolah Nayla sudah mulai terlihat. Mobil Gerald berhenti di depan pagar sekolah Nayla.
"Nay masuk dulu, Bang!" ucapnya sembari mencium tangan sang Suami.
__ADS_1
"Hmm ... hati-hati! Jika ada sesuatu kamu hubungi Abang!"
"Iya, Bang!" setelah mengatakan hal itu Nayla segera membuka pintu mobil, namun lagi-lagi Gerald menahan tangan Nayla sehingga membuat gadis itu menoleh ke arah suaminya.
"Ada apa lagi, Bang?"
"Kiss!" seru Gerald sembari memanyunkan bibirnya.
"Abang! Nanti dilihat orang loh, Bang!"
"Enggak, nggak ada yang lihat, ayo dong Nay! Abang nggak bisa semangat jika nggak dapat ciuman dari istri Abang yang cantik ini." rayu Gerald.
Nayla menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan tidak ada orang yang sedang melihat mereka berciuman. Setelah dirasa aman, Nayla segera membalikkan badannya kearah suaminya.
"Hmm ... iya iya." Nayla mendekatkan wajahnya pada wajah sang suami agar Gerald bisa menciumnya dengan bebas. Tak menunggu lama Gerald mencium bibir Nayla dengan mesra, sementara Nayla membalasnya dengan senang hati.
Sementara di suatu tempat di baik pohon yang terletak tak jauh dari mobil Gerald, terlihat seorang pemuda yang sedang mengambil video yang mengarah pada Gerald dan Nayla yang saat itu sedang berciuman di dalam mobil.
"Bagus! Ini akan menjadi ancaman untukmu, Nay! Video ini akan tersebar sebentar lagi. Ternyata Papa benar, mereka berdua sangat menjijikkan, kalau saja kepala sekolah dan dewan guru tahu, tamatlah riwayat mu, Nay! Kelakuan mu sudah menghancurkan citra sekolah, seorang siswi terbaik mereka sedang menjalin hubungan dengan saudara kandung nya sendiri, dan kini Aku akan membalasnya, tunggu saja." batin Rio yang saat itu tak sengaja melihat kemesraan Gerald dan Nayla.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1