Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 105 HTA


__ADS_3

Al tidak bisa berbuat banyak, sementara Sharen semakin menggigil. Wajahnya semakin pucat.


"Maafkan aku, Nona! Aku melakukan ini demi untuk menyelamatkan mu, semoga saja Aku bisa menahannya." Al mulai membuka bajunya yang juga basah, hanya menyisakan underwear miliknya. Ia pun mulai masuk ke dalam selimut bersama Sharen yang meringkuk kedinginan. Al mengambil nafas dalam-dalam dan berusaha untuk menolak hasrat kelelakian nya, mengingat Sharen saat ini sedang tidak memakai apapun.


Al mulai berbaring di dekat tubuh Sharen, Ia memberanikan diri untuk memeluk Sharen, skin to skin. Mungkin itu metode untuk menaikkan suhu tubuh Sharen lewat suhu tubuh Al yang hangat. Sekuat tenaga Al berusaha untuk tidak berbuat macam-macam kepada gadis itu, tapi entah kenapa Ia merasa begitu dekat dengan Sharen, padahal dirinya baru ketemu hari ini.


"Gadis ini? Siapa sebenarnya gadis ini, seolah aku pernah mengenalnya, tapi siapa?" batin Al saat melihat punggung Sharen yang putih mulus. Al memeluk Sharen dari belakang, memberikan kehangatan untuk gadis itu, tentu saja tubuh mereka begitu dekat, sementara si Jojon terlihat mendesak-desak ingin keluar dari tempatnya. Namun, Al tetap bertahan meskipun tangannya tak bisa dipungkiri telah menyentuh dua buah daging kenyal yang berada di dada Sharen.


"Sial sial sial! Kenapa Aku harus merasakan semua ini, ayolah plis! Cepatlah sadar Nona! Tidak kasihan kah kamu padaku, Aku ingin segera pergi ke kamar mandi." rutuk Al sembari menghela nafas panjang.


Ia pun mulai berkeringat, sungguh situasi ini membuat Al harus ekstra bersabar, apalagi si Jojon udah terlalu mendesak dan sangat sesak di sana.

__ADS_1


"Ah fucck! Tahan-tahan Al, kamu harus bisa bertahan, ini adalah godaan yang paling terberat, di saat hidangan yang menggoda iman , dan itu terpampang nyata di depan mata, Aku harus bisa, bisa, bisa, ah shiiit! Jangan gerak-gerak Nona! Kamu sudah menyenggolnya, ayolah plis! Cepatlah sadar Nona." Al terlihat meracau saat Sharen berubah posisi, kini Sharen berubah posisi menghadap ke arah Al, tentu saja Al sangat terkejut saat melihat wajah cantik Sharen, sejenak Al merasa wajah Sharen tidak asing baginya, bentuk mata dan hidung mengingatkan nya pada teman semasa kecilnya, yaitu putri Moza dan Jordan, Sharen Angelica.


"Kamu cantik sekali, Nona! Mirip sekali dengan sahabat ku, Sharen. Hmm sekarang mungkin Sharen juga seusia dengan mu, tapi sepertinya kamu lebih cantik dari Sharen, Sharen itu gendut, pipinya bakpao, giginya hitam-hitam, dan rambutnya keriting. Tapi, gadis ini sangat berbeda meskipun mereka memiliki kemiripan, tapi Aku yakin jika dia bukan Sharen, mana mungkin Sharen bisa secantik ini." batin Al yang memperhatikan wajah sang gadis sembari tersenyum.


Hingga akhirnya tiba-tiba saja kedua mata Sharen mulai terbuka, perlahan Sharen melihat wajah seseorang yang terlihat masih samar, tentu saja Al begitu gembira melihat Sharen yang mulai sadar, akhirnya usahanya berhasil dan tak sia-sia.


"Kau sudah sadar, Nona! Syukurlah." seketika Sharen membuka lebar-lebar kedua matanya saat mendengar suara laki-laki yang begitu dekat dengannya, bahkan di depannya.


"Tu-tunggu, Nona! Ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku tidak melakukan apa-apa kepada mu, Aku cuma ...!"


"Cuma apa? Kamu sudah melihat seluruh tubuh ku, itu berarti kamu sudah, sudah ... haaaa Mamaaaa ... Aku sudah ternoda." Sharen tampak menangis, Ia mengira Al telah melakukan itu kepadanya, karena dirinya merasa tidak memakai apapun, dan saat dirinya membuka mata, Al sedang memeluknya, begitu pun dengan Al yang hanya memakai boxer tempat si Jojon gundul.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


Visual Aleric Adams



Visual Sharen Angelica.



Semoga suka ya, kalau nggak suka juga nggak apa-apa, kalian bebas berimajinasi 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2