Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 129 HTA


__ADS_3

"Apa?" seketika Shanum menatap wajah Kris, pemuda itu memiliki daya tarik tersendiri, senyumnya yang manis dengan bola mata berwarna coklat, rambutnya sedikit ikal dan yang paling membuat penampilan Kris sangat memukau adalah gurat otot pada tubuh kekarnya.


Kris mendekati Shanum dan menatap gadis itu dengan senyuman. "Apa Aku kurang jelas?"


Shanum menundukkan wajahnya dan terlihat salah tingkah. Kris pun tidak kehilangan akal untuk merayu gadis itu.


"Apa Aku terlalu buruk untukmu? Katakan!" ucap Kris sembari tersenyum kepada Shanum.


Shanum mengangkat wajahnya sembari berkata, "Bukan kamu yang buruk, tapi Aku. Siapa yang tidak kenal dengan Kris, banyak wanita yang mendekatinya dan ingin menjadi pacarnya, entah apa Aku bisa berdiri di antara wanita-wanita itu? Aku tidak yakin." ucap Shanum.


"Kamu tidak perlu berdiri di antara mereka, tanpa kamu mensejajarkan dirimu dengan mereka, sudah pasti Aku akan memilihmu." seketika Shanum tersipu malu saat Kris mengatakan hal itu kepadanya.


"Aku tahu pertemuan kita ini memang disengaja, Mama dan Papa berharap kita bisa bersama, em apa kira-kira kamu menyetujui nya? Jika kamu tidak setuju Aku bisa memahaminya, karena bagaimanapun juga Aku dan kamu dari dulu tidak terlalu dekat, berbeda dengan Abang yang dari dulu sudah sering berhubungan dengan Kak Sharen, meskipun mereka sering bertengkar, tapi dari pertengkaran mereka menghadirkan cinta yang datang perlahan. Lantas! Apakah kita bisa seperti mereka?" ucap Kris sembari menatap indahnya pemandangan langit di kala itu.


"Apa salahnya kita coba, tidak semua perjodohan itu buruk, bukan? Siapa tahu kita ada persamaan. Lagipula Aku sudah bosan menyendiri, dah lah ngikutin orang tua aja." ungkap Shanum yang membuat Kris semakin mendapat peluang emas untuk mendapatkan Shanum.


"Kamu yakin mau menikah dengan ku?" tanya Kris sekali lagi.

__ADS_1


"Harus yakin, Aku tahu pilihan orang tua pasti terbaik untuk anak-anaknya."


Kris tak percaya jika Shanum bisa menerima kehadirannya, mereka berdua memang jarang bertemu, meskipun sebenarnya hubungan mereka masih terbilang sepupu.


"Apa kamu tidak menyesal?" tanya Kris meyakinkan Shanum.


"Menyesal? Kenapa kamu tanyakan itu padaku, kamu sendiri apa tidak menyesal dengan perjodohan ini?" Shanum balik bertanya.


"Tidak! Aku tidak menyesalinya, Aku sendiri sudah lelah mencari wanita yang sempurna, mungkin sudah saatnya melepaskan masa lajang ini, apalagi Mama dan Papa sudah mengungkap kan keinginan mereka untuk memiliki seorang cucu, kepala ku makin sakit saat Mama meminta ku untuk segera nikah."


"Cantik! Senyummu sangat manis." ucap Kris lirih, dan seketika Shanum melihat ke arah Kris.


"Kamu bilang apa?"


"Ha ... ." seketika Kris terkejut saat Shanum menegurnya. Keduanya saling menatap dan akhirnya tersenyum bersama, baik Shanum maupun Kris, sama-sama menyetujui perjodohan ini.


*

__ADS_1


*


*


*


Setelah melewati berbagai acara dari lamaran hingga pertunangan, akhirnya hari pernikahan Shanum dan Kris pun mulai digelar, Kris mempersunting Shanum dengan mas kawin uang tunai sebesar sepuluh juta dan emas seberat lima puluh gram. Dan Kris pun mengucapkan akad nikah itu dengan sangat lancar, sehingga seluruh saksi yang ada dalam prosesi pernikahan itu mengucapkan satu kata yang membuat Kris dan Shanum saling menatap.


"Saaaahhhh."


Kedua belah pihak keluarga pun lega, akhirnya Kris dan Shanum resmi menjadi suami istri, tentu saja hubungan keluarga Gerald dan Jordan semakin erat, dengan menikahnya kedua anak-anak mereka.


Begitu pula dengan pasangan Al dan Sharen yang turut mengucapkan selamat kepada keduanya.


"Selamat ya Adikku, Abang senang akhirnya kalian resmi menjadi suami istri, selamat menempuh hidup baru, Aku harap kalian berdua selalu berbahagia.


"Terima kasih Bang! Aku juga sudah tidak sabar ingin melihat rumput yang cantik itu."

__ADS_1


__ADS_2