Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 40 HTA


__ADS_3

Di kediaman keluarga besar Adams.


Seperti biasa sepulang sekolah Nayla dan Gerald berjalan sambil bercanda, keduanya begitu akrab, bahkan keduanya terlihat saling cubit-cubitan.


"Nay!"


"Hmm."


"Nanti malam Abang mau gaya baru."


"Apa? Gaya baru! Udah deh Abang! Jangan mesum mulu ah,"


"Siapa bilang Abang mau mesum, Abang tuh cuma mau kita bobo dengan gaya baru, tuh ketahuan kalau kamu yang mesum."


"Diiih apaan sih, Abang! Sama aja kali ujung-ujungnya pasti gitu deh!" Nayla menyikut tangan Gerald hingga tubuh pria itu bergerak ke samping, seketika Gerald menangkap tubuh istrinya dan mencubit hidung Nayla. Dan Nayla pun tidak terima jika Gerald mencubit hidung nya, Ia pun membalasnya sehingga keduanya terlibat saling mencubit dan akhirnya saling berkejaran sampai di depan rumah.


Tentu saja aksi keduanya tak luput dari perhatian Hera, seketika Hera yang berada di halaman rumah berdehem kepada Nayla dan Gerald.


"Ehem ...."


Gerald dan Nayla pun spontan menoleh ke arah Hera yang sedang berjalan ke arah mereka.


"Oma ...."


"Gerald! Nayla! Oma sudah bilang jangan terlalu dekat-dekat, coba bayangkan kalau saja ada tetangga yang lihat kebersamaan kalian, pasti mereka mikirnya aneh-aneh, ingat ya kalian itu bersaudara, jangan lupakan itu, jadi kalian harus jaga sikap kalian, ngga usah pake bercanda segala. Nayla! Kamu pergi ke kamar!" titah Hera kepada Nayla.

__ADS_1


"Iya Oma!" jawabnya sembari beranjak pergi masuk ke dalam rumah, sementara itu Gerald pun mengikuti istrinya dari belakang. Sontak apa yang dilakukan Gerald langsung mendapat teriakan dari Hera.


"Geraaaald! Ngapain kamu ikut Nayla masuk! Kamu di sini saja sama Oma!" seketika Gerald berhenti dan membalikkan badannya sembari cengar-cengir melihat ekspresi wajah Hera yang terlihat kesal. Sedangkan Nayla terlihat tertawa kecil melihat tingkah sang Suami.


"Ngapain kamu Ikut masuk?" seru Hera sembari menaikkan kedua alisnya.


"Hehehe ya masuk lah Oma! Gerald mau mandi." jawabnya santai.


"Nggak usah masuk, nanti kamu macam-macam lagi, sudah kamu temani Oma di sini!" seru Hera sambil memberikan selang air kepada sang Cucu.


"Ini buat apa, Oma?" tanyanya pura-pura tidak tahu.


"Buat ikat rambut, ya buat menyirami bunga lah! Tuh bunga-bunga Oma cantik, kan! Udah kamu di sini saja, temani Oma menyiram bunga." jawab Hera sembari menarik tangan sang cucu untuk ikut menyirami bunga di taman rumah mewah itu.


"Ya ... Oma! Tuh bunganya udah pada seger, Oma udah menyiram semuanya kayaknya, jadi buat apa di siram lagi." protes Gerald.


"Aduh ... ngapain juga nungguin Oma di sini, mending ke kamar, mandi bareng sama Nayla, ah bisa praktek gaya baru. Tapi, gimana caranya?" sejenak Gerald berfikir untuk mencari cara supaya bisa masuk ke dalam kamar.


Tiba-tiba saja ada tetangga yang lewat di depan rumah mereka, tentu saja tetangga yang terdiri dari ibu-ibu itu sejenak menyapa Hera yang sedang bersama Gerald.


"Eh ada Nyonya Hera! Selamat sore Nyonya, wah ada Mas Gerald juga, aduh makin ganteng aja Mas Gerald!" sapa salah seorang diantaranya.


"Selamat sore Ibu-ibu, ya ... cucu saya dari dulu memang ganteng." balas Hera bangga.


"Wah pasti Mas Gerald sudah punya pacar yang cantik,"

__ADS_1


"Iya dong Ibu-ibu, sebentar lagi cucu saya akan menikah dengan seorang gadis yang cantik dan tentu saja dari keluarga kaya raya."


Gerald yang mendengar obrolan sang Oma dan tetangga itu mulai merasa tidak nyaman, Ia pun mulai berinisiatif untuk pergi dari tempat itu dengan cara membasahi pakaian nya menggunakan selang air yang Ia pegang. Dan benar saja jas dan celana Gerald menjadi basah. Ia pun segera pamit kepada Hera untuk masuk ke dalam.


"Oma! Gerald masuk dulu, Oma! Baju Gerald sudah basah, Gerald mau ke kamar dulu." Hera melihat baju Gerald yang sudah basah,


Ia tahu jika Gerald pasti sengaja melakukan itu agar dirinya segera masuk ke dalam rumah, sementara Ibu-ibu tentang terlihat kasihan melihat Gerald yang bajunya terlihat basah.


"Ya ampun Mas Gerald! Bajunya basah gitu, udah Mas! Lebih baik ganti baju dulu, daripada nanti masuk angin, kasihan!"


Seketika wajah Gerald sumringah, akhirnya Ia mendapat kesempatan untuk segera pergi dari tempat itu.


"Iya Ibu-ibu benar, kalau begitu Saya permisi dulu, Oma! Gerald mau ganti baju dulu." pamitnya kepada Hera.


"Eh mau kemana kamu! Di sini saja dulu!" ucap Hera mencegah Gerald pergi, namun Ibu -ibu tetangga itu justru mem-protes sikap Hera yang membiarkan Gerald kedinginan.


"Ya ampun Nyonya Hera! Biarkan saja Mas Gerald pergi, kasihan basah gitu, Nyonya pingin ya cucunya sakit?" seru Ibu-ibu yang menjadi penyelamat Gerald.


Terpaksa Hera membiarkan Gerald pergi karena Hera tidak enak dengan omongan tetangga, mereka pasti mengira jika Hera membiarkan Gerald kedinginan.


"Ya sudah! Pergi ke kamar mu." titah Hera dengan terpaksa.


"Asyik! Ibu-ibu itu benar-benar menolongku hari ini." batin Gerald sembari menganggukkan kepalanya.


"Iya Oma!"

__ADS_1


Gerald membalikkan badannya dan tersenyum puas, akhirnya Ia bisa bermain sebentar dengan istrinya, sebelum Hera masuk ke dalam rumah.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2