Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 53 HTA


__ADS_3

Sementara di kediaman rumah Nurmala, Gerald akhirnya mengikhlaskan istrinya untuk tinggal sementara di rumah Ibu kandung nya, mengingat Nayla juga masih sangat merindukan Ibunya, meskipun Gerald harus menahan rindu di saat tidak ada Nayla di sampingnya.


"Baiklah! Abang pamit pulang, meskipun Abang sangat ingin sekali kamu ikut dengan Abang, tapi Abang juga tidak mau egois, Bu Nurmala ibu kandung mu, kamu dan beliau belum puas melepas rindu. Nanti, jika kamu sudah puas melepaskan rindu, Aku akan menjemputmu, kamu tahu betapa Aku tidak bisa hidup tanpa dirimu, Nay!" ucap Gerald sembari membelai pipi sang istri dan mencium bibirnya sekilas.


Tiba-tiba saja terdengar suara deheman seorang wanita yang tengah menghampiri mereka berdua.


"Ehem ... cie yang lagi kasmaran, hmm nggak tengok kanan kiri," seru Moza kepada Gerald yang tengah mencium Nayla. Spontan Gerald pun terperanjat saat melihat kedatangan Moza di belakang istrinya.


"Moza, kamu!" Gerald melihat sang teman yang telah bertahun-tahun lamanya tidak berjumpa. Moza tersenyum dan berkata, "Hmm masih ingat juga dengan ku, si kerempeng!"


Seketika yang ada di dalam ruangan itu tertawa saat mendengar Moza memanggil Gerald dengan sebutan si kerempeng.


"Enak aja dibilang kerempeng, orang udah tampan mempesona gini dibilang kerempeng." protes Gerald sembari merapikan jasnya.


"Iya iya percaya, sekarang tampan. Pantesan aja Nayla ngga bisa lepas dari kamu, keinget mulu dia sama kamu." seru Moza yang membuat Gerald memandangi wajah istrinya dengan menyipitkan kedua matanya.


"Oh ya! Emang begitu, sayang? Tapi, kenapa kamu tidak mau Aku ajak pulang. Nanti kangen loh!" sindir Gerald sembari menyikut tangan Nayla.


"Bukan Nay yang kangen sama Abang! Tapi Abang tuh yang kangen pastinya." ucap Nayla balik.


"Kalau udah tahu gitu, ayolah kita pulang, Nay! Masa kamu tega biarin Aku sama Bi Jum dan Oma doang di rumah, nggak enak!" ujarnya sembari merengek seperti anak kecil.


"Ya nggak apa-apa dong, Bang! Sekali-kali kamu di rumah tanpa kehadiran ku, biar kamu bisa tidur nyenyak setiap malam, nggak melulu gangguin Aku terus, kamu nggak capek apa?" ujar Nayla sembari memutar bola matanya.


"Ya nggak mungkin lah Aku capek, capek nya juga capek enak kok," jawaban Gerald rupanya mendapatkan cubitan kecil dari Nayla.


"Abang! Apa-apaan sih, malu sama Mama dan Mbak Moza!"


Nurmala dan Moza terlihat tersenyum melihat tingkah mereka berdua, rupanya kedua pasangan ini tidak bisa dipisahkan. Nurmala pun mengizinkan Gerald untuk tinggal sebentar di rumah nya hingga pagi menjelang, mengingat hari masih gelap, Gerald pun terlihat begitu lelah semalaman tidak istirahat mencari keberadaan Nayla.


"Ya sudah, Nayla! Biarkan suamimu istirahat dulu, kasihan semalaman pasti dia tidak tidur mencari keberadaan mu, sekarang bawa dia ke kamar mu," titah Nurmala yang mengerti situasi pasangan pengantin lama serasa baru itu.

__ADS_1


Tentu saja senyum sumringah menghiasi wajah tampan Gerald, sementara Nayla memandang suaminya dengan malu-malu.


"Udah! Bawa Gerald ke kamar, hari masih gelap, lumayan bisa buat istirahat sampai pagi nanti!" seru Moza kepada Nayla.


"Istirahat? Mana mungkin kita bisa istirahat? Yang ada pasti perang mulu." batin Nayla sembari menatap wajah Gerald yang terlihat tersenyum bahagia.


"Baiklah, kami ke kamar dulu!" pamit Nayla kepada Nurmala dan Moza. Saat itu juga Nayla pergi ke kamarnya sembari menggandeng tangan Gerald yang menggenggam nya dengan erat, seolah-olah dirinya tidak akan pernah melepaskan Nayla begitu saja.


Sesampainya di dalam kamar. "Abang lepasin tangan Nay! Abang kenceng banget memegangi nya. Sakit, Bang!" pinta Nayla sembari mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Gerald.


"Nggak bisa dong! Kamu nggak bisa pergi lagi dariku." balas Gerald sembari menarik pinggang Nayla dan merapatkan tubuh mereka.


"Abang!"


"Hmm ...."


"Abang istirahat saja! Abang kan udah lelah banget hari ini, Nay ambilkan minuman hangat ya!" tawar Nayla kepada Gerald yang sekarang sedang duduk di atas ranjang sementara Nayla berdiri di depannya. Tangan Gerald melingkar sempurna pada pinggang Nayla yang ramping.


"Kalau Abang tidak haus, ya sudah sekarang tidur lah!" titah Nayla sembari memperhatikan sikap Gerald yang tidak mau melepaskan dirinya.


"Aduh Abang lepasin Nay dong! Gimana Nay bisa gerak jika Abang kayak gini."


Gerald mendongak sembari membenamkan separuh wajahnya pada perut Nayla, pria itu tampak tersenyum smirk menatap wajah Nayla yang terlihat gugup.


"Abang kenapa lihatin Nay kayak gitu?" Nay terlihat panas dingin melihat sikap Gerald yang seolah-olah pria itu sedang menginginkan dirinya.


"Sebelum Abang pulang, Abang boleh mendapatkan hak Abang?" tanya Gerald sembari beranjak berdiri menatap bibir istrinya.


"Tapi, kemarin malam kan udah, Bang! Masa minta lagi. Nay juga capek, Bang! Maafin Nayla. Hari ini Nay nggak bisa!" balas Nayla sembari menatap wajah sang suami yang mulai kesal.


"Hmm ... ya sudah! Kalau begitu Abang mau tidur, ngantuk!" seketika Gerald melepaskan Nayla dan dirinya segera beranjak ke atas ranjang. Gerald terlihat tidur dengan posisi tengkurap, hari itu Ia sedikit kecewa dengan Nayla, karena Nayla sudah menolaknya.

__ADS_1


Tentu saja Nayla terkejut dengan sikap marah suaminya, Ia lihat Gerald tak berbicara sedikit pun kepadanya, Nayla pun ikut beranjak naik ke atas ranjang dan mencoba menghibur Suaminya.


"Abang marah ya sama Nay?"


Tidak ada jawaban, Gerald masih diam tanpa kata. Sementara itu Nayla terus berusaha untuk merayu suaminya kembali, Ia tahu jika Gerald sedang merajuk.


"Abang! Kok Abang diem gitu sih?"


Masih saja diam, dan itu membuat Nayla menjadi takut, Ia takut jika Gerald benar-benar marah atas penolakan nya tadi, sementara Gerald tampak sedang mengerjai istrinya dengan berpura-pura marah. Gerald ingin tahu bagaimana sikap Nayla saat melihat Gerald sedang merajuk.


"Abang! Abang ngomong dong! Abang jangan diam gitu, Abang ... Abang!" Nayla berusaha menggoyang-goyangkan tubuh suaminya agar Gerald mau membalikkan badannya. Namun, ternyata Gerald masih tetap diam. Karena tak ada jawaban dari suaminya, terpaksa Nayla menyetujui permintaan suaminya, Ia pun beranjak turun dari tempat tidur dan perlahan dirinya melepaskan satu persatu kain yang menutupi seluruh tubuhnya tanpa terkecuali, dan Ia sengaja membuangnya tepat di dekat Gerald yang sedang tidur tengkurap, benar saja Gerald melihat pakaian-pakaian Nayla berserakan di atas lantai, hingga yang terakhir bra dan CD itu mulai melayang dan seketika membuat Gerald langsung beranjak dan melihat Nayla yang sedang menutupi area sensitifnya dengan kedua tangannya.


"It's very good, Baby! Spontan Gerald menarik tangan Nayla dan merebahkan istrinya di atas ranjang tidur itu.


"Kamu sengaja menggoda ku, kan?"


"Abang sih nggak mau denger Nay ngomong, Nay ngga suka Abang bersikap dingin sama Nay, Aku takut Abang ninggalin Nay. Tolong jangan seperti itu lagi, Bang!"


Gerald tersenyum mendengar pengakuan sang istri.


"Siapa yang akan ninggalin kamu, ngaco kamu! Mana mungkin Abang ninggalin wanita seperti kamu, nggak akan ada yang bisa memisahkan kita berdua, meskipun dibatasi oleh kain ini. Ah ... Nay lepaskan, dia udah nggak sabar ingin terbang bebas." seru Gerald yang merasakan sesuatu yang mulai mendesak di bawah sana.


Nayla pun mengerti maksud dari Gerald, tangan lentik itu pun mulai melepaskan apa yang dimaksudkan oleh Gerald. Tak butuh waktu lama kain pemisah itupun sudah terlepas dari tempatnya dan sekarang tak ada lagi jarak ataupun pembatas yang merintangi antara mereka berdua. Begitu mudah mereka bersatu lagi dalam raga.


"Abang! Kenapa Abang selalu melakukan ini kepada Nay?" ucap Nayla disela-sela kesibukan Gerald menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami.


"Karena Aku ingin benih-benih cinta kita segera tumbuh dalam rahim istriku, Aku ingin secepatnya memiliki seorang anak sebagai tanda pengikat cinta kita yang tidak akan pernah terpisahkan."


"Ah Abang! Aku mencintaimu!" Nayla semakin merapatkan pelukannya dengan tangannya yang sibuk merremas-rremas rambut Gerald.


"Ah ... slowly Baby!"

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2