
Setelah acara makan malam itu, Nayla kembali ke rumah sang suami beserta Oma Hera, mereka tiba di rumah di sambut oleh Bi Jum, tentu saja Bi Jum terlihat sangat senang sekali bisa bertemu lagi dengan Nayla.
"Non Nayla, ya ampun Non! Bi Jum bahagia sekali akhirnya Non Nayla datang ke rumah ini lagi, Bi Jum sangat rindu dengan Non!" Bi Jum terlihat memeluk Nayla penuh kerinduan, pun sama Nayla juga sangat merindukan sang Ibu susu.
"Nay juga kangen sama Bi Jum!" Nayla membalas pelukan sang Ibu susu penuh haru.
"Ya sudah, Nayla! Kamu ke kamar Oma saja, mulai malam ini kamu tidur sama Oma, ya!" sahut Oma Hera sambil membawa Nayla ke kamarnya, sontak apa yang dikatakan sang Oma membuat Gerald tak terima.
"Eh eh Oma! Nggak bisa gitu dong! Terus Gerald tidur sama siapa dong?"
"Kamu tidur sendiri, masa nggak berani? Pokoknya mulai sekarang Nayla biar tidur sama Oma, Oma yang akan jagain dia, biar kamu nggak macam-macam, Oma ngga mau ya terjadi apa-apa dengan cicit Oma." seru Oma Hera kepada sang cucu.
"Aduh Oma! Nggak bisa gitu dong! Gerald ngga bisa tidur jika ngga ada Nayla, lagipula Gerald kan Ayah bayi itu, Oma. Gerald juga ingin lah dekat dengan anak Gerald." karena merasa kasihan melihat Gerald, akhirnya Oma Hera mengizinkan sang cucu untuk tidur di kamarnya.
"Oke! Oma izinkan kamu tidur di kamar Oma, tapi ingat! Awas saja kalau kamu berani ganggu istrimu, Oma sunat kamu entar!" ancaman untuk Gerald.
"Asiap Oma! Ah Oma baik banget, makasih Oma!" Gerald tampak memeluk sang Oma sembari mengedipkan matanya sebelah ke arah Nayla. Seolah-olah itu hanya caranya saja untuk bisa berdekatan dengan Nayla.
"Asyiiik! Nggak akan ada yang bisa memisahkan kita, Sayang!" batin Gerald yang sudah mempunyai rencana untuk malam ini.
__ADS_1
Malam semakin larut, jam menunjukkan pukul sepuluh malam, tentu saja dalam kamar Oma Hera ada tiga orang di sana, Nayla tampak tidur bersama Oma Hera di atas ranjang, sementara Gerald tampak tidur di sofa dekat tempat tidur mereka. Tentu saja sebelum berangkat tidur sang Oma mewanti-wanti Gerald untuk tidak menggangu istrinya.
Tentu saja sang cucu lebih cerdik dari Omanya, sebelum Hera tidur, Gerald terlihat memberikan susu untuk kedua wanita yang Ia sayangi itu, tentu saja untuk Nayla susu hamil dan untuk sang Oma susu penguat tulang, kedua wanita tampak meminum susu yang diberikan oleh Gerald.
"Tara ... Oma! Ge bawaan Oma susu dan juga kamu, sayang!" seru Gerald sembari memberikan segelas masing-masing untuk Nayla dan Oma.
"Eh tumben kamu bawain Oma susu?"
"Iya dong Oma! Memangnya tidak boleh ya! Kan biar Oma semakin sehat dan tulangnya kuat, biar nanti bisa gendong cicit Oma." bujuk Gerald yang tentunya membuat Hera senang.
"Iya! Kamu benar. Oma harus kuat dan sehat, supaya bisa menggendong cicit Oma nanti!"
"Iya dong! Ayo diminum dong, Oma!" kemudian sang Oma meminum susu tersebut hingga habis, tentu saja itu membuat Gerald semakin bahagia.
"Aduh Oma ngantuk berat nih!"
"Ya udah! Oma tidur saja, lagipula ini sudah malam!" seru Gerald sembari menyiapkan bantal yang empuk untuk sang Oma tidur, berharap besok pagi sang Oma baru bangun.
Akhirnya Hera pun mulai terlelap. Namun, sebelum dirinya beranjak memejamkan matanya, Hera berpesan agar Gerald tidak macam-macam kepada istrinya.
__ADS_1
"Oma tidur dulu, kamu jangan sentuh Istrimu, Awas kalau kamu berani menyentuh Nayla, bakal Oma jewer nanti!" ucapan terakhir sebelum sang Oma tertidur pulas.
"Iya iya Oma Sayang, Gerald ngga akan macam-macam kok, lagipula Gerald ngga bakalan bikin Nayla nangis kesakitan, tapi Gerald bakal bikin Nayla merintih keenakan."
Seketika Nayla membulatkan matanya saat mendengar ucapan Gerald, sementara sang Oma sudah tertidur pulas.
Ada senyum bahagia terukir pada bibir Gerald, setelah memastikan sang Oma sudah tertidur pulas, Ia pun mulai menghampiri Nayla yang saat itu sudah menyadari apa yang telah dilakukan oleh suaminya.
"Abang sengaja ya bikin Oma tertidur?" ucapnya sembari menatap wajah sang suami.
"Iya! Itu memang benar, Abang udah kangen banget sama kamu, Nay! Udah beberapa hari ini Abang menahannya, eh giliran udah ketemu malah di suruh puasa, Abang nggak bisa Nay! Kita pindah ke kamar Abang yuk!" Gerald terlihat mengulurkan tangannya kepada Nayla dan mengajak istrinya untuk pergi ke kamarnya.
"Tapi, Bang!"
"Jangan khawatir! Abang tahu kok apa yang akan Abang lakukan, tidak akan terjadi apa-apa dengan bayi kita." ucapnya mencoba meyakinkan istrinya bahwa ia tidak akan membuat kandungannya bermasalah.
Sejenak Nayla berpikir, akhirnya Ia pun menuruti permintaan sang suami, Nayla terlihat menyambut tangan Gerald dan beranjak pergi ke kamar Gerald.
Tanpa pikir panjang Gerald membawa tubuh istrinya untuk masuk ke kamar Gerald. Untuk sejenak mereka meninggalkan sang Oma yang terlelap dalam buaian mimpi indah.
__ADS_1
Setelah keduanya sampai di dalam kamar Gerald, tanpa pikir panjang Gerald segera mengunci pintu kamar itu dan tentu saja Ia melanjutkan rencana selanjutnya.
...BERSAMBUNG...