Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 117 HTA


__ADS_3

Malam itu juga, Gerald akan mengumumkan kapan pernikahan mereka akan dilaksanakan, baik dari pihak Gerald dan Nayla, Jordan dan Moza tidak akan menunggu lama-lama untuk mengikat tali pernikahan itu, dan mereka telah memutuskan untuk melaksanakan pernikahan itu secepat mungkin. Dan setelah mereka berembug, akhirnya diputuskan bahwa pernikahan mereka akan dilaksanakan tiga hari lagi.


"Tiga hari lagi, secepat itu? Sepertinya Aku harus segera bicara dengan Shanum, semoga saja dia bisa mengerti." batin Sharen yang akan memberanikan diri untuk berkata jujur kepada Shanum.


Akhirnya setelah pengumuman kapan dilaksanakan nya hari pernikahan mereka, Sharen pun menghampiri sang Adik dan membawanya ke suatu tempat dimana tidak ada orang lain yang mendengarkan pembicaraan mereka.


"Shanum, Kakak mau bicara sebentar!" ajak Sharen. Mereka berdua pun pergi keluar ruangan dimana Sharen akan mengutarakan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Al.


"Shanum, kakak mau ngomong sama kamu." ucap Sharen mengawali pembicaraan mereka.


"Kakak mau ngomong apa? Ngomong aja. Eh tapi sebelumnya Aku berterima kasih sekali kepada Kakak karena udah memberi kesempatan untuk bisa dekat dengan Mas Al, apalagi sekarang kita berdua akan menikah. Shanum bahagia sekali, Kak! Dari dulu Kakak memang the best pokoknya, doakan ya Kak! Semoga pernikahan kami lancar dan kami akan hidup bahagia. Dan Aku doakan semoga Kakak juga bahagia dan bisa bertemu dengan pria yang tulus mencintai Kakak. Pokoknya hari ini Shanum bahagia sekali."


Mendengar sang Adik berkata seperti itu, Sharen menjadi tak tega untuk mengatakan hal yang sebenarnya, melihat ekspresi wajah Shanum yang sangat bahagia, akankah dirinya tega membuat wajah bahagia sang Adik menjadi bersedih.


"Oh ya? Kakak mau ngomong apa?" tanya Shanum sembari menatap wajah Sharen yang terlihat bingung.


"Oh tidak, Kakak cuma mau bilang, semoga kamu bahagia dengan Al, kakak hanya bisa mendoakan agar adikku selalu bahagia. Kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku juga."


Seketika Shanum memeluk sang kakak dengan penuh haru, kedua saudara kembar itu tampak saling memeluk, Shanum yang menangis karena bahagia, dan Sharen yang menangis karena harus mengikhlaskan Al untuk Adiknya.


Mulai saat itu, Sharen terlihat mulai melamun dan sering diam, tentu saja hal itu sangat tidak biasa terjadi. Sang kakak yang biasanya ceria mendadak menjadi sosok yang pendiam, Shanum pun melihat keanehan pada diri Sang Kakak.


"Kakak kenapa ya? Akhir-akhir ini dia sering sekali melamun? Apa Kakak sedang sakit?" tanya Shanum dalam hatinya. Pemandangan itu bukan sekali dua kali Ia lihat, setiap hari Shanum melihat Sharen yang terlihat tak bergairah. Ia sering menghabiskan waktunya di dalam kamar.


Begitu juga dengan Al, Ia pun tidak bisa tenang. Padahal sebentar lagi pernikahan nya dengan Shanum akan digelar, Gerald dan Nayla melihat ada yang aneh dengan putra mereka.


"Al kenapa ya, Bang? Akhir-akhir ini dia selalu begitu, diam dan sepertinya ada sesuatu yang Ia pendam."


"Mungkin Al masih sangat terkejut dengan keputusan kita, tapi Abang yakin Al pasti bisa melaluinya, kamu tahu sendiri kan, butuh waktu agar cinta itu datang secara perlahan, pernikahan Al dan Shanum memang tidak berlandaskan pada cinta. Semoga saja Al tidak menyesal dengan pilihannya." balas Gerald.


"Kenapa begitu?" Nayla menatap wajah sang suami.


"Karena Aku rasa, bukan Shanum yang Al pilih, tapi Sharen." jawab Gerald yakin.

__ADS_1


"Sharen? Tapi kenapa Al memilih Shanum?"


"Ada sesuatu yang Al sembunyikan dari kita, karena ini sudah menjadi keputusannya, kita hanya bisa mendoakan agar anak-anak kita bahagia." ungkap Gerald.


*


*


*


Beberapa hari kemudian, sebelum acara pernikahan Shanum dan Al, Shanum mengajak Al pergi ke suatu tempat, Shanum berharap dirinya bisa lebih dekat dengan Al, mengingat mereka berdua tidak terlalu akrab, yang lebih akrab sebenarnya adalah Sharen, meskipun keakraban mereka berdua karena seringnya bertengkar.


Mereka berdua masih berada di dalam mobil menuju ke sebuah pusat perbelanjaan, di dalam mobil Shanum selalu bercerita tentang dirinya dan juga Sharen selama Al ada di luar negeri. Seketika Al ikut tertawa ternyata dari dulu Sharen tidak berubah, kekonyolan Sharen sungguh membuat Al terhibur.


Hingga akhirnya Al mengehentikan mobilnya untuk mengisi bahan bakar di sebuah SPBU, sejenak Al turun dari mobil sambil membeli sesuatu.


"Tunggu di sini! Aku mau membeli sesuatu." pamit Al dengan melepaskan jasnya di dalam mobil, Ia pun segera pergi ke toko untuk membeli beberapa makanan ringan.


Shanum tersenyum dan melihat ke arah Al yang sedang berjalan menuju minimarket yang ada di sebelah SPBU. Setelah Al masuk ke dalam minimarket, Shanum pun mulai memainkan ponselnya. Namun, tiba-tiba saja ia melihat ada sesuatu yang terjatuh dari kantong jas milik Al.


"Giwang? Ini persis sekali dengan giwang punya Kak Sharen yang hilang itu?" Shanum sangat terkejut saat melihat anting-anting yang sama persis dengan milik Sharen yang hilang.


"Darimana Mas Al mendapatkan ini?"


Karena penasaran, Shanum pun akan menanyakan nya kepada Al. Setelah beberapa menit, Al pun datang dengan membawa beberapa makanan ringan. Ia pun segera masuk ke dalam mobil dan tersenyum kepada Shanum.


"Sorry! Lama ya?"


"Enggak kok, Mas!"


Setelah itu, Al melajukan mobilnya ke jalan raya, sementara itu Shanum masih menyimpan anting-anting berbentuk love yang Ia temukan tadi.


"Oh ya, Mas! Aku ingin bertanya, boleh?" Shanum menatap wajah Al yang sedang mengemudikan mobil.

__ADS_1


"Bertanya? Tentu saja, apa yang ingin kamu tanyakan?" balas Al sembari lurus melihat ke arah depan.


"Tadi, Aku nggak sengaja nemuin ini di bawah kemudi, benda ini terjatuh dari saku jas Mas Al. Pasti ini milik pacar Mas Al dulu, ya?" seru Shanum sembari menunjukkan anting-anting itu kepada Al. Al menoleh dan melihat anting-anting Sharen yang sedang dipegang oleh Shanum.


"Oh ... itu! Ah sebenarnya itu punya seorang gadis, dan dia bukan pacarku. Hanya saja anting-anting itu terjatuh saat kami baru saja bertemu, dan sekarang Aku dan dia tidak akan bisa bertemu lagi." mendengar jawaban dari Al, Shanum sangat yakin sekali jika anting-anting itu adalah milik Sharen yang hilang. Itu berarti pria yang pernah diceritakan oleh Sharen adalah Al.


"Oh ya Tuhan! Ternyata pria itu adalah Mas Al?" batin Shanum yang mulai sadar jika Al adalah orang yang sama yang pernah diceritakan oleh Sharen.


...BERSAMBUNG...


*


*


*


Mampir dulu yuk bestie ke karya punya kak Bhebz yang berjudul BACK TO MANTAN


Back To Mantan


Author: Bhebz


Kata orang, mantan itu seharusnya dilupakan dan dibuang di tempat yang sewajarnya.


Tapi bagi Hazel Almondo, mantan harus diraih kembali untuk memperbaiki ketidaksempurnaan hubungan dimasa lalu.


Dan Bagi Vanila Granola, kembali ke mantan adalah hal yang sangat luar biasa jika itu bisa terjadi dalam hidupnya. Karena ia bahkan tidak pernah lagi menjadikannya tujuan.


Sakit hati pada sang mantan membuatnya jadi perempuan kuat dan tangguh.


Perempuan itu ingin memulai lembaran baru yang lebih berwarna.


Mampukah mereka merajut kembali kisah yang pernah hancur?

__ADS_1


Nantikan di Back To Mantan hanya di Noveltoon.



__ADS_2