Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 37 HTA


__ADS_3

Setelah Nurmala mengetahui semua rahasia putri sambungnya, Ia harus segera bertindak sebelum apa yang Ia takutkan terjadi. Sementara itu Moza sudah sampai di rumah nya, Ia terlihat letih dan kurang tidur, karena semalaman Arthur sudah membuat nya kelelahan.


Nurmala keluar dan melihat Moza yang baru saja pulang semenjak kepergian nya tadi malam, Nurmala segera menghampiri Moza yang saat itu terlihat sangat lelah.


"Moza! Darimana saja kamu, Nak! Mama sangat mengkhawatirkan keadaan mu."


"Moza mau istirahat dulu, Ma! Moza capek banget hari ini." jawabnya sembari berjalan menuju ke kamar tidurnya. Namun, Nurmala terus mengikuti Moza, Nurmala masih penasaran kemana saja Moza semalaman.


"Moza! Katakan sama Mama, darimana saja kamu semalaman? Kamu kelihatan lemah seperti itu, kamu sakit, Nak?" tanya Nurmala sembari menyentuh wajah Moza yang terlihat pucat.


"Enggak, Ma! Moza ngga apa-apa kok, Moza cuma mau istirahat saja, badan Moza benar-benar sakit semua." ujarnya sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Moza segera memeluk bantal dan guling sembari tidur menyamping.


Sementara itu Nurmala terlihat duduk di samping putri sambungnya, Ia benar-benar merasa kasihan melihat keadaan Moza yang seperti tidak bertenaga.


"Ya ampun, Moza! Apa yang kamu lakukan semalam, Nak? Sampai tubuh mu lemas seperti ini?" batin Nurmala memperhatikan tubuh Moza sembari mengusap rambut Moza yang tidur dengan posisi miring, Nurmala membelai rambut sang anak dengan lembut, hingga tak sengaja dirinya menemukan sebuah tanda merah pada area belakang lehernya, seketika Nurmala menutup mulutnya seakan tak percaya dengan pemandangan yang baru saja Ia lihat.

__ADS_1


"Astaga, Moza! Tidak ... ini tidak mungkin! Apa yang sudah kamu lakukan, Moza! Aku harap ini tidak seperti yang Aku takutkan, tidak ini tidak boleh." batin Nurmala yang khawatir jika Moza sudah terlanjur jauh melakukan hubungan terlarang itu.


"Moza! Mama mau kamu menjawab pertanyaan Mama, apa benar semalam kamu pergi bersama pria itu, Arthur?" seketika pertanyaan Nurmala membuat Moza membalikkan badannya kearah Nurmala.


"Memangnya kenapa, Ma? Moza salah, ya? Mama plis, Moza udah gede, Moza bisa nentuin hidup Moza sendiri, Moza tahu apa yang terbaik untuk Moza, oke Ma! Mama nggak usah khawatir, ya!" ucap Moza berusaha meyakinkan Nurmala.


"Bukan itu masalah nya, Moza! Mama berharap kamu tidak berhubungan lagi dengan pria itu, jauhi dia, Nak! Mama melakukan ini demi kebaikan mu, Moza! Sebelum kamu menyesali nya, sebaiknya hentikan dari sekarang, jauhi Arthur."


Mendengar penuturan dari Nurmala, Moza terlihat begitu marah dan tidak terima, Ia pun segera beranjak duduk dan berkata kepada Nurmala.


Seketika Nurmala menggelengkan kepalanya dan terlihat dari matanya yang mulai mengembun. Sungguh apa yang baru saja ia dengar dari bibir Moza membuat nya merasa bersalah kepada Almarhum suaminya.


"Tidak Moza! Kamu tidak boleh mencintai Arthur, lupakan dia! Kamu tidak bisa menikah dengan nya, sampai kapanpun kamu tidak boleh menikah dengan nya." seru Nurmala.


"Tapi kenapa, Ma? Apa karena Daddy Arthur lebih tua dari Moza? Hah ... cinta itu tidak memandang usia, Ma! Dan kami tidak akan pernah terpisahkan, karena hubungan kami sudah terlanjur jauh, Ma! Kami sudah melakukan nya!" ungkap Moza yang membuat Nurmala semakin tidak percaya.

__ADS_1


"Tidak mungkin, ya Tuhan! Ini tidak mungkin ...!"


"Apanya yang tidak mungkin, Ma! Semuanya bisa saja terjadi, karena kami saling mencintai wajar, kan!" ucap Moza yang masih belum memahami maksud Nurmala.


"Moza! Mama mohon sekali lagi, tolong hentikan hubungan kalian berdua, ini benar-benar salah, Moza! Salah ...!!"


"Salah gimana sih, Ma! Tidak ada yang salah ....!" Moza terus bersikeras mendengar nasihat dari Nurmala.


"Salah ... hubungan mu dengan Arthur sangat salah, karena ... karena Arthur adalah Ayah kandung mu!"


'Deg'


"Apa ... !!!"


Seketika Moza lemas seperti tak bertulang saat Nurmala mengatakan jika Arthur adalah Ayah kandung nya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2