Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 15 HTA


__ADS_3

Gerald tersadar dari lamunannya, Ia pun beranjak berdiri dan membersihkan dirinya pada guyuran air shower, tubuh proporsional itu basah oleh air yang mengalir pada setiap bagian tubuhnya, dalam fikirannya hanya ada Nayla, Nayla dan Nayla. Sungguh sang Kakak yang sangat tergila-gila pada adiknya sendiri, yang selama ini Ia sayangi sebagai Adik, nyatanya Gerald justru mulai mencintai Nayla semenjak Nayla menginjak dewasa, pria itu diam-diam mengagumi kecantikan Nayla, sifat manja sang Adik tak terasa membuat rasa cintanya semakin besar, kini Nayla sudah resmi menjadi istrinya, mau tidak mau suatu saat dirinya harus mengungkapkan semua kebenaran nya, Gerald hanya mempunyai satu kendala yaitu sang Oma yang tidak menyetujui jika sang cucu mencintai Nayla.


Bahkan sang Oma sudah menyiapkan jodoh untuk Gerald yang tak lain teman semasa kecilnya, Moza. Sang Oma berharap cucunya tidak mencoreng nama baik keluarga Adams dengan mencintai Nayla, apalagi sang Oma tahu jika Nayla adalah putri dari wanita malam yang nasibnya kebetulan dinikahi oleh Nurdin, pria sederhana yang baik hati untuk membebaskannya dari dunia malam. Itulah sebabnya Oma semenjak tahu siapa Nayla yang sebenarnya, Oma tidak akan pernah merestui sang cucu kesayangan mencintai Nayla, meskipun Oma Hera tahu jika Gerald menyukai Nayla dari dulu.


Sementara di dalam kamar, Nayla tidak bisa memejamkan matanya sama sekali, bayangan pengkhianatan Rio dan Neli selalu mengganggu tidurnya, belum hilang kenangan saat bersama sang Kakak, kini Ia dihadapkan dengan sesuatu yang benar-benar membuat hatinya hancur berkeping-keping. Apalagi saat Ia melihat ranjang tidurnya sendiri, di situ bayangan Gerald selalu muncul.


"Kenapa Aku tidak bisa melupakannya? Ini benar-benar membuat ku gila!"


Nayla memutuskan untuk pergi dari kamarnya untuk menghilangkan semua bayangan tentang Gerald ataupun pengkhianatan Rio. Ia pergi menyendiri dan duduk di kursi yang berada sebuah taman di rumah mewah itu, pandangan nya jauh menerawang, sementara itu Gerald yang baru saja menyelesaikan mandinya, tanpa sengaja Ia melihat sang Adik yang sedang duduk sendirian.


"Nayla! Sedang apa dia malam-malam begini, cuaca sedang dingin, bisa-bisa dia masuk angin." Gerald pun memutuskan untuk menghampiri Nayla, tak perduli Nayla akan cuek padanya, Ia hanya ingin menemani sang Adik, setidaknya Ia ingin meminta maaf atas kekhilafan nya semalam.


Nayla memandangi cahaya bulan malam ini, sejenak Ia bisa melupakan kepenatan nya hari ini, cahaya rembulan malam mengingat kan akan mimpinya tentang seorang pangeran yang akan datang dalam hidupnya, dulu Ia sangat memimpikan seorang pangeran tampan dengan berkuda putih sedang datang menjemputnya, seketika Nayla tersenyum mengingat saat-saat dunia nya yang masih bahagia, saat dirinya masih duduk di SMP. Nayla memejamkan matanya berharap saat Ia membuka nanti, dirinya melihat sosok pangeran yang akan menjemput nya, meskipun itu tidak mungkin. Setidaknya Nayla bisa sedikit terhibur dengan impian konyolnya.


Mata indah itu pun mulai terpejam, tidak lama sekitar satu menit, setelah itu perlahan Nayla membuka matanya sedikit demi sedikit, seketika dirinya melihat wajah seseorang yang sangat Ia kenal, sontak Nayla terperanjat saat tahu sang Kakak sedang berada di hadapannya.


"Abang! Ngapain di situ? Ngagetin Nay aja!" umpat Nayla kesal. Ia pun memalingkan wajahnya dari sang Kakak. Sedangkan Gerald mulai duduk di samping Nayla, seketika Nayla menggeser tempat duduk nya sedikit menjauh dari Gerald.

__ADS_1


"Kamu nggak tidur? Ini sudah malam loh, kamu bisa masuk angin lama-lama berada di sini, udaranya sedang dingin Nay!" seru Gerald sembari menatap wajah Nayla yang masih jutek padanya.


"Peduli apa Abang sama Nay? Mendingan Abang pergi saja dari sini, Nay nggak butuh Abang, Nay makin sumpek lihat Abang."


"Jangan gitu dong, Nay! Abang cuma ingin minta maaf sama Kamu." ucap Gerald serius.


"Percuma! Permintaan maaf Abang tidak akan mengubah segalanya, semua ini gara-gara Abang, Abang sudah menghancurkan hidup Nay, Nay benci Abang!" seketika Nayla berdiri dari duduknya dan pergi ke kamarnya.


"Nay tunggu, Nayla!" Gerald menarik tangan Nayla, sehingga memaksa gadis itu menatap wajah sang Kakak.


"Abang ingin ngomong sama kamu, ayo ikut!" Gerald langsung menarik tangan Nayla dan membawanya ke ruangan kerja Gerald. Gerald ingin menunjukkan sesuatu kepada Nayla.


"Apa sih, Bang! Lepasin Nayla!" Gerald tidak memperdulikan rengekan Nayla, pria itu terus memaksa Nayla untuk mengikuti nya.


Tentu saja Bi Jum melihat mereka berdua yang sedang berjalan menuju ruang kerja, dengan ekspresi wajah Nayla yang merasa terpaksa.


"Mereka kenapa sih dari kemarin kayak nggak akur gitu? Apa mereka ada masalah?" batin Bi Jum penasaran.

__ADS_1


Sesampainya di ruangan kerjanya, Gerald melepaskan Nayla dan menutup pintu itu rapat-rapat, berharap tidak ada orang yang akan mendengar kan apa yang akan disampaikan oleh Gerald kepada sang Adik.


"Untuk apa Abang bawa Nayla ke sini?" tanya Nayla sembari memaksa untuk keluar dari ruangan itu.


"Nayla, cukup! Oke ... Abang minta maaf sama kamu, mungkin seharusnya Abang memberi tahukan semuanya padamu tentang rahasia yang selama ini Abang pendam sendirian." Gerald mencoba mengatur nafasnya agar dirinya bisa menceritakan semuanya kepada Nayla tentang apa yang sudah terjadi.


"Apa maksudmu, Bang?"


"Nayla! Dengan sangat terpaksa Abang harus mengatakan hal ini, sudah bertahun-tahun Abang menahan perasaan cinta pada Adik Abang, itulah mengapa Abang tidak rela jika kamu di miliki oleh pria lain, Abang marah dan emosi ketika kamu menyatakan cinta kepada pria lain, karena seharusnya Abang yang mendapatkannya."


"Abang sadar nggak sih dengan ucapan Abang, Aku ini Adik mu Bang! Nggak mungkin Nay cinta sama Abang!" Nayla bersikeras menganggap jika Gerald adalah Abang kandungnya. Spontan Gerald menjawab. "Bukan ... kita bukan saudara kandung, kamu bukan lah Adikku!"


Sontak Nayla terperanjat saat mendengar pengakuan Gerald yang seketika membuat Nayla menggelengkan kepalanya.


"Apa?"


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2