
"Kalau kepala sekolah terlanjur melihatnya, ya sudah mau gimana lagi, lebih baik Aku jujur saja, toh hubungan kami bukanlah hubungan terlarang, kami nikah sah secara hukum dan agama, jadi nggak perlu khawatir, biarin aja tuh si Rio bakal kebakaran jenggot sendiri, nggak habis pikir dengan sikapnya," Nayla menghela nafasnya sembari memperhatikan teman-teman sekelasnya yang terlihat sinis menatap nya. Seorang di antara mereka dan dia adalah anak kepala sekolah, menghampiri Nayla dan berkata. "Eh teman-teman, ini nih anak yang udah bikin sekolah kita malu, kelakuan mesumnya dengan Abang nya sangat menjijikkan sekali."
Rio mulai masuk ke dalam kelas, Ia melihat ada rame-rame dan teman-temannya terlihat sedang membicarakan sesuatu, Ia pun mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Eh ada apaan sih ribut-ribut?" tanya Rio kepada salah seorang temannya.
"Itu tuh si per3k Nayla, ternyata kita semua ditipu mentah-mentah oleh sikapnya yang sok baik itu, ternyata dia murahan sekali, huh nyesel kita punya teman kek gitu, kelakuannya sungguh memalukan, dia sebut-sebut kamu berbuat menjijikkan dengan Neli, tapi nyatanya dia lebih parah. Dia malah berciuman dengan kakaknya sendiri, ya Tuhan! Dunia memang mau kiamat!"
__ADS_1
Mendengar sahabatnya dihina seperti itu, Rita terlihat begitu marah dan Ia segera menghampiri temannya yang sudah menghina Nayla.
"Eh punya mulut tuh dijaga, tahu apa kamu tentang Nayla nggak usah sok tahu! Nayla gadis baik-baik nggak seperti yang kalian kira, video itu hanya digunakan untuk memfitnah Nayla, hati-hati dengan mulut kalian, kalian pasti akan menyesal!" ucap Rita sembari menunjuk wajah teman yang sudah menghina sahabatnya itu.
"Eh Rita! Kamu ini gimana sih, teman nggak baik kok dibela, heran! Apa jangan-jangan kamu juga membela hubungan sedarah, ya! Ya ampun ini nih kumpulan orang-orang tak bermoral!" seketika Rita melayangkan tangan nya dan mendaratkan pada pipi teman cewek nya itu. Namun, Nayla yang mengetahuinya, Ia pun mencoba menahan tangan Rita agar tidak membuat masalah semakin runyam, karena teman ceweknya itu adalah anak dari kepala sekolah.
"Tapi Nay! Dia udah ngata-ngatain kamu sembarangan, dia nggak tahu aja jika kamu dan Mas Gerald sudah ...!" Rita tidak melanjutkan kata-katanya karena Nayla memotong pembicaraannya.
__ADS_1
"Sudah, tidak apa-apa. Biarkan saja mereka menilai Aku seperti itu, Aku yakin suatu saat mereka akan tahu kebenarannya, ini hanya masalah waktu saja, kita nggak usah nanggepin omongan jelek mereka, nggak ada gunanya. Yuk! Kita duduk ... tuh Bu Rani udah datang!" seru Nayla yang mengetahui jika guru mereka telah datang ke kelas.
Semua siswa duduk di bangkunya masing-masing, Rio yang duduk di bangku belakang Nayla, terlihat senyum-senyum sambil membisikkan sesuatu kepada telinga Nayla.
"Bagaimana kejutan dariku? Ini belum seberapa, Aku masih punya yang lebih dari ini, dan jika seluruh sekolah dan guru tahu, Aku nggak yakin kamu bisa bertahan dengan malu yang sebentar lagi akan menimpa mu, ya ampun! Kasihan sekali kamu Nayla. Kamu dan Abang mu yang sok itu sebentar lagi akan menjadi sorotan media yaitu hubungan terlarang antara kakak beradik. Cuihh benar-benar bejat kalian berdua." setelah membisikkan itu kepada Nayla, Rio segera duduk seperti biasa dengan wajah yang sumringah, Rio seolah sangat puas sudah menyebarkan keburukan Nayla yang selama ini Ia tutup-tutupi.
"Semoga saja kamu tidak mendapatkan serangan jantung Rio, jika kenyataannya akan berbalik membuatmu malu, semoga Abang bisa mengendalikan emosinya saat dia tahu kamu lah biang kerok, persiapkan wajahmu untuk mendapatkan bogem mentah dari Abang," batin Nayla sembari tersenyum.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...