
Sementara di rumah, Sharen pun mulai masuk ke dalam kamar nya, Ia masih teringat akan pertemuannya dengan laki-laki yang sudah menyelamatkan nya sekaligus membebani pikirannya. Ia berdiri di depan cermin dan menatap pantulan wajahnya. Tiba-tiba saja Ia melihat jika anting-anting yang biasa Ia gunakan hilang salah satu.
"Eh kok anting-anting ku nggak ada? Kemana ya? Apa jangan-jangan terjatuh di dalam kamar penginapan itu, omaigad! Itu anting-anting kesayangan ku." sesal Sharen yang sangat bersedih karena kehilangan salah satu anting-anting miliknya.
Tak berselang lama Shanum datang dan melihat kakak kembarnya yang sedang kebingungan mencari sesuatu.
"Kakak mencari apa?" tanya Shanum sembari memperhatikan Sharen yang sedang sibuk mencari anting-anting nya.
"Shanum! Anting-anting kakak hilang, itu anting-anting kesayangan Kakak yang diberikan Oma Nurmala, itu berlian asli." ucap Sharen.
"Oh anting-anting yang berbentuk love punya kakak itu?"
__ADS_1
"Iya, kita berdua dikasih anting-anting Oma Nurmala saat ulang tahun kita yang ke 23 kemarin, punya kakak nggak ada satu. Aduh gimana dong, kalau Oma tanya Aku harus jawab apa?" Sharen terlihat panik.
"Memangnya Kakak dari mana saja? Pasti anting-anting itu terjatuh di suatu tempat sebelum kakak pulang ke rumah." seru sang adik kembar.
"Iya juga sih! Apa mungkin anting-anting ku terjatuh di kamar itu?" mendengar penuturan sang kakak, Shanum terlihat begitu terkejut. Ia pun sangat penasaran kamar yang mana yang dimaksud oleh Sharen.
"Kakak habis ngamar sama Darion? Bukannya tadi Kakak mau bertemu dengan nya?" tanya sang adik menyelidik.
"Idiiih ya nggak lah, nggak mungkin kakak melakukan hal itu, bisa-bisa Mama mencak-mencak jika tahu kakak sampai sekamar dengan Darion." jelas Sharen.
"Tadi, kakak nggak sengaja bertemu dengan seorang pria, dan dia ...!" Sharen kemudian menceritakan semuanya kepada sang Adik tentang pertemuan nya dengan Al. Shanum terus menyimak pengakuan dari Sharen, sekilas Shanum melongo saat mendengarkan pengakuan Sharen yang membuat siapa saja pasti sangat terkejut.
__ADS_1
"What? Kakak yakin dia nggak ngapa-ngapain? Secara gitu loh. Kakak telanjang bulat bersama seorang pria asing yang belum pernah sama sekali bertemu, waaahhhh hebat bener tuh orang bisa nahan nafsunya, patut di acungi jempol." seru Shanum yang justru memuji pria itu yang tak lain adalah Al.
"Hebat katamu? Yang ada kakak malu banget tahu nggak, pastinya dia udah lihat semua lekuk tubuh Kakak, dia pasti juga tahu model baru yang kakak coba kemarin, ihh nggak bisa bayangin saat dia lihat."
Shanum tertawa kecil mendengar ucapan dari Sharen, Ia pun berharap sang kakak bisa berjumpa kembali dengan pria itu, karena sepertinya pria itu adalah pria yang langka, atau jangan-jangan dia mempunyai kelainan? Sejenak itulah yang ada dalam pikiran Shanum.
"Aku berharap Kakak bisa bertemu lagi dengan pria itu, Aku penasaran seperti apa dia." Shanum berkata sembari menatap wajah Sharen yang terlihat menepuk jidatnya sendiri.
"Aduuh kamu gimana sih, justru kakak ogah ketemu dia lagi, cukup sekali saja seumur hidup. Dan kamu nggak usah penasaran dengannya, nanti kamu naksir, dia cakep sih, nggak bisa bohong. Tapi, Kakak merasa malu banget. Nggak bisa bayangin kalau ketemu dia lagi, mau taruh di mana muka Kakak."
"Kakak ini gimana sih, siapa tahu dia jodoh Kakak. Toh kakak juga baru saja putus dari Darion, Aku sendiri juga kurang suka dengan Darion, ih dia itu orangnya kasar ngga ada lembut-lembutnya sama sekali, apalagi dia udah selingkuhin kakak. Baguslah kalau Kakak putus sama dia, Aku doakan saja semoga kakak bisa bertemu dengan pria itu, biar kita sama-sama punya pasangan, Kakak sama tuh cowok, Aku sama Mas Al." ucap sang Adik yang membuat Sharen geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Aduh Shanum adikku, kamu tuh kok mengharap banget sih bisa deket sama Al, kamu ingat nggak sih, dulu dia sering banget gangguin kita, yang paling bikin kakak sebel tuh, dia pernah mencubit pipi Kakak sampai merah, ih pokoknya kalau ketemu nanti, kakak balas dia, kakak bakalan cubit ginjalnya, biar tahu rasa."
...BERSAMBUNG...