
Moza terduduk lemas, wajahnya semakin pucat, apa yang sudah Ia lakukan. Ia pun berusaha untuk mencari tahu kebenaran nya, Moza sempat menolak kebenaran itu, dengan alasan Nurmala ingin memisahkan dirinya dan Arthur, dan akan menjodohkan nya dengan cucu Hera.
"Tidak ... itu tidak mungkin, Ma! Mama pasti bohong, kan! Aku tahu Mama tidak suka dengan Daddy Arthur, dan Mama ingin menjodohkan Aku dengan orang lain, tapi maaf, Moza tidak bisa, dan Mama sengaja membuat berita bohong ini untuk memisahkan kami berdua iya kan, Ma!"
"Tidak, Nak! Mana mungkin Mama membohongi mu, Mama pun baru mengetahui semuanya itulah kenapa Almarhum Papa mu meminta Mama untuk menjauhkan mu dari pria bernama Arthur itu, karena pria itu adalah pria bejat yang sudah menghancurkan hidup Almarhum Mama mu, Arthur memperkosa Lea, sebelum Mama dan Papa mu menikah, dan akhirnya Mamamu mengandung setelah kejadian pemerkosaan itu, dan anak yang dilahirkan Lea sangat cantik, dan anak itu adalah kamu, Moza!" jelas Nurmala yang terus meyakinkan Moza untuk percaya.
Moza hanya menangis dan menggelengkan kepalanya tak percaya, "Tidak! Itu tidak mungkin ...."
"Almarhum Papa Heru sudah melakukan tes DNA untuk mengetahui siapa Ayah biologis dari Putri Lea, dan hasil tes DNA itu menyatakan jika DNA kamu dan Papa Heru tidak sama, itu artinya Kamu dan adalah putri kandung Arthur, dia Ayahmu ... Arthur Ayahmu, Moza!" seru Nurmala sembari menunjukkan bukti-bukti yang baru saja Ia ketahui.
"Tidaaaakkkkk ...."
__ADS_1
Moza menangis histeris, menghadapi kenyataan yang begitu pahit, ternyata laki-laki yang selama ini bercinta dengannya adalah Ayah kandung nya sendiri, seketika Moza pingsan, tubuhnya lemah ditambah beban pikiran yang baru saja Ia ketahui kebenaran nya.
"Moza ... Moza bangun, Nak! Astaga ... maafkan Mama, Sayang! Mama terpaksa harus mengatakan nya agar kamu tidak melanjutkan hubungan terlarang itu, Mama sangat menyayangi mu, seperti putriku sendiri, bangun lah, Moza!" Nurmala berusaha untuk merebahkan tubuh Moza di atas tempat tidurnya, kemudian Ia memerintahkan pelayan untuk mengambilkan obat dan air minum agar Moza lekas siuman.
Nurmala begitu telaten merawat Moza, sungguh malang nian nasib gadis itu, sedari kecil Ia kurang mendapatkan kasih sayang dari Ibu kandungnya, meskipun Heru menganggap nya seperti anak kandungnya sendiri, tapi Heru juga tidak bisa memaksakan kasih sayang seutuhnya sebagai seorang Ayah, karena Moza bukanlah putri kandungnya, sehingga Moza menjadi sosok gadis yang kesepian, Ia menginginkan sentuhan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya, dan itu mempengaruhi gaya hidup dan pergaulan bebas Moza, dan akhirnya Ia pun mendapatkan kasih sayang sebenarnya dari Arthur, pria yang dikenalnya sejak kepulangan nya bersama Nurmala 2 bulan yang lalu, mereka bertemu saat Nurmala menghadiri pameran berlian, Ia mengajak Moza dan di sana tak sengaja Moza bertemu Arthur.
Dari pertemuan itu Arthur terpesona melihat kecantikan Moza, pun sebaliknya Moza seperti menemukan sosok yang tepat untuk bersandar, Arthur pun berusaha mendekati Moza hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berhubungan. Tanpa mereka sadari hubungan itu kian jauh, Arthur yang seorang Casanova sejati, tentunya Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Arthur pun telah menggagahi Moza tak terhitung jumlahnya, dan yang terakhir adalah malam itu, dimana kepulangan Moza dari rumah Arthur membuat gadis itu harus mengetahui kenyataan pahit jika pria yang selama ini Ia cintai adalah Ayah kandung nya sendiri.
*
*
__ADS_1
*
"Moza! Syukurlah akhirnya kamu siuman, Sayang! Kamu makan dulu ya! Mama suapin." seru Nurmala sembari membawakan sarapan untuk Moza, mengingat Moza pulang pagi sekali dan tentu saja gadis itu belum makan apapun, apalagi melihat kondisinya yang begitu pucat dan lelah.
Moza menggelengkan kepalanya, tatapan matanya kosong, terlihat matanya yang sembap, dan sesekali air mata terjatuh dari sudut matanya.
"Moza, Sayang! Ayo makan, Nak! Mama tidak mau melihat mu sakit." Nurmala pun tak tega melihat kondisi Moza yang seperti itu, tentu saja tak bisa dibayangkan bagaimana perasaannya saat itu, apa yang sudah Ia lakukan benar-benar terkutuk.
"Ma!"
"Iya, Sayang!"
__ADS_1
"Aku ingin ke kamar mandi! Aku ingin membersihkan tubuh kotor ini, Aku jijik pada diri sendiri, ayo Ma! Bawa aku ke kamar mandi, bersihkan tubuh ini dari bekas sentuhan laki-laki laknat itu, Moza mohon, Ma! Moza mohon!" rengek Moza yang d iringi Isak tangis nya yang menyayat hati. Nurmala memeluk Moza penuh haru, meskipun Ia bukan putri kandungnya, Nurmala begitu sakit saat tahu jika laki-laki itu adalah pria yang sudah menghancurkan hidup Lea sekaligus putri kandungnya sendiri, Ia tak akan membiarkan pria itu mengganggu Moza lagi.
...BERSAMBUNG ...