
Akhirnya makan malam itu berakhir dengan kebahagiaan, baik Nurmala maupun Hera terlihat saling memaafkan dan melupakan masa lalu, sementara pasangan yang tengah berbahagia terlihat begitu bahagia dan lega akhirnya kedua pihak keluarga terutama sang Oma sudah memberikan restu untuk mereka. Dan di sisi lain, tentu saja harapan Jordan dan Moza untuk mengikuti jejak Gerald pun mulai terealisasi, Jordan meminang di depan Nurmala untuk menjadikan Moza sebagai istrinya, tentu saja Moza terlihat malu-malu, baru kali ini ada seorang pria yang berani menyatakan dirinya untuk menjadikannya wanita satu-satunya dalam hidup seorang Jordan.
"Bu Nurmala, izinkan Saya untuk menjadikan Moza sebagai pendamping hidup Saya, Saya berjanji akan selalu mencintainya, menjaganya, karena Saya benar-benar sangat mencintai Moza!" seketika air mata Moza keluar dari sudut matanya, Ia tak kuasa menahan tangis dan haru, melihat kesungguhan Jordan dan ketulusan hati pria itu, sungguh sangat beruntung dia mendapatkan seorang pria yang benar-benar tulus mencintai nya tanpa syarat, menerima segala kekurangan dan kelebihan nya, dan tentunya Jordan tahu bagaimana kisah pahit kehidupan Moza di masa lalu.
"Aku sangat bahagia, akhirnya kedua putriku mendapatkan laki-laki yang sangat baik dan mencintai mereka dengan iklhas, Aku mohon kepada kalian berdua, jangan sakiti kedua putriku, mungkin Aku bukanlah Ibu yang baik untuk mereka, tapi Aku sangat berharap kepada kalian untuk selalu membuat mereka tersenyum, Aku sangat percaya kepada kalian berdua, Nayla dan Moza sudah berada di dalam tangan yang tepat." ungkap Nurmala sembari menitikkan air matanya.
Sontak Nayla dan Moza datang memeluk Ibu mereka, malam itu pun menjadi malam yang sangat mengharukan, kedua putri Nurmala merasa sangat beruntung memiliki seorang Ibu seperti Nurmala, tidak ada Ibu yang sempurna, setidaknya Nurmala selalu berharap kebahagiaan untuk kedua putri mereka.
Tak terasa Oma Hera pun ikut merasa terharu melihat pemandangan yang ada di depannya, Ia pun ikut menghampiri mereka dan saling memeluk.
"Bu Nurmala jangan khawatir, kami sekeluarga akan menganggap Nayla sebagai cucu kami, dia tidak akan kekurangan kasih sayang sedikitpun." ucap Hera.
__ADS_1
Tentu saja kedua pria tampan itu juga ikut terharu, Gerald terlihat menyeka air matanya, sejenak Gerald melihat ke samping, Ia melihat Jordan yang menangis sesenggukan sambil mengusap ingus bening yang keluar dari hidungnya, sungguh pria itu sangat terharu melihat kebahagiaan itu.
Gerald menggelengkan kepalanya sambil memberikan sapu tangannya untuk Jordan. Tentu saja Jordan langsung mengambil sapu tangan yang diberikan oleh temannya itu, dan setelah itu Ia membersihkan ingus dan air mata yang membasahi wajah hitam manisnya.
"Ya elah, Jo! Nangisnya gitu amat, kalah nangisnya sama Oma." seru Gerald sembari melirik ke arah Jordan yang sibuk membersihkan ingusnya.
Setelah Jordan membersihkan wajahnya dari air mata dan ingus yang menetes dari hidungnya, Ia pun mengembalikan sapu tangan itu kepada Gerald dengan menarik tangan Gerald dan meletakkan sapu tangan itu pada telapak tangan Gerald. Seketika Gerald membulatkan matanya saat melihat sapu tangan bekas ingus dan air mata Jordan.
"Parah kamu, Jo! Masa Aku kamu kasih ingus? Dasar payah." Gerald terlihat melihat sapu tangannya yang basah oleh air mata Jordan.
"Sabar Bro! Lagipula sebentar lagi kamu tidak akan tinggal sendirian, Moza akan menemani mu setiap hari!" seru Gerald menenangkan hati sahabat nya itu.
__ADS_1
"Iya kamu benar, Sebentar lagi Aku akan membawa Moza untuk tinggal menemaniku, Aku sudah tidak sabar lagi ingin segera menikah dengannya!"
"Ahhh ... kamu enak banget bisa tinggal berdua saja, lah Aku? Ada Oma di rumah, mana di suruh puasa lagi, bete kan? Gimana dong nasibku nanti!" sahut Gerald dengan wajah kesalnya.
"Ya udah terima saja, lagian cuma 3 bulan aja kok!" sahut Jordan sembari menepuk pundak sang sahabat.
"Bagiku tiga bulan itu waktu yang lama banget, dua hari nggak ketemu Nayla aja udah cenut-cenut rasanya, apalagi 3 bulan. Bisa-bisa gila!"
Jordan tertawa melihat ekspresi wajah Gerald yang tak terima jika dirinya harus berpuasa selama itu.
"Terima aja nasibmu itu, Bro! Tuh sabun banyak di toko!" celetuk Jordan yang diiringi tawa kecilnya.
__ADS_1
"Hahh ... ya nggak enak lah, nggak senikmat biasanya." sahut Gerald dengan tubuh yang tertunduk lemas.
...BERSAMBUNG...