Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 31 HTA


__ADS_3

"Bi ... Bi Jum kenapa? Aduhh jangan pingsan dong!" seru Nayla saat melihat Bi Jum yang terlihat lemas tak berdaya. Khawatir saja jika Bi Jum pingsan. Namun, rupanya Bi Jum hanya shok setelah mendengar pengakuan dari Nayla. Wanita yang berusia sekitar empat puluh tahunan itu terlihat mencoba mengatur nafasnya. Kemudian Ia mulai berkata kepada Nayla, "Non Nayla serius?"


Nayla pun tak bisa menutup-nutupi dari wanita yang sedari kecil paling dekat dengannya itu.


"Maafkan Nay, Bi! Tapi gimana lagi semua sudah terlanjur terjadi, Nayla tidak bisa menolaknya, Nay dan Abang Gerald tidak akan bisa dipisahkan, Nay sadar jika Bang Gerald adalah Abang sekaligus suami yang paling baik untuk Nayla." mendengar pengakuan dari Nayla, Bi Jum justru pingsan.


"Loh Bi! Bangun dong! Bi Jum, bangun! Aduh gimana dong!" Nayla segera pergi mencari bantuan, Ia melihat sang Oma yang sedang berada di luar bersama Gerald, Ia pun meminta bantuan Kepada keduanya.


"Oma, Abang! Bi Jum ... Bi Jum!" Nayla berkata sambil terputus-putus nafasnya, sementara Gerald segera menghampiri sang istri dan bertanya kepadanya.


"Ada apa, Nay?"


"Bi Jum, Bang! Bi Jum pingsan." ucapnya sembari tersengal-sengal.


"Bi Jum pingsan? Kok bisa sih?"


Akhirnya Gerald dan Hera datang ke kamar Nayla untuk melihat kondisi Bi Jum. Setelah beberapa saat mereka bertiga tiba di kamar Nayla, dimana Bi Jum sedang terbaring pingsan, tidak biasanya Bi Jum pingsan seperti ini mungkin ia terlalu shock saat mendengar jika Nayla memanggil Gerald sebagai suami.


"Astaga! Bagaimana bisa Bi Jum pingsan? Nayla! Kamu apain Bi Jum sampai dia pingsan seperti ini?" cecar Hera sambil memberikan minyak angin pada Bi Jum agar cepat tersadar.


"Nayla ngga tahu, Oma! Tiba-tiba saja Bi Jum pingsan, Nayla ngga apa-apain Bi Jum beneran?" jawab Nayla yang masih gugup. Apa mungkin pengakuan nya yang sudah membuat Bi Jum pingsan.


"Halah kamu tuh pinter banget ngeles! Pokoknya jika kondisi Bi Jum belum membaik, kamu yang harus menggantikan posisi dia," ucap Hera kepada Nayla, mendengar hal itu tentu saja Gerald tidak terima.


"Oma ini apa-apaan sih, masa cucu sendiri disuruh kerja gantiin Bi Jum."


"Kamu tuh ya selalu saja menentang keputusan Oma, biarkan saja Nayla menggantikan Bi Jum sampai keadaan Bi Jum membaik, dia anak perempuan jadi wajar dia mengerjakan pekerjaan rumah, sudah! Kamu tidak usah protes, sekarang kamu pergi ke dapur, lanjutkan tugas Bi Jum, pasti Bi Jum kaget melihat kalian tidur bersama, pasti itu, sudah! Kamu pergi sana, Nayla!" titah Oma Hera kepada Nayla.

__ADS_1


"Nggak bisa dong, Oma! Nayla harus sekolah, Gerald ngga akan mengizinkan Nayla untuk pergi ke dapur!" ucap Gerald yang terus melindungi sang Istri dari perlakuan Oma Hera.


"Sudah, Bang! Nggak apa-apa kok, Aku bisa kerjain itu, biarkan Bi Jum istirahat, biar Nay yang nyiapin sarapan nya, Abang ngga perlu khawatir!" sahut Nayla untuk menenangkan suaminya.


"Tuh Nayla aja mau kok, kamu yang malah nggak terima, udah biarin aja, Nayla tuh anak perempuan, harus bisa kerja di dapur biar nggak manja."


"Tapi, Oma!" Gerald terus berusaha untuk tidak mengizinkan Nayla pergi ke dapur, Nayla pun merayu Gerald untuk membiarkan nya menggantikan Bi Jum.


"Udah lah, Bang! Nggak apa-apa, Nay ngga keberatan kok, Oma benar, Nay ini anak perempuan harus kerja di dapur supaya nanti Nay bisa masak buat suami Nay." seketika Gerald tersenyum mendengar penuturan dari sang istri.


"Gitu ya! Oke ... kalau begitu biar Abang bantu masak ya, Abang juga pingin bantuin kamu masak di dapur." jawabnya sembari mengajak Nayla keluar kamar. Spontan Oma Hera menghadang langkah keduanya untuk pergi ke dapur bersama.


"Eh eh kamu mau kemana Gerald? Biarkan saja Nayla pergi sendiri,"


"Ya nemenin Nayla masak dong, Oma! Nanti kalau dia masak terus kena minyak panas pas goreng-goreng, biar ada yang ngelindungi Oma, kasihan kan Adik Gerald nanti kulitnya bisa terluka, biar Gerald yang jagain. Oma di sini saja biar kami yang masakin Oma, ya!"


Mendengar ucapan sang suami, seketika Nayla tertawa kecil, sementara Oma dibuat mencak-mencak dengan ucapan Gerald.


"Sudahlah, Bang! Oma benar, Nay harus bisa mandiri, lagipula Abang harus kerja."


"Lah kamu juga harus sekolah, kan?" sahut Gerald.


"Ya iya sih, tapi nggak apa-apa deh, kasihan Bi Jum, sekali-kali bantuin Bi Jum ngga apa-apa, kan?" ucap Nayla mencoba meyakinkan sang Suaminya.


Tak berselang lama, Bi Jum mulai siuman, Ia terlihat memegang kepalanya yang terasa pusing. Gerald melihat Bi Jum yang sudah membuka kedua matanya.


"Bi Jum! Bi Jum sudah siuman, syukurlah!" ucap Gerald senang.

__ADS_1


"Syukurlah, Bi Jum sudah sadar, Nay khawatir banget!"


Bi Jum menatap dua anak itu, Nayla dan juga Gerald, sejenak Bi Jum tersenyum melihat keduanya, mungkin mereka memang sudah ditakdirkan berjodoh.


"Bi Jum! Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa tiba-tiba Bi Jum pingsan?" sahut Hera sembari memperhatikan wajah Bi Jum yang bingung harus bicara apa kepada Hera.


"Anu Nyonya! Tadi tiba-tiba saja kepala Bi Jum mendadak bingung, jadi ya pingsan deh!" jawab Bi Jum berbohong sembari menatap wajah Nayla.


"Ya sudah! Bi Jum istirahat saja, biar Nayla yang gantiin Bi Jum bekerja." tegas Hera.


"Jangan Nyonya! Biar saya saja." bantah Bi Jum.


"Udah biarin aja, biar Nayla yang bekerja. ayo Nayla cepat kamu pergi ke dapur, Oma ngga mau tahu, kamu yang harus menyiapkan sarapan pagi ini," setelah mengucapkan itu Hera segera meninggalkan kamar Nayla dan juga mengajak Nayla untuk pergi ke dapur.


Sementara itu tinggal Bi Jum dan Gerald yang masih berada di dalam Nayla, Bi Jum memberanikan diri untuk bertanya kepada Gerald tentang apa yang baru saja Ia dengar dari Nayla.


"Tuan muda! Bibi mau tanya sesuatu?"


Gerald menghampiri Bi Jum dan berkata, "Apa yang ingin Bi Jum tanyakan?"


"Ada hubungan apa antara Tuan muda dan Non Nayla? Apa dugaan Bibi benar jika Tuan muda dan Non Nayla sudah melakukan hubungan yang terlalu jauh?" tanya Bi Jum untuk meyakinkan dirinya bahwa dugaannya itu memang benar.


"Iya Bi, hubungan kami sudah terlanjur jauh, kami melakukannya karena suka sama suka, dan kami sama-sama menginginkannya." jawab Gerald dengan santai.


"Astaga! Tuan muda, Bibi tahu jika Non Nayla bukan Adik Tuan muda, tapi hubungan kalian sudah melebihi batas kewajaran, ini tidak boleh, dosa!" ucap Bi Jum menyayangkan.


Gerald tersenyum dan menatap wajah Bi Jum, "Bi Jum tidak usah khawatir, Aku dan Nayla sudah menikah diam-diam, jadi apa yang kami lakukan itu hal yang wajar, bukan?" mendengar pengakuan dari Gerald, Bi Jum sangat terkejut, antara senang dan tidak percaya.

__ADS_1


"Apa? Kalian sudah menikah?"


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2