
"Sekarang kamu tahu kenapa Oma tidak suka melihat mu dekat-dekat dengan cucuku, karena kamu anak seorang pelaacur!! Jadi, sebaiknya kamu menjauhi Gerald kalau bisa sebaiknya kamu pergi saja dari rumah ini, lagipula kamu juga bukanlah bagian dari keluarga besar Adams, Aku akan segera menghapus namamu dari daftar keluarga."
Seketika Nayla menutup telinganya, sungguh apa yang Ia dengar sangatlah menyakitkan, bagaimana bisa dirinya bisa terlahir dari seorang Ibu yang seorang pelaacur, Nayla benar-benar sangat bersedih. Apalagi Hera berniat untuk menghapus namanya dari daftar keluarga besar Adams.
"Kamu tahu! Kehadiran mu di rumah ini tidak ada gunanya, Sudarsono sudah meninggal dan sekarang Aku yang akan bertanggung jawab terhadap cucuku, Aku akan menikah kan Gerald dengan wanita yang lebih baik daripada kamu, dan tentunya dia lebih terhormat daripada kamu, ada baiknya kamu pergi saja dari rumah ini, lebih cepat lebih baik."
Setelah mengatakan hal itu Hera pun segera pergi dari kamar Nayla, sedangkan Nayla hanya bisa meratapi nasibnya, Ia pun mencoba tegar, Nayla berusaha menghapus air matanya, Ia sadar apa yang dikatakan oleh Hera benar adanya.
"Oma benar! Aku bukanlah siapa-siapa di rumah ini, Aku orang lain di rumah ini. Papa, Mama! Maafkan Nayla, sepertinya Nay udah nggak pantas menyandang gelar sebagai bagian dari keluarga ini, Nay sadar siapa diri Nay, Oma benar! Aku harus pergi dari rumah ini, ini bukan rumah ku, tapi Aku harus pergi kemana?" batin Nayla sembari memeluk foto Sudarsono dan Istrinya.
Sejenak Nayla duduk di atas ranjang tidurnya, Ia teringat Gerald, jika dia pergi pasti Gerald akan sangat mengkhawatirkan nya, Nayla dilema, apa yang harus Ia lakukan, mempertahankan Gerald sedangkan dirinya tak di akui di rumah itu.
__ADS_1
"Jika Aku pergi, bagaimana dengan Abang? Dia pasti sangat mencari ku. Tapi, jika Aku tetap di sini, rasanya sudah tidak ada gunanya lagi, Aku bukan lah anak kandung Mama dan Papa, tapi anak seorang pelaacur, ya Tuhan! Oma benar tak seharusnya Abang mendapatkan gadis seperti ku."
Hari itu juga, Nayla sudah bertekad untuk pergi dari rumah keluarga Adams. Hera sudah menghina nya, untuk apa lagi Ia bertahan di rumah itu jika Hera tidak pernah menginginkan nya.
Malam yang mulai gelap, Nayla hanya mengambil beberapa pakaian nya saja, Ia berniat ke rumah Rita, di sana Ia meminta tolong kepada Rita untuk merahasiakan kepergian nya dari Gerald dan Ia akan mencoba hidup mandiri, ini terpaksa Ia lakukan betapa dirinya tidak ingin membuat Gerald malu telah memilki seorang istri yang ternyata anak seorang pelaacur.
Hari itu juga Nayla keluar dari rumah, Ia melewati pintu belakang agar tidak ada yang melihatnya, jika Bi Jum tahu maka Ia tidak akan mengizinkannya. Dengan mengendap-endap Nayla keluar dari rumah yang selama ini sudah membesarkan nya.
"Maafkan Nay, Bang! Nay tidak ingin mempermalukan mu, Nay tahu diri, Nay bukan siapa-siapa di rumah ini, semoga kamu bisa menerima keputusan ku." Beberapa kalimat yang Ia tulis pada secarik kertas yang Ia letakkan di atas meja kecil di sebelah tempat tidur nya.
Nayla terus berjalan entah kemana arah tujuannya, awalnya Ia akan pergi ke rumah Rita, tapi kenyataannya fikirannya sudah sangat tak karuan, mengikuti langkah kakinya kemampuan Ia berjalan.
__ADS_1
Berjam-jam Nayla berjalan, hingga raganya kian lelah, Ia pun mulai lemas dan akhirnya gadis itu jatuh terkulai di pinggir jalan. Tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti tepat di samping Nayla terjatuh. Terlihat seorang wanita tengah turun dari mobil dan menghampiri Nayla yang sedang jatuh pingsan.
"Nayla! Astaga ... apa yang terjadi dengan mu, Nak!"
Sopir wanita itu mengangkat tubuh Nayla dan membawanya masuk ke dalam mobil.
*
*
*
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
...SIAPAKAH WANITA YANG MENOLONG NAYLA? 🤔...