Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 56 HTA


__ADS_3

"Kayaknya Abang harus tahu deh, entar Nay ceritain. Biarkan Mbak Moza tenang dulu, kita berangkat sekarang!" Nayla mengajak suaminya untuk segera berangkat, sementara itu Moza masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan yang campur aduk, benarkah yang dikatakan oleh Gerald itu benar? Apa dia benar-benar hamil? Rasanya dunia akan runtuh jika dirinya benar-benar hamil.


Moza menjerit dan mengamuk di dalam kamarnya, semua barang-barang Ia lemparkan di atas lantai. Ia tak bisa bayangkan jika dirinya benar-benar mengandung anak Arthur.


"Aaaaa ... aku tidak mau! Aku tidak mau hamil. Tidaaaakkkkk! Aku tidak mau ...." Moza terlihat memukul-mukul perutnya sendiri, betapa anak itu pasti akan membuatnya semakin menderita.


"Moza! Ya Tuhan, tenangkan dirimu, Nak! Ada Mama di sini," Nurmala mencoba menenangkan Moza yang saat itu terlihat sangat kacau. Nurmala memeluk gadis itu, Moza terlihat begitu terpukul dengan hal yang baru saja terjadi pada dirinya, jika benar dirinya hamil pasti hidupnya semakin hancur.


"Aku tidak mau hamil, Ma! Aku tidak mau. Lebih baik Aku mati saja, Aku nggak mau menanggung beban ini sendirian, Aku nggak mau, Aku mau mati ...."


"Sssttt ... Moza sadar, Nak! Tenangkan dirimu, siapa yang bilang jika kamu hamil, belum tentu apa yang dikatakan Gerald itu benar, bisa saja kamu memang masuk angin atau kecapekan, banyak kemungkinan yang terjadi." Nurmala terus berusaha menenangkan Moza yang mulai panik jika apa yang dikatakan oleh Gerald itu benar adanya.


Di waktu yang bersamaan, Gerald dan Nayla yang hendak naik ke dalam mobil, dikejutkan dengan suara jeritan dan teriakan dari dalam rumah mewah itu, dan tak salah lagi itu adalah suara Moza yang sedang berteriak sambil menangis.


"Itu suara Moza? Kenapa dia teriak-teriak gitu?" tanya Gerald penasaran. Ia belum tahu jika Moza dan Arthur memiliki hubungan, bukan hanya sekedar hubungan intim tapi juga hubungan darah.


"Itulah, Bang! Makanya Mbak Moza seperti itu, ada sesuatu yang harus Abang ketahui, sebuah rahasia yang akan membuat Abang pasti sangat terkejut." ungkap Nayla sembari menatap wajah sang suami.


"Rahasia? Rahasia apa maksudmu, Nay? Abang nggak ngerti."


"Kita masuk dulu, Bang! Nay ceritain di dalam."


Akhirnya Nayla dan Gerald naik ke dalam mobil mereka, hingga akhirnya mobil itu melesat ke jalan raya, Gerald yang sedari tadi masih penasaran dengan apa yang terjadi dengan teman sekolahnya itu segera menanyakan kepada Nayla tentang apa yang sebenarnya terjadi.


"Sekarang katakan sama Abang apa yang sudah terjadi dengan Moza?"


Nayla menghela nafas panjang, Ia harus menceritakan semuanya kepada Gerald tentang apa yang sudah terjadi dengan Moza.

__ADS_1


"Bang! Ternyata Mbak Moza itu adalah sugar baby nya Tuan brengsek alias Arthur,"


"Apa? Kamu yang benar, Nay? Moza ada hubungan dengan laki-laki brengsek itu?"


Gerald terlihat menggelengkan kepalanya saat mendengar Nay berkata demikian. Sungguh dirinya tak percaya jika Moza menjalin hubungan dengan pria yang menjadi musuhnya itu.


"Parahnya lagi, Bang! Mbak Moza dan Arthur memiliki hubungan yang sangat dekat,"


"Maksudmu?" Gerald terlihat semakin penasaran.


"Iya ... Arthur adalah Ayah kandung Mbak Moza."


"Apa? Arthur Ayah kandung Moza? It's crazy, itu nggak mungkin, Nay! Kamu pasti bercanda, kan? Abang sangat tahu bagaimana Arthur. Gadis manapun yang dekat dengannya tidak akan pernah selamat dari cengkeraman nya, astaga Moza! Bagaimana bisa ini terjadi!" sesal Gerald yang menyayangkan perbuatan temannya itu. Dan Gerald pasti sangat mengetahui apa yang sudah Arthur lakukan pada Moza.


"Shiiit! Arthur benar-benar bajingan!" umpat Gerald yang semakin geram dengan sikap Arthur yang seperti binatang.


Gerald tak habis pikir, ternyata kelakuan bejat Arthur tidak hanya terbatas pada wanita-wanita lain, ternyata anak kandungnya sendiri Ia rusak juga.


"Arthur harus mendapatkan ganjaran yang setimpal, ini tidak bisa dibiarkan, pria itu sudah membuat putri kandungnya sendiri menderita, apa yang ada dalam pikirannya?" Gerald semakin tak bisa menduga bagaimana bisa Arthur bisa setega itu terhadap Moza.


"Kalau Nay rasa, sepertinya Tuan brengsek itu juga tidak tahu jika Mbak Moza adalah anak kandung nya, karena rahasia itu baru saja terungkap dari Mama Nurmala yang tak sengaja menemukan buku diary Almarhum Mama Mbak Moza yang dulu pernah diperkosa oleh Tuan brengsek itu, Bang! Itulah kenapa Mama berusaha menjodohkan kamu dan Mbak Moza, dan menjauhkan Mbak Moza dari Tuan brengsek itu atas wasiat dari Almarhum Papa sambung Mbak Moza yang tahu jika Arthur adalah Anak kandungnya." ungkap Nayla.


"Oh jadi seperti itu, astaga! Kasihan sekali Moza, semoga saja dia bisa kuat menghadapi masalah ini.


Di saat yang bersamaan tiba-tiba saja terdengar suara ponsel Gerald berdering. Ia pun segera mengambil ponselnya yang Ia letakkan di dalam saku jasnya.


"Jordan?" Gerald kemudian mengangkat telepon dari seseorang yang merupakan teman sekaligus pengacara itu.

__ADS_1


"Halo!"


"Halo, Ge! Semua berkas-berkas nya sudah oke. Sekarang tidak akan ada lagi yang bisa menggugat pernikahan kalian, kalian resmi menjadi suami istri yang sah secara hukum negara."


"Syukurlah! Thanks Jo, kamu memang benar-benar teman yang baik,"


"Ya ... sama-sama, oh ya bro! Apa Kamu tahu dimana keberadaan Moza sekarang? Aku dengar dia sudah pulang dari Hongkong dan sekarang sudah menetap di Indonesia, sudah lama Aku tidak berjumpa dengannya." ungkap Jordan yang ternyata juga mengenal siapa Moza.


"Moza? Iya iya Aku tahu sekarang dia dimana? Hahaha kenapa Kamu kangen sama Dia?" celetuk Gerald menebak.


"Hehehe kamu bisa aja, nggak ... cuman Aku pingin aja ketemu, dia gadis pertama yang membuatku tidak bisa melupakan malam itu, Aku penasaran apakah sekarang dia sudah pasangan apa belum?" ungkap Jordan yang merupakan teman Gerald dan Moza saat sama-sama di SMA.


"Ah gila kalian dulu, benar-benar parah kalian!" Gerald terlihat tertawa lepas saat mengingat kejadian saat-saat masa SMA mereka.


Nayla terlihat membiarkan suaminya mengobrol dengan temannya, itu privasi Gerald. Setelah beberapa saat Gerald pun selesai ngobrol dengan Jordan. Ia terlihat cengar-cengir saat dirinya mengingat Jordan yang merupakan mantan pacar Moza saat SMA.


"Siapa, Bang? Kok Abang senyum-senyum?" tanya Nayla penasaran.


"Oh ini loh, teman Abang si Jordan, dia pengacara yang ngurusin dokumen legalitas pernikahan kita, kamu tahu dia tuh pernah pacaran dengan Moza dulu, ah gila. Kalau ingat mereka berdua dulu, rasanya pingin ketawa dan malu sendiri, Abang!"


"Kok gitu, emangnya mereka kenapa, Bang?"


"Kamu tahu nggak sih, Nay! Dulu saat mereka masih pacaran gayanya tuh kayak suami istri, panggilan nya bukan Sayang atau bebeb. Tapi mama dan papa."


Seketika Nayla ikut tertawa mendengar penuturan dari Gerald.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2