Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 131 HTA (Bonchap)


__ADS_3

Terdengar suara kran shower yang dinyalakan, kedua insan itu berada di bawah guyuran air shower, merasa tubuh keduanya sangat panas, air itu membasahi keduanya. Antara sadar dan tidak, baik Shanum maupun Kris, sama-sama merasakan keinginan untuk mendapatkan sentuhan lebih.


Dalam tatapan mata mereka yang saling beradu, Kris membuka kemejanya sendiri, begitu juga dengan Shanum, gaun pengantin yang membalut tubuh indahnya, kini teronggok di atas lantai kamar mandi, hingga kini yang tersisa hanyalah pelindung berupa kain yang terbuat dari lace yang lembut, kain bermotif bunga-bunga itu, tampak cantik menutupi sebuah tempat yang Kris ingin sekali untuk melihatnya.


"Kau cantik sekali, sayang!" kata-kata manis itu keluar dari bibir Kris sembari dirinya menarik pinggang Shanum dan dengan cepat merampas bibir mungil itu.


Menikmati ciuman untuk kali pertama bagi mereka sebagai pasangan suami istri, apalagi dibawah guyuran air shower yang tentunya menambah gairah mereka.


Hingga tanpa sadar, satu tangan itu berkelana di bawah sana, meraba-raba bagaimanakah keunikan rerumputan yang terhampar di dalam kain lace segitiga itu. Kris pun tak menunggu lama lagi, gairahnya yang sudah memuncak memaksa Kris untuk menarik kain lace penutup itu. Hingga akhirnya semua itu terjadi begitu saja tanpa dikomando.


Shanum mencengkram punggung sang suami, tatkala Kris mulai masuk dalam raganya, menciptakan desiran yang sangat mengalun, sedikit decitan suara Shanum saat sesuatu mengoyak dengan sempurna, menjadi sebuah tanda jika kini status gadis itu berubah menjadi seorang istri. Sensasi sakit yang Shanum rasakan, tenggelam akibat gairah keduanya yang sama-sama menggebu.


Hampir satu jam pergulatan itu berlangsung, hingga akhirnya pintu kamar mandi itu terbuka, terlihat Kris yang sedang menggendong istrinya keluar dari kamar mandi, Kris yang hanya mengenakan handuk yang melilit pada pinggang seksinya, terlihat sangat mempesona, Shanum tampak menyandarkan kepalanya pada pundak sang suami dengan tangan yang melingkar pada leher Kris. Pria itu dengan gagahnya membawa tubuh sang istri dan meletakkannya perlahan di atas ranjang pengantin mereka.


"Tidurlah! Maafkan aku!" sebuah kalimat permintaan maaf dari Kris, membuat Shanum membalas nya dengan senyuman.


Kemudian Kris beranjak pergi untuk mengganti bajunya. Namun, rupanya Shanum menahan tangan sang suami dan menariknya hingga akhirnya Kris terjatuh dalam pelukan Shanum.


"Jangan pergi!" Shanum berkata sembari menatap bola mata Kris yang begitu indah.


"Aku ganti baju dulu, masa Aku tidur dengan pakai ginian doang." balas Kris sembari menatap bibir Shanum yang sedikit berbeda karena ulahnya.


"Nggak usah ganti baju, sudah di sini saja, Aku lebih suka jika kamu tidak memakai apapun." ucap Shanum, rupanya efek obat itu masih ada dalam diri Shanum, Ia pun seolah tidak sadar jika dirinya baru saja melewati malam pertama dengan suaminya di dalam kamar mandi itu. Kini Ia meminta Kris untuk menemaninya tidur.


"Kamu yakin ingin Aku temani dalam kondisi seperti ini?"


"Sudahlah, jangan banyak bicara lagi, cepat lakukan Sayang!"


Rupanya Shanum benar-benar sudah dikuasai oleh obat itu, dirinya justru lebih agresif daripada sang suami, memimpin jalannya pertandingan yang panas itu, hingga Kris dibuat geleng-geleng kepala dengan apa yang dilakukan Shanum di atas tubuhnya.


Sampai beberapa menit, akhirnya pergulatan ranjang itu diakhiri dengan seri, tubuh Shanum melemas, hingga akhirnya kedua pasangan pengantin itu tertidur pulas.

__ADS_1


*


*


*


Keesokan harinya, Shanum mulai membuka matanya perlahan, Ia merasa sekujur tubuhnya terasa begitu berat dan pegal-pegal, Ia pun melihat ke arah samping, dilihatnya sang suami yang sedang tidur nyenyak, seketika Shanum bangun dan alangkah terkejutnya saat dirinya baru menyadari jika Ia sedang tidak memakai apapun.


"Loh! Bajuku mana? Bagaimana bisa Aku seperti ini? Astaga!" Shanum mulai beranjak turun dari tempat tidur, tapi saat bergerak tiba-tiba Ia merasakan nyeri pada bagian pangkal pahanya, rasa itu begitu mengganjal.


"Awwww ... apa yang sudah terjadi? Kenapa bisa seperti ini, kok rasanya perih gini." pekik Shanum sembari memegangi perut bawahnya. Seketika Shanum sadar, semalam dirinya tengah minum bersama sang Suami, dan setelah itu Ia tidak ingat apa-apa lagi.


"Oh ya Tuhan! Apa yang Aku lakukan semalam? Apa jangan-jangan ... oh tidak!" Shanum seolah menyesali apa yang terjadi semalam. Sementara itu Kris mulai terbangun dan melihat sang istri yang sedang menundukkan wajahnya, seolah Shanum sangat menyesal telah melakukannya.


"Sayang! Kamu kenapa?" tanya Kris sembari menatap wajah istrinya.


"Katakan padaku? Apa yang sudah kamu lakukan semalam, ha? Cepat katakan!"


"Semalam kita sudah melewati malam yang indah, Sayang! Apa kamu tidak ingat?" seru Kris.


"Tidak! Aku tidak ingat apapun, kenapa kamu tega lakukan itu Kris! Kenapa?" Shanum terlihat memukul-mukul dada sang suami, dan Kris pun segera memeluk istrinya.


"Bukankah semalam kamu juga menikmatinya, Sayang! Apa kamu sudah lupa semuanya?"


Mendengar ucapan dari sang suami, Shanum pun kembali bertanya, "Apa? Aku menikmatinya? Bagaimana bisa, Aku tidak ingat apa-apa semalam, tolong Kris jangan bohongi Aku, Aku merasa tidak pernah melakukan apapun dengan mu."


Kris pun tersenyum, rupanya efek obat itu benar-benar membuat Shanum lupa jika semalaman mereka menghabiskan waktu bahagia sebagai pasangan pengantin baru.


Kemudian Kris menceritakan semuanya tentang apa yang terjadi pada keduanya, jika dirinya mencampur minuman mereka dengan obat perangsang, sehingga membuat Shanum begitu agresif dan bergairah.


"Begitulah, Sayang! Semalam kamu benar-benar membuatku puas, rumput mu sangat tipis tapi Aku sangat suka, berbentuk angka satu yang cantik dan itu membuat ku semakin menggila."

__ADS_1


Mendengar pengakuan dari Kris, justru Shanum menangis semakin keras.


"Huuwaaaa kamu tega banget sih."


Kris pun panik, bagaimana istrinya bisa menangis padahal mereka semalaman sangat liar dan sama-sama agresif.


"Sayang, kok kamu malah nangis sih, Aku sekarang suamimu, jadi wajar saja kita melakukannya." seru Kris yang berusaha menjelaskan kepada istrinya.


"Iya Aku tahu sekarang kamu suami ku dan kamu berhak atas diriku, tapi kita melakukannya dalam keadaan tidak sadar, itu artinya Aku tidak bisa merasakan malam pertama dalam kondisi normal, huuwaaaa. Pokoknya kita harus mengulang lagi, Aku mau tau bagaimana rasa yang sebenarnya seperti apa." protes Shanum.


Tentu saja Kris tertawa mendengar penuturan dari istrinya.


"Kamu mau merasakan lagi, ayo! Aku selalu siap." tantang Kris sembari membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, hingga tampaklah sebuah benda besar berdiri di antara dua paha itu. Seketika Shanum menutupi wajahnya saat matanya melihat benda kokoh milik suaminya itu.


"Aaaaaaa ... gila! Gede banget. Pantesan sakit banget rasanya. Enggak ah, nggak jadi Aku takut." Shanum tampak menggelengkan kepalanya.


*


*


*


Kehidupan Adistya yang awalnya tenang dan biasa saja tiba-tiba terganggu oleh kedatangan seorang lelaki bernama Darren Bramastya. Lelaki itu mengklaim dirinya sebagai istri, bahkan memaksa dirinya untuk kembali ke rumah.


Tentu mendapat perlakuan seperti ini, Adistya menjadi sangat risih. Namun, semakin hari melihat kegigihan Darren untuk meluluhkan hatinya membuat Adistya memberikan kesempatan pada Darren.


Adistya mengajukan permintaan agar mereka menjalani hubungan layaknya sepasang kekasih, bukan sebagai suami istri. Apakah permintaannya ini akhirnya bisa di setujui Darren, atau malah sebaliknya?



Yuk capcuss baca kisah romantis mereka 🏃🏃

__ADS_1


__ADS_2