Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 68 HTA


__ADS_3

Saat Nayla pulang bersama Gerald, di sana Moza dan Jordan sedang asyik mengobrol dengan saling canda tawa, sejenak Moza melupakan masalahnya yang begitu besar, kali ini Ia begitu bahagia seolah Jordan bisa menjadi pelipur lara gadis cantik itu.


"Ya ampun Jordan, jadi sampai sekarang kamu belum punya pacar? Betah banget menjomblo?"


"Ya mana ada yang mau sama Aku, Moz! Apalah Aku ini! Udah jelek, hitam lagi, kayak kopi katamu!" umpat Jordan pada dirinya sendiri.


"Ya pasti ada dong! Siapa bilang kamu kayak kopi, iya dulu tapi sekarang kamu udah keren banget, apalagi sekarang kamu jadi pengacara hebat, kamu aja yang nggak ada niatan nyari, kamu terlalu cinta sih sama Aku." ucap Moza di selingi senyum nya yang manis.


Tiba-tiba saja tangan Jordan meraih tangan Moza yang berada di atas meja. Seketika Moza menatap wajah Jordan dan dirinya terlihat salah tingkah.


"Moz! Aku tahu ini mungkin sangat mengejutkan dirimu, dan Aku tahu mungkin kamu sudah pernah mencintai pria lain, tapi dari dulu sampai sekarang cintaku padamu tidak pernah berubah, Aku sangat berharap kamu bisa menerima kehadiran ku lagi, sungguh Aku ingin bertanggung jawab atas perbuatanku yang telah lalu." Jordan terlihat begitu tulus mencintai Moza. Tapi Moza merasa tidak pantas untuk sang mantan pacar, Jordan terlalu baik untuknya, sementara dirinya sudah sangat kotor dan berdosa.


"Ma-maaf Jo! Aku tidak bermaksud menolak mu, kamu pria yang baik, bertanggung jawab dan sangat penyayang, sedangkan Aku ... Aku merasa tak pantas menerima cinta darimu, Aku bukan lah wanita yang baik, hidupku sudah hancur, cari wanita yang lainnya yang lebih dari Aku, maaf! Aku tidak bisa menerimanya." jawab Moza sembari melepaskan tangannya dari genggaman tangan Jordan.


Di saat yang bersamaan, terlihat sebuah mobil mewah tengah berhenti di dekat mereka berdua yang sedang asyik mengobrol, dan terlihat seorang pria yang sedang memperhatikan Moza dari dalam mobil dengan senyum smirk nya.


"Moza sayang! Ternyata kamu ada di sini, berhari-hari Aku mencari-cari dirimu, akhirnya aku bisa menemukan mu di sini, kali ini kamu tidak bisa lepas lagi, Aku akan membawa mu pulang, kita akan bersenang-senang." batin Arthur dengan senangnya.


"Kita pulang saja, sepertinya malam mulai tiba, Mama pasti sudah menungguku pulang!" ajak Moza kepada Jordan.

__ADS_1


Jordan terlihat tenang, Ia tidak mau memaksa Moza, setidaknya Jordan akan terus bersabar dan terus berusaha untuk meluluhkan hati wanita yang sangat dicintai itu. Dan akhirnya mereka pun beranjak pergi dari tempat itu.


"Baiklah! Mungkin Aku harus bersabar dulu, tapi Aku akan tetap menunggu mu, Moz! Sampai kapanpun Aku akan tetap menunggumu!" ucap pria hitam manis itu kepada Moza.


Akhirnya mereka berdua pergi dan menuju ke mobil Jordan yang terparkir di depan restoran tersebut, di saat mereka sedang berjalan menuju ke mobil, tiba-tiba saja sebuah mobil mewah menghadang jalan mereka.


Seketika Moza bersembunyi di balik punggung Jordan saat mengetahui mobil siapa yang sedang menghadang langkah mereka.


Tentu saja Jordan bingung, siapa yang sudah berani menghentikan langkahnya dan kenapa Moza terlihat takut sampai dia bersembunyi di belakang punggungnya.


Seorang pria dengan sepatu dan baju mewahnya, terlihat turun dari mobil mewah itu, Ia terlihat berjalan menghampiri Moza dan Jordan.


Arthur membuka kacamata nya, Ia pun tidak menjawab pertanyaan dari Jordan, justru dirinya menarik paksa tangan Moza dan memaksa nya untuk ikut bersamanya.


Tentu saja Moza berontak dan tidak mau ikut dengan Arthur, seolah dirinya sangat trauma melihat wajah Arthur yang merupakan Ayah kandung yang telah berbuat bejat kepada nya. Sementara itu Jordan yang melihat sikap Arthur terlihat melindungi Moza, dengan cepat Jordan melepaskan tangan Arthur yang sedang menarik tangan Moza.


"Ayo ikut! Kamu ikut Daddy sekarang!"


"Enggak ... Aku nggak mau! Lepaskan tanganku!" rengek Moza yang tak mau melihat sedikit pun wajah Arthur, Moza terus menyembunyikan wajahnya pada punggung Jordan.

__ADS_1


"Eh ... eh ... Lepaskan dia! Anda tidak bisa memaksa nya begitu saja." Jordan dengan sigap menarik tangan Moza, dan tentu saja Arthur begitu marah saat Jordan berusaha menggagalkan dirinya.


"Hei kamu! Aku tidak punya urusan dengan mu anak muda! Aku sedang ingin berbicara dengan wanita yang ada di belakang mu itu, minggir! Biarkan Aku membawanya!" seru Arthur sembari menggerakkan telunjuknya agar Jordan tidak menghalanginya untuk membawa Moza.


"Maaf Tuan! Tidak semudah itu Anda bisa membawanya, sepertinya dia tidak mau ikut bersama Anda, sebaiknya Anda pergi saja dari sini!" seketika Arthur tertawa mendengar ucapan Jordan, karena sejatinya Jordan belum tahu ada hubungan apa dirinya dengan Moza.


"Hei kamu, tahu apa kamu tentang aku dan dia, dia itu milikku, dan kamu jangan menghalangi barang milikku, sampai kapanpun dia adalah milikku." mendengar itu Moza terlihat menangis, tentu saja Jordan merasa ada yang aneh, kenapa Moza tiba-tiba menangis.


"Siapapun Anda! Saya rasa Moza tidak ingin melihat Anda lagi, sebaiknya Anda pergi!"


...BERSAMBUNG...


*


*


*


Sambil menunggu author update bab berikutnya, yuk mampir dulu ke karya punya kak Neng Syantik yang berjudul DENDAM CINTA SANG CASANOVA ... capcuss 🏃🏃🏃

__ADS_1



__ADS_2