
"Maaf, untuk apa? Bagaimana hasilnya?" tanya Jordan yang sudah tidak sabar lagi ingin melihat hasil testpack itu.
"Sebelumnya kamu mau janji dulu, bahwa apapun yang terjadi pada ku, kamu tidak akan pernah meninggalkan ku, katakan sekali lagi!" ucap Moza sembari menatap bola mata sang suami.
"Hei ... kamu ini bicara apa? Sedari awal Aku sudah mengatakannya padamu, Aku tidak akan pernah meninggalkan mu walau apapun yang terjadi, Aku tidak pernah mempermasalahkan kekurangan ataupun masa lalu mu, bagiku Moza sekarang sudah berubah, Aku hanya ingin kamu menjadi ibu dari anak-anakku, mendampingi ku selamanya, melangkah maju untuk kebahagiaan kita. Apa lagi yang ingin kamu minta dariku? Semuanya sudah lengkap." ungkap Jordan meyakinkan istrinya.
"Belum! Masih kurang."
"Kurang? Apa lagi yang kurang?"
"Jika suatu hari nanti fisikku berubah, apakah kamu masih mau mencintai ku dan menerima ku apa adanya?" ucap Moza yang membuat Jordan mengerutkan keningnya.
"Fisikmu berubah? Apa maksudmu, Sayang? Memang kamu mau berubah jadi apa? Berubah jadi ular kayak cerita novel author LichaLika yang berjudul Ranjang Panas Siluman Ular itu? Ayolah Moza kamu jangan aneh-aneh deh ngasih pertanyaan." jawab Jordan.
"Hmm ... iya, bagaimana kalau Aku berubah menjadi gendut dan badanku nggak sebagus sekarang? Apa kamu masih mau mencintaiku?"
__ADS_1
"Memangnya kamu bisa gendut? Orang kamu nggak doyan makan kok gendut, gendut dari mana, dari Hongkong?" celetuk Jordan sambil tertawa.
Kemudian Moza mengeluarkan salah satu testpack yang sudah Ia sembunyikan sedari tadi, testpack yang lebih akurat daripada yang lainnya, sambil menunjukkan testpack itu Moza pun berkata. "Bagaimana jika tubuhku nanti berubah karena Aku telah melahirkan anak kita? Apa kamu masih mau melihatku?"
"Apa ini?" tanya Jordan saat Moza memberikan testpack itu kepada suaminya.
"Lihat aja!"
Kemudian Jordan melihat garis dua pada alat itu.
"Cuma dua garis, itu tandanya apa? Kenapa cuma dua, kenapa nggak tiga atau empat garis!" celetukan sang suami membuat Moza tertawa.
"Jadi, itu artinya kamu hamil dong!" seketika Jordan terlihat begitu sumringah mendengar jika Istrinya berbadan dua.
"Hmmm ... dan lihat yang ini, ini ... ini lagi, tuh kan semuanya garis dua, itu artinya positif dan disini ada anak kamu yang sedang tumbuh." ucap Moza sembari meletakkan tangan Jordan pada perut nya, seketika Jordan terharu, pria itu sangat bahagia hingga tak terasa air matanya jatuh menetes saat tahu jika sang istri mengandung buah cinta mereka.
__ADS_1
"Kok kamu malah nangis sih, bukannya senang?" Moza tampak mengusap air mata sang suami.
"Aku bahagia sekali, akhirnya aku bisa memiliki seorang bayi yang sangat Aku rindukan, terima kasih sayang! Terima kasih." Jordan terlihat memeluk perut istrinya dan menciumnya dengan lembut, sembari berbisik pada sang calon buah hati.
"Anak Papa, sehat-sehat ya, Nak! Papa akan selalu menjaga mu, kamu dan Mama mu, kalian berdua adalah hidup Papa." ucapnya sembari terus menempelkan wajahnya pada perut Moza yang masih rata.
Moza pun ikut terharu, bagaimana bisa ada laki-laki seperti ini, sungguh dia sangat beruntung memiliki suami seperti Jordan, mengetahui kehamilan istrinya saja dia sangat bahagia, apalagi nanti saat bayi mereka lahir, pastinya Jordan adalah sosok Ayah yang sangat penyayang dan memiliki hati yang lembut.
"Aku sangat beruntung memiliki suami seperti mu, meskipun aku melahirkan anak kita sampai selusin pun Aku mau, terserah kamu minta berapa pun aku sanggup melahirkan anak darimu." ucap Moza sembari mengusap rambut suaminya. Seketika Jordan menatap wajah sang istri dengan mendongak.
"Bener satu lusin?"
"Hmmm." Moza menganggukkan kepalanya.
"Asyiiik!"
__ADS_1
Jawaban Jordan seketika membuat Moza tertawa.
...BERSAMBUNG ...