
Sementara saat mereka tengah makan bersama. Tiba-tiba saja terdengar suara bel pintu berbunyi. Seorang pelayan tampak membukakan pintu, dan tak berselang lama suara seorang pemuda yang langsung membuat Gerald dan Nayla langsung menoleh ke arahnya.
"Selamat pagi semuanya! Waahh lagi pada sarapan nih!" mendengar suara yang sangat Nayla kenali, Ia pun segera menghampiri putra keduanya yaitu Kris, yang baru saja pulang dari KKN.
"Kris! Ya ampun, Nak! Kenapa kamu nggak kabarin Mama kalau mau pulang, nanti biar Mama masakin makanan kesukaan mu." seru Nayla saat Kris mencium tangan sang Mama.
"Kris sengaja nggak mau merepotkan Mama. Hai Pa!" sambung Kris yang juga mencium tangan Gerald.
"Bagaimana? Apa tugas KKN mu berjalan dengan baik?"
"Iya dong, Pa! Semuanya berjalan dengan lancar. Hei ... ini dia pengantin baru kita. Suit-suit sama-sama basah rambutnya, habis lembur semalaman ya, Bang?" goda Kris kepada sang Abang yang tak lain adalah Al. Kris selalu ceplas-ceplos saat berbicara dengan Al, mereka berdua sangat akrab. Meskipun mereka bukan saudara kandung, tapi cara menyayangi mereka patut di acungi jempol.
"Makanya cepetan nikah, biar tahu rasanya lembur semalaman, iya nggak, Pa!" seloroh Al you suka sekali bercanda in sang Adik.
"Cariin dong, Bang! Enak nih Abang udah punya kakak ipar yang cantik, terus Aku gimana dong! Masa iya Aku harus jadi jomblo terus." celetuk Kris. Mendengar ucapan Kris, Sharen pun ikut berbicara.
"Masa sih cowok seperti kamu belum punya pacar juga, Kris!" sahut Sharen yang tentunya sudah mengenal baik seorang Kris, karena sejatinya mereka adalah saudara sepupu.
"Hehehe beneran Kak! Aku tuh pilih-pilih orang nya, tahu sendiri lah cewek-cewek jaman sekarang tuh gimana ya! Au ah belum ada yang cocok." balas Kris sembari ikut duduk bersama mereka.
"Ayo Kris! Makan dulu!" seru Nayla sembari mengambilkan nasi untuk Kris.
"Makasih, Ma!"
__ADS_1
"Iya!"
Di sela-sela mereka menikmati sarapan pagi itu, tiba-tiba saja terlintas ide di kepala Gerald untuk menjodohkan Kris dan Shanum..
"Gimana kalo kamu nikah aja sama Shanum!" seketika Kris menyemburkan makanan nya yang ada di dalam mulutnya, sehingga Gerald yang duduk berhadapan tepat di depan Kris, terkena semburan makanan dari mulut Kris. Spontan Kris langsung mengambil tisu dan mengelapkan nya pada wajah sang Papa.
"Waduh! Sorry sorry, Pa! Kris nggak sengaja! Aduh bisa-bisanya sih Aku nyemburin ke wajah Papa yang tampan ini." ucap Kris sembari membersihkan makanan yang masih menempel di wajah Gerald.
Sementara itu baik Nayla, Al dan juga Sharen tampak menahan tawa saat wajah Gerald yang tampan terkena semburan dari mulut Kris.
"Kenapa kalian ketawa? Memangnya lucu?" seru Gerald saat melihat istri dan anaknya sedang menahan rasa ingin sekali tertawa.
"Eh siapa juga yang ngetawain Abang! Enggak kok, kita cuma seru aja lihat wajah Abang yang comel." mendengar jawaban dari Nayla, Gerald pun mulai melirik ke arah Al yang sedari tadi sudah tak kuat untuk menahan tawa. Wajah Al bersembunyi di balik punggung Sharen, karena dirinya benar-benar tidak kuat melihat sang Papa dengan wajah comelnya.
Mendengar seruan dari sang Papa, Al pun segera mengeluarkan wajahnya dari balik punggung istrinya, dengan mencoba untuk kuat agar dirinya tidak tertawa saat melihat wajah Gerald.
"Emm ... nggak kok, Pa! Nggak ada yang ngetawain Papa." jawab Al yang sengaja dirinya tidak menatap wajah Gerald. Karena jika Al melihat wajah sang Papa, sudah dipastikan Ia pasti tertawa lepas.
"Hei ... kamu itu ngomong sama siapa? Sama lantai?" mendengar ucapan Gerald, seketika Al langsung menoleh ke arah wajah Gerald. Dan apa yang dikhawatirkan Al pun tidak bisa dibendung.
"Hah ... enggak kok, Pa! Hahahahaha." Al tertawa lepas, sungguh Ia tidak bisa menahan rasa ingin tertawanya, ketika wajah Gerald dibersihkan oleh sang Adik dari sisa nasi yang menempel pada wajah tampan sang Papa.
"Ah ... sialan Kalian!" Gerald pun spontan ikut tertawa, akhirnya tawa mereka menular satu sama lainnya. Pagi itu suasana diwarnai dengan candaan yang membuat hubungan keluarga mereka semakin erat.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...
*
*
*
...Sambil menunggu author update bab berikutnya, mampir dulu yuk ke karya punya kak Trias Wardhani yang berjudul BELENGGU HASRAT TUAN MUDA...
Warning!!
Cerita ini bukan untuk anak di bawah umur, berisi adegan baper dan kebucinan yang hakiki.
***
"Lepaskan aku, Bangs*t! Aku tidak tahu apa yang kamu maksud!"
"Lepaskan? Jangan harap! Kamu harus bertanggung jawab atas kematian adikku!"
Lyla tidak mengerti dengan apa yang terjadi, dia diculik tanpa tahu sebab yang sebenarnya. Dituduh menjadi penyebab kematian adik seorang laki-laki asing yang bahkan baru saja dia lihat.
Apa yang akan terjadi kepada Lyla. Dapatkan dia meyakinkan penculik dan bebas? Atau ....
__ADS_1