
"Zara! Ayo kok malah bengong, entar Pak Andra marah loh, tahu sendiri kalau tuh guru suka buat hukuman!" seru Anita kepada Zara.
"Iya iya, bentar!"
Zara meletakkan ponselnya ke dalam tas, baru saja Ia berkirim pesan dengan sang Mommy jika besok adalah waktunya Zara harus menikah dengan seseorang yang belum Ia kenal, Zara diketahui telah dijodohkan dengan seorang laki-laki pilihan kedua orang tuanya.
"Ah sialan! Masa sih Aku harus nikah sama cowok yang nggak pernah Aku kenal sama sekali? Ah Daddy dan Mommy nggak asik!" gerutu Zara dengan ekspresi manyun, Ia berjalan menuju ke lapangan dimana sekarang kelas 12 B sedang pelajaran olahraga.
Semua teman-teman Zara sudah berbaris, tinggal dirinya yang berjalan santai menuju ke barisan di antara teman-temannya. Namun, kedatangannya tak luput dari perhatian guru olahraga nya.
Affandra atau yang biasa disapa Pak Andra adalah guru olahraga Zara, pria berpostur tinggi tegap itu berjalan menghampiri Zara yang main masuk saja ke barisan murid-muridnya.
__ADS_1
"Sedang apa kamu?" seru Andra kepada Zara.
"Baris, Pak!" jawabnya santai.
"Kamu lihat ini jam berapa?" Andra berkata sembari menunjukkan jam tangannya kepada Zara.
"Emm ... jam tujuh lewat lima menit, Pak!"
"Huffftt! Ini kan cuma lima menit, Pak! Masa nggak bisa di maklumi sih, tadi Emak saya nelpon, Pak! Makanya Saya terlambat." ucap Zara beralasan. Andra membalikkan badannya dan menatap wajah Zara dalam-dalam.
"Saya tidak perduli kamu nelpon siapa kek, nelpon pejabat kek, nelpon Pak presiden kek. Kalau terlambat ya sudah! Itu sudah peraturan jika mengikuti pelajaran Saya. Harap semua diperhatikan! Siapapun di antara kalian jika masih ingin mengikuti pelajaran Saya, mohon dipatuhi perintah Saya, tidak boleh datang terlambat meskipun itu cuma lima menit, harus tepat waktu, lima menit sebelum pelajaran dimulai harus sudah hadir, mengerti!" seru Andra kepada semua murid-muridnya.
__ADS_1
"Mengerti, Pak!" jawab semuanya serentak.
"Sekarang kamu sudah tahu apa yang harus kamu lakukan, pergilah! Hari ini kamu saya tulis A di jurnal saya." setelah mengatakan hal itu Andra pun segera pergi meninggalkan Zara.
Perlahan Zara keluar dari barisan dan pergi menjauh dari teman-temannya. Ia terlihat menatap kesal wajah Andra, sembari mengumpat, "Dasar guru galak! Awas saja ya! Aku bilangin Daddy biar dipecat tuh guru belagu."
Ayah Zara adalah pemilik sekolah dimana Zara menimba ilmu, sementara Andra hanya guru honorer yang mengajar pelajaran olahraga dan merangkap sebagai guru BP. Namun siapa sangka Andra dibalik sikap tegas dan dinginnya, Andra menyimpan sejuta pesona, dengan wajahnya yang tampan dan cute tak sedikit murid-murid ceweknya banyak yang mengidolakan sosok Andra, wajah nya yang cool dan tak membosankan membuat hampir seluruh siswi di sekolah itu terpesona dengan ketampanan seorang Andra.
Namun berbeda dengan Zara, sedari dulu Zara dan Andra selalu bertemu di ruangan BP, Andra sering menangkap Zara yang sedang bertengkar dengan teman ceweknya, jambak-jambakan dan saling serang, disitulah ada Andra yang menangani Zara, salah satu siswi yang terkenal bandel di sekolah.
YUK YUK KISAH ANAK SMA PUNYA KEJUTAN UNTUK KALIAN, CUSS KE KARYA BARU OTHOR, JANGAN LUPA FAVORIT KAN UNTUK MENDAPATKAN NOTIFIKASI UPDATE BERIKUTNYA. MOHON DUKUNGANNYA YA 😊❤️🙏
__ADS_1