
Setelah beberapa saat, baik Gerald maupun Nayla keluar dari kamar mandi, keduanya tampak senyum-senyum sendiri, seolah-olah ada rasa malu-malu tapi mau, entah apa yang baru saja mereka lakukan, yang jelas hari itu Gerald maupun Nayla terlihat begitu bahagia.
Gerald merangkul pundak istrinya sembari berkata, "Tumben kamu beda banget tadi, makin pinter main goyangan nya, Abang semakin cinta sama kamu."
Nayla mencubit lengan Gerald karena begitu malu, Ia sendiri juga tidak mengerti bagaimana bisa dirinya seperti itu tadi, biasanya dia pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Gerald, tapi kali ini Nayla ikut mendominasi gerakan itu, sehingga membuat Gerald merasa semakin tertantang untuk mengimbangi permainan sang istri.
"Kan kamu juga yang udah ajarin Nay kayak gitu! Nay ngga ngerti apa-apa sebelumnya, cuma bisa pasrah, tapi lama-lama kok enak juga, ya!" seketika Gerald mencubit pipi Nayla karena gemas dengan ucapan Nayla.
"Hmm dasar! Dulu aja nangis-nangis kayak kesakitan, nyatanya sekarang ketagihan."
"Awwww ... Abaaaanngggg ...!!! Sakit tahu ... awas saja ya!" Nayla terlihat mengejar Gerald yang berlari melarikan diri setelah mencubit pipi istrinya. Gerald pun keluar dari kamar Nayla dengan masih menggunakan celana kolor nya, sedangkan Nayla berhenti sebatas di tengah pintu kamar tidurnya sembari memperhatikan kepergian Gerald.
"Daaahhh ... sayang! Abang mau ke kamar dulu, ganti baju. Thanks ya untuk bakpao nya, nyam-nyam rasanya mantap." ucapnya menghadap ke arah kamar Nayla sembari berjalan menuju ke kamar tidurnya, dan Nayla pun segera menutup pintu kamarnya karena Ia sangat malu. Seketika Nayla tersenyum saat mengingat saat-saat percintaan nya yang luar biasa, berkali-kali ia mengalami pelepasan pun sama dengan Gerald yang tak mau beranjak pergi dari tempat kesayangannya.
Tentu saja Bi Jum yang masih sibuk mengepel dan membersihkan kaca tampak senyum-senyum melihat keduanya yang saling bercanda. "Ya ampun kalian berdua membuat ku bahagia, semoga saja tidak ada yang bisa memisahkan cinta kalian berdua, till Jannah!" batin Bi Jum sembari tersenyum melihat Gerald keluar dari kamar Nayla dengan ekspresi tertawa bahagia.
__ADS_1
Saat Gerald membalikkan badannya Ia dikejutkan dengan sang Oma yang sedang berdiri di hadapannya secara tiba-tiba. Tentu saja Gerald terperanjat melihat wajah Hera yang terlihat menahan emosi.
"Eh ada Oma! Oma ngapain di sini?" tanya Gerald cengar-cengir sembari garuk-garuk kepalanya.
"Ngomong sama siapa kamu, bakpao-bakpao apa?" Hera bertanya sembari berkacak pinggang. Tentu saja Gerald berusaha mencari alasan yang tepat agar sang Oma tidak pingsan jika Ia tahu apa yang sebenarnya ia lakukan baru saja dengan Nayla.
"Eh ... itu Oma! Bakpao ... bakpao ... eh itu tadi Gerald minta dibuatkan bakpao sama Bi Jum, iya begitu ... hehe! Iyakan Bi Jum!" ujarnya sembari menoleh ke arah Bi Jum yang terlihat kebingungan.
Gerald terlihat mengedipkan matanya berkali-kali kepada Bi Jum agar berharap Bi Jum bisa mengerti apa maksudnya untuk berbohong kepada sang Oma. Bi Jum pun mulai mengerti dan Ia terlihat menganggukkan kepalanya kepada Hera.
"Aduh ... apa sih maksud Tuan muda, apa jangan-jangan Nyonya besar tahu jika Tuan muda baru saja keluar dari kamar Non Nayla?" batin Bi Jum menebak.
"Hmm ... ya sudah! Eh kenapa kamu nggak pakai baju, mana bajumu?" tanya Hera yang memperhatikan Gerald yang bertelanjang dada dengan hanya menggunakan celana kolor.
"Hehehe ... iya Oma! Tadi Gerald mau joging sebentar, emang nggak boleh ya! Ah udah deh Oma Sayang, Oma ngga usah khawatir, Gerald ngga akan macam-macam kok, Gerald kan anak pintar dan berbakti kepada Oma!" rayu Gerald kepada sang Oma yang mulai luluh.
__ADS_1
"Kamu memang cucu Oma yang paling pintar, ya sudah sekarang kamu ganti baju dan setelah ini kita makan."
"Asiaapp Oma, Sayang!" Gerald tampak mengecup kening sang Oma, dan setelah itu Ia pun masuk ke dalam kamar dengan wajah yang bahagia.
"Ahhh ... Oma! Maafkan cucumu yang nakal ini, Oma! Gerald memang mau bakpao, tapi bakpao yang berbeda milik Nayla. Dan Gerald bukan joging biasa tapi joging bersama Nayla. Hmm ... puas banget hari ini." Gerald menghempaskan tubuhnya di atas ranjang tidurnya. Membayangkan indahnya percintaan nya bersama sang istri.
Tiba-tiba saja terdengar suara ponselnya berdering, Gerald pun langsung bangkit dan segera melihat ke layar ponselnya. Ternyata itu adalah telepon dari pihak rumah sakit.
"Halo!"
"Selamat sore, Pak! Kami cuma memberi tahukan kepada pak Gerald jika hasil tes DNA nya sudah keluar, Pak!"
"Oh ... baiklah! Terima kasih banyak, Saya akan datang ke sana secepatnya."
...BERSAMBUNG...
__ADS_1