Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 98 HTA


__ADS_3

"Tunggu-tunggu, apa jangan-jangan kamu hamil, Sayang?" seru Jordan setelah dia menyadari jika dirinya sedang ngidam.


"Hamil? Aku juga nggak tahu Sayang? Hmm perasaan emang sih Aku belum dapat di bulan ini. Soal nya biasa nya Aku sering telat." jawab Moza.


"Kita periksa yuk, atau enggak kita cek sendiri." seru Jordan sembari bangkit dan mengajak istrinya untuk berdiri.


"Cek sendiri, hmm ... malam-malam begini?"


"Heem, kita cari apotek yang buka 24 jam, ayok Aku sudah nggak sabar."


Jordan langsung mengajak istrinya untuk naik ke mobil dan segera pergi untuk membeli testpack.


Setelah beberapa lama mereka mencari apotek yang masih buka di tengah malam, akhirnya mereka menemukannya dan dengan segera Jordan turun untuk membelinya. Tak tanggung-tanggung Jordan membeli semua merk testpack dari yang paling baik kualitasnya.


"Selamat malam, Pak. Ada yang bisa saya bantu!" sapa sang apoteker. Kebetulan yang menjadi apoteker tersebut adalah seorang pria.


"Maaf Mas! Saya butuh test ... test ... apa ya test ... lupa, apa sih namanya, test ... testing ah bukan, apa sih ya ampun dasar pikun!" umpat Jordan sambil garuk-garuk pelipisnya.


"Testpack maksud, Bapak?" ucap sang apoteker yang membuat Jordan sumringah.


"Nah ... iya betul! Testpack maksud saya." jawab Jordan sembari tersenyum malu.


"Oh yang merk apa, Pak?" tanya apoteker itu lagi.


"Merk apa ya? Pokoknya yang paling bagus dan yang paling akurat." balas Jordan serius.

__ADS_1


"Baiklah! Sebentar Saya ambilkan."


Sementara sang apoteker sedang mengambilkan testpack itu, Jordan terlihat sudah tidak sabar lagi ingin segera membuktikan jika Moza kini sedang mengandung anaknya.


Tak berselang lama, apoteker itu tampak keluar dengan membawa banyak merek testpack yang akan dipilih oleh Jordan. Ada beberapa merek yang ditunjukkan oleh sang apoteker.


"Silahkan dipilih, Pak!"


Jordan terlihat masih sangat awam tentang berbagai jenis testpack, karena baru kali ini Ia membeli testpack untuk istrinya.


"Aduh banyak sekali pilihan nya, kalau begitu saya ambil semuanya saja." ucap Jordan yang seketika membuat Mas apoteker nya melongo.


"Semua, Pak?"


"Iya! Jadi berapa total semuanya?"


"Semuanya jadi dua ratus lima puluh ribu, Pak!" jawab sang apoteker sembari memberikan testpack itu yang sudah diletakkan pada plastik kresek.


"Ini, kembaliannya ambil saja!" Jordan memberikan uang senilai tiga ratus ribu rupiah kepada penjaga apotek tersebut.


"Loh Pak, ini kebanyakan." ucap sang apoteker setelah menghitung uang yang diberikan oleh Jordan kepada nya.


"Ambil saja, dan doakan semoga istriku benar-benar hamil." ucapnya sembari tersenyum kepada petugas apotek itu.


"Terima kasih banyak, Pak! Semoga apa yang diharapkan bapak cepat terkabul dan semoga istri bapak segera hamil."

__ADS_1


"Terima kasih."


Penjaga apotek itu kelihatan senang mendapatkan rejeki di malam hari, sementara itu Jordan terlihat masuk ke dalam mobil, Ia melihat Moza yang sedang tertidur dengan menyandarkan kepalanya pada jok mobil.


Saat Jordan masuk, Moza sangat terkejut melihat kedatangan suaminya.


"Sayang! Udah selesai? Maaf Aku ketiduran." tanya Moza sembari mengusap-usap wajahnya.


"Kamu pasti capek ya! Maafkan aku. Ini Aku belikan satu lusin testpack untuk mu." Jordan berkata sembari memberikan testpack-testpack itu kepada istrinya.


"Ya ampun! Kamu beli banyak banget, buat apa banyak-banyak? Satu aja cukup." ucap Moza sembari menerima dan melihat beberapa testpack yang Jordan belikan.


"Ya nggak apa-apa lah, biar Aku semakin yakin jika istri ku ini sedang hamil."


"Tapi kan belum tentu juga sayang, ya Aku berharap nya sih positif, soalnya aku telat juga baru beberapa hari." ungkap Moza kepada suaminya.


"Ya sudah! Kita buktikan sekarang."


Akhirnya malam itu juga mereka pulang ke rumah dan segera melakukan tes urine mandiri. Moza pun sudah berada di dalam kamar mandi dengan testpack yang sudah mereka sediakan.


Sementara itu Jordan tampak harap-harap cemas menunggu Moza keluar dari kamar mandi. Dan setelah beberapa menit, akhirnya yang dinanti-nantikan oleh Jordan muncul juga.


Moza keluar dari kamar mandi sembari menundukkan wajahnya, ekspresi wajah Moza terlihat bersedih.


"Moza! Kamu kenapa Sayang?" tanya Jordan sambil menangkup wajah sang istri.

__ADS_1


"Maafkan aku!"


...BERSAMBUNG...


__ADS_2