
Setelah melakukan USG, Dokter pun mengatakan kepada keduanya, jika persalinan diperkirakan terjadi beberapa hari lagi. Dan dokter menyarankan Nayla untuk sering jongkok dan jalan kaki, supaya mempermudah untuk merangsang kontraksi rahim, mengingat usia kandungannya sudah sembilan bulan lebih.
"Tinggal menghitung hari Ibu Nayla akan melahirkan, Saya sarankan kepada Bu Nayla supaya lebih sering bergerak dan berolah raga, supaya mempermudah dan mempercepat kontraksi, karena Saya rasa kepala si jabang bayi sudah mulai turun panggul dan tinggal sedikit lagi yaitu menunggu kontraksi rahim." ungkap sang Dokter sembari menuliskan resep vitamin untuk Nayla.
Karena Gerald sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan bayinya, maka Ia pun meminta saran kepada Dokter bagaimana caranya agar kontraksi rahim istrinya segera terjadi.
"Emm ... maaf Dok! Apa ada cara lain lagi yang bisa membuat kontraksi nya semakin cepat, karena Saya sudah tidak sabar lagi ingin menggendong bayi kami." mendengar pertanyaan Gerald sang dokter pun tersenyum. Dan Dokter pun menjelaskan kepada Gerald bagaimana agar kontraksi rahim pada Nayla bisa segera terjadi. Kemudian sang dokter pun mengatakan jika Gerald bisa membantu istrinya untuk mempercepat terjadinya kontraksi rahim.
"Baiklah Pak Gerald, karena hal ini juga penting, maka Saya akan memberikan saran kepada Bapak bagaimana caranya mempercepat proses kontraksi rahim pada Bu Nayla. Bapak bisa ikut andil untuk mempercepat kontraksi itu."
Gerald tampak mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban dari sang Dokter. Ia pun masih belum mengerti apa yang dimaksud oleh sang Dokter.
"Maksud Dokter apa? Saya belum mengerti?" tanya Gerald penasaran.
"Bapak bisa lebih sering melakukan, maaf! Hubungan suami istri menjelang persalinan, itu akan mempercepat terjadinya kontraksi rahim pada istri Bapak dan kemungkinan bayi akan lahir secepatnya."
Gerald terlihat sumringah mendapatkan jawaban dari sang dokter, sementara itu Nayla hanya melirik ke arah suaminya yang kegirangan.
Gerald sangat antusias mendengarkan penjelasan secara ilmiah dari sang Dokter, Ia pun terlihat manggut-manggut dan mengerti.
Setelah Sang Dokter menjelaskan semuanya, Gerald pun berterima kasih kepada Dokter yang sudah memberinya arahan, sebagai suami yang baik Ia akan siap sedia untuk membantu istrinya untuk memperlancar proses persalinannya.
"Terima kasih banyak Dokter atas penjelasannya, Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu istri Saya, karena ini adalah pekerjaan yang paling mudah dan paling saya senangi." Dokter pun tertawa kecil mendengar pengakuan dari Gerald, sementara Nayla hanya pasrah, bagaimana pun juga Ia sudah menyiapkan diri untuk menghadapi persalinannya yang tinggal beberapa hari lagi.
Akhirnya mereka pulang ke rumah, selama dalam perjalanan, Gerald terlihat begitu bahagia, bagaimana tidak Ia akan bertemu dengan bayinya sebentar lagi, apalagi saran dari sang dokter membuatnya lebih semangat untuk bertemu dengan bayinya kelak.
Sesampainya di rumah, tentu saja sang Ayah mempraktekkan apa yang disarankan oleh sang dokter. Malam itu juga Gerald sangat bersemangat untuk segera membuat rahim sang istri berdenyut hebat hingga menimbulkan kontraksi rahim yang diinginkan. Setelah sekian cc cairan putih itu masuk ke dalam rahim Nayla. Tak butuh waktu lama, sekitar dua jam saat Nayla beristirahat setelah percintaannya yang terakhir sebelum dirinya melahirkan. Tiba-tiba saja Gerald merasakan perutnya yang terasa begitu sakit, sama rasanya dengan sakit yang kemarin Ia rasakan, sementara Nayla hanya merasakan ngilu saja pada area jalan lahir bayi mereka.
__ADS_1
"Aduh aduh, perut ku mulas lagi." pekik Gerald sembari memegangi perutnya yang terasa begitu melilit, Nayla melihat kondisi suaminya yang terlihat begitu kesakitan.
"Kamu kenapa, Bang?"
"Nggak tahu, Nay! Kali ini perut Abang lebih sakit dari kemarin, ini benar-benar sakit, aduuuhhh!"
Karena Panik, Nayla pun segera pergi ke kamar sang Oma, tapi saat dirinya hendak berdiri, tiba-tiba saja keluar dari pangkal pahanya air jernih yang terasa begitu hangat, Ia pun sangat terkejut saat melihat air itu melewati kaki jenjangnya.
"Bang! Ini apa?" suara Nayla terdengar gemetaran karena dirinya belum pernah merasakan hal seperti itu. Kemudian Gerald beranjak berdiri, dengan tubuhnya yang masih polos. Ia berusaha melihat kondisi istrinya.
"Apa itu, Nay? Kamu pipis?"
"Nggak tahu, Bang! Tiba-tiba keluar begitu saja."
"Sakit?"
"Apa jangan-jangan kamu mau melahirkan, wah ternyata Aku benar-benar hebat, bukan! Cuma semalam saja sudah bisa membuat bayi kita mau keluar, sekarang kita ke rumah sakit, awwww aduh, tapi kok aneh sih. Kenapa Aku yang merasa sakit perut." Gerald pun berusaha kuat untuk mengantarkan istrinya ke rumah sakit, meskipun dirinya juga sangat kesakitan.
Oma Hera dan juga Mama Nurmala, juga ikut mengantarkan Nayla ke rumah sakit, mereka naik mobil yang sudah dipersiapkan untuk membawa Nayla, selama dalam perjalanan, bukan Nayla yang merasa kesakitan. Justru suara Gerald yang memenuhi dalam mobil, Ia seperti berusaha mengambil nafas layaknya orang yang akan melahirkan.
"Huffftt huffftt, aduh Oma! Sakit Oma!" keluh pria itu sambil memegang erat tangan Oma Hera.
"Iya iya sabar, sebentar lagi sampai. Gerald-Gerald, kamu tuh ada-ada saja. Bagaimana sakit bukan rasanya orang mau melahirkan?" tanya sang Oma sambil mengelus rambut sang cucu, sementara Nayla hanya tersenyum melihat tingkah suaminya, dirinya hanya tenang seperti tidak mengalami kontraksi apa-apa, justru Gerald yang terlihat begitu kesakitan luar biasa.
"Sakit Oma, bahkan sangat sakit sekali." jawabnya dengan wajah yang sudah dipenuhi oleh keringat.
"Itu bagus, berarti ikatan batin kamu dengan bayimu itu sangat erat, supaya kamu tahu bagaimana perjuangan seorang wanita melahirkan anaknya, juga sebagai pengingat jangan pernah sakiti hati Istrimu, kamu tahu perjuangan nya mengandung anak mu itu sangat tidak mudah, apalagi sekarang waktunya melahirkan." ujar Oma Hera.
__ADS_1
"Kok Oma malah ceramah sih, nih sakit banget Oma, aduuhhh!" suara rintihan itu terdengar begitu memilukan.
"Ya tentu sakit namanya juga melahirkan." jawab Oma Hera.
"Iya memang benar-benar sakit. Tapi pas bikinnya kok nggak sakit, ya! Enak banget rasanya."
Seketika kepala Gerald digetok oleh sang Oma.
"Eh semprul! Dasar otak ngeres, masih aja mikirin rasanya bikin anak."
Nayla dan Nurmala terlihat tertawa melihat tingkah Gerald yang konyol.
...BERSAMBUNG...
*
*
*
HAI HAI SAMBIL MENUNGGU OTHOR UNTUK UPDATE BAB BERIKUT NYA, YUK KEPOIN KARYA FANTASI PUNYA KAK CHIKA SSI YANG BERJUDUL LUNA AND THE DIRE WOLF
Pernahkah kalian mendengar dongeng Gadis Bertudung Merah? Di dalam kisah itu, si gadis dimakan oleh seekor serigala ketika mengunjungi rumah sang nenek. Bagaimana jadinya jika gadis bertudung merah sekarang berteman dengan serigala?
Gadis itu bernama Luna Garcia yang kehidupannya berubah drastis setelah bertemu dengan sosok Dire Wolf bernama Balkon. Mereka berteman dan bahkan menjalin hubungan asmara. Luna juga membantu sang serigala agar bisa menjadi manusia seutuhnya.
Bagaimana kisah mereka akan berjalan? Akankah Luna berhasil membantu Valko untuk kembali menjadi manusia seutuhnya? Apakah mereka bisa bersatu di kemudian hari?
__ADS_1