
Sementara itu Nurmala masih diliputi rasa sedih dan juga penasaran, jika Moza bukanlah anak kandung Heru Almarhum suaminya. Lantas, siapa sebenarnya Ayah kandung Moza?
Hari itu juga Nurmala mencari bukti-bukti tentang rasa penasarannya, kenapa Almarhum suaminya benar-benar ingin menjauhkan Moza dari pria yang ada di dalam foto album kenangan Heru dan Lea, yakni Arthur, dimana kini Arthur sudah berhasil membuat Moza jatuh ke dalam pelukannya.
"Astaga! Apa yang sebenarnya terjadi? Pasti istri Mas Heru menyembunyikan sesuatu, Aku harus mencari sesuatu untuk membuktikan ini semua, ada hubungan apa antara Arthur dan almarhum suamiku, kenapa mereka bisa bermusuhan." Nurmala terus mencari sesuatu yang bisa membantunya untuk memecahkan permasalahan-permasalahan ini sebelum terlambat.
Secara tak sengaja, Nurmala menemukan sebuah diary yang sudah lapuk pada tumpukan buku-buku yang sudah usang, di ruang kerja Almarhum suaminya terdapat ruangan khusus dimana ada sebuah tempat untuk menyimpan berkas-berkas lama, dan dari sana, Nurmala menemukan buku diary berwarna merah muda milik Lea.
__ADS_1
"Buku Diary? Punya siapa ini?" Nurmala mulai meniup debu yang menempel pada buku diary usang itu, kemudian Ia membuka sampul depan Diary itu, Ia melihat sebuah foto wanita bersama seorang anak perempuan kecil, Nurmala tersenyum ternyata itu adalah potret Almarhum Mama nya Moza dan gadis kecil itu adalah Moza yang masih berusia 4 tahun.
"Bukankah ini Mamanya Moza? Ya ampun kalian berdua sama-sama cantik!" puji Nurmala saat melihat foto keduanya. Setelah itu Nurmala membuka kembali lembaran berikutnya, Ia mendapati tulisan tangan Lea saat masih gadis, Lea bercerita bahwa dirinya akan menikahi pria pujaan hatinya, yang tak lain adalah Heru, Lea begitu bahagia saat Heru berhasil memperistri dirinya, kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Sejenak Nurmala membaca tulisan tangan Lea, istri pertama suaminya yang meninggal dunia karena suatu penyakit, saat Lea meninggal dunia, Moza masih berusia lima tahun, usia yang masih sangat kecil bagi seorang anak yang ditinggal pergi selamanya oleh sang Ibu.
Sejak saat itulah, Heru menikahi Nurmala dan menjadikan Nurmala sebagai Ibu sambung Moza, karena Moza juga sepertinya bisa menerima kehadiran Nurmala sebagai Ibu tirinya.
__ADS_1
Nurmala membaca setiap lembar kertas diary yang ditulis oleh Lea, hingga di suatu lembar kertas yang sungguh membuat Nurmala membulatkan matanya, ketika Lea menuliskan tentang kejadian di malam kelam saat seminggu sebelum dirinya menikah dengan Heru. Di sana tertulis jika Arthur telah memperkosanya, Lea merasa begitu bersedih atas apa yang menimpa dirinya, hampir saja Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, Ia tak sanggup menerima beban itu sendirian, meskipun Heru sudah mengetahui jika yang telah memperkosa calon istrinya adalah sahabat nya sendiri, Heru tetap menikahi Lea karena Heru benar-benar mencintai Lea.
Akhirnya pernikahan itu terjadi, selang beberapa Minggu, Lea dinyatakan positif hamil, tentu saja Heru merasa terkejut bagaimana sang istri bisa hamil secepat itu, Lea hamil disaat usia pernikahan mereka menginjak 3 Minggu, tapi dokter mengatakan jika Lea hamil sudah lima Minggu lebih, itu berarti ada kemungkinan jika anak yang dikandung oleh Lea bukanlah anak Heru, maka dari itu Heru memutuskan untuk tes DNA setelah bayi itu lahir, dan benar saja hasil tes tersebut 99,99 % DNA Heru dan DNA Moza tidak memiliki persamaan, sehingga dengan jelas jika Moza bukanlah anak Kandung Heru, tapi anak kandung Arthur.
Seketika Nurmala menggelengkan kepalanya, serasa ini sebuah kiamat untuk Moza, Ia telah berhubungan dengan orang yang salah, berhubungan dengan Ayah kandung nya sendiri.
"Astaga! Moza ... ini tidak bisa dibiarkan, ya Tuhan! Semoga saja Moza tidak terlalu jauh, Arthur adalah Ayah kandung Moza." batin Nurmala tidak percaya.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...