Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 63 HTA


__ADS_3

Sementara di sekolah, hari itu entah menjadi hari sial atau hari keberuntungan untuk Nayla, dengan adanya video itu, semua warga sekolah kini mengetahui jika hubungannya dengan Gerald bukanlah sekedar Kakak beradik, tapi lebih dari itu. Dan itu yang menyebabkan Nayla dipanggil kepala sekolah seusai pelajaran berakhir.


"Nayla! Kepala sekolah memanggilmu!" seru Bu Rani kepada Nayla.


"Baik, Bu!" jawabnya yang baru saja Ia beranjak untuk pulang.


Nayla pun sudah merasa jika semua ini akan terbongkar, sepertinya kepala sekolah sudah mengetahui tentang video dirinya dengan sang suami, Ia menghela nafasnya, Rita mencoba menenangkan sang sahabat.


"Semangat, Nay! Aku yakin kamu pasti bisa menyelesaikan masalah ini, Aku selalu support kalian berdua,"


"Thanks, Rit! Aku juga berharap demikian, Aku pergi dulu!" pamit Nayla sembari beranjak pergi ke ruangan kepala sekolah. Sementara itu geng Rio terlihat menertawakan Nayla yang saat itu sedang memenuhi panggilan kepala sekolah.


"Hai Nayla! Selamat ya ... akhirnya kepala sekolah memanggilmu juga, dan sebentar lagi kamu yang akan dikeluarkan dari sekolah, rasain kamu Nayla! Belagu sih jadi cewek, syukurin!" Rio terlihat mengejek Nayla yang saat itu sedang berjalan menuju ke ruang kepala sekolah. Semua teman-teman nya tampak menertawakannya. Namun, Nayla tidak memperdulikan ucapan Rio dan kawan-kawan, Ia terus berjalan menuju ke tempat di mana kepala sekolah sudah menunggunya.


Tiba-tiba saja Nayla merasa pusing, sejenak Ia berhenti dan merasakan betapa pening nya kepala, "Aduh! Pusing banget nih kepala, ya Tuhan! Apa yang terjadi padaku!" seketika Nayla jatuh pingsan, Rio dan teman-temannya hanya bisa melihat Nayla terjatuh tanpa menolongnya. Sementara itu Rita terlihat panik saat melihat Nayla yang jatuh pingsan.

__ADS_1


Rita berlari menghampiri Nayla, Ia pun segera meminta pertolongan untuk menolong sahabat nya itu.


"Astaga, Nayla! Kamu kenapa, Nay? Nayla! Ayo bangun!" Rita menepuk-nepuk pipi Nayla, namun Nayla tak kunjung membuka matanya.


"Tolooonggg! Nay ayo bangun, Nay! Tolooonggg! Eh kalian! Tolongin kenapa? Nayla pingsan nih, jahat banget sih kalian lihatin doang!" seru Rita kepada gerombolan Rio dan teman-temannya.


"Cuihh najis! Ngapain nolongin cewek murahan kayak dia, mending pulang." jawab Rio sinis. Rio dan teman-temannya terlihat pergi meninggalkan Rita dan Nayla, Rita terus meminta tolong kepada teman-temannya yang lewat, tapi nihil. Semua teman-teman Nayla tidak ada yang mau menolongnya, semuanya seolah cuek dan tidak perduli dengan apa yang terjadi kepada Nayla.


"Ya ampun! Kalian ini kenapa sih! Nggak ada empatinya sama teman!" Rita terlihat emosi melihat sikap teman-temannya yang tidak perduli dengan keadaan Nayla.


Rita tak habis pikir, ternyata Rio berhasil membuat seluruh warga sekolah menjadi benci kepada Nayla, Ia kasihan melihat keadaan sang sahabat, dalam keadaan seperti ini saja, Nayla tidak ada yang menolongnya.


"Ya ampun, Nayla! Aku nggak habis pikir sama mereka, andai saja mereka tahu jika kalian bukanlah saudara, pasti mereka akan menyesal telah mengatakan hal buruk tentang kamu, kasihan banget kamu, Nay! Ya Tuhan bagaimana Aku membawa Nayla pergi dari sini," Rita terus berusaha untuk menolong Nayla, dan tiba-tiba saja Gerald datang sambil berlari menuju ke tempat Nayla pingsan. Seperti biasa Gerald yang saat itu sedang menjemput istrinya pulang, Ia belum juga melihat Nayla keluar. Gerald memutuskan untuk turun dari mobil dan melihat ke dalam sekolah, seketika Gerald sangat terkejut saat melihat Nayla yang sedang pingsan di tengah lapangan, Ia pun segera berlari menghampiri istrinya.


"Nayla! Kamu kenapa, Sayang? Nayla bangun!"

__ADS_1


Tentu saja kehadiran Gerald membuat Rita senang, akhirnya Nayla segera bisa mendapatkan pertolongan dari suaminya sendiri.


"Kenapa dengannya?" tanya Gerald kepada Rita sambil beranjak membawa tubuh Nayla.


"Saya nggak tahu, Mas! Tiba-tiba saja Nayla pingsan saat Ia sedang menuju ke ruangan kepala sekolah." ujar Rita.


"Apa? ke ruangan kepala sekolah?"


"Iya, Mas Ge!"


Gerald menggelengkan kepalanya, entah ada urusan apa kepala sekolah sampai memanggil Nayla, tanpa lama-lama Gerald pun membawa istrinya ke dalam mobil, dan Ia akan membawa Nayla ke dokter. Rita pun diajak Gerald sekalian untuk membawa Nayla ke rumah sakit.


Di dalam mobil, Gerald menanyakan tentang kenapa sang istri harus di panggil kepala sekolah, dan tentu saja Rita menceritakan semuanya kepada Gerald tentang video dirinya dan Nayla yang sedang berciuman di dalam mobil tadi pagi, dan semua itu adalah ulah Rio yang usil menyebarkannya video itu kepada semua orang agar Nayla bisa dikeluarkan dari sekolah.


"Astaga! Anaknya Arthur sudah membuat kekacauan di sekolah, Aku nggak bisa tinggal diam, semuanya harus diluruskan." ucap Gerald geram dengan sikap Rio yang sudah memfitnah dirinya dan Nayla.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2