
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Al sembari menatap Sharen penuh makna.
"Tidak ada." jawabnya singkat.
"Itu artinya kamu setuju jika kamu menikah dengan ku?" kembali Al menanyakan hal itu lagi. Sejenak Sharen berpikir, Ia harus secepatnya untuk segera mengambil keputusan, sekilas dirinya melihat senyum saudari kandungnya, betapa Shanum sangat mengharapkan untuk bersama Al. Apa jadinya jika dirinya mengiyakan, Ia pasti akan sangat melukai hati sang Adik. Karena Sharen sangat menyayangi Shanum.
Dengan berat hati, Sharen pun harus belajar ikhlas menerima kenyataan, Ia pun memutuskan untuk melepaskan Al, dan menolak permintaan putera Gerald itu.
"A-aku minta maaf Al, sepertinya kita tidak bisa bersama, dari dulu kita tidak pernah akur, kita tidak pernah sejalan, apa jadinya jika kita nanti hidup bersama dengan bertengkar terus setiap hari, Aku masih sangat kesal sama kamu, dan aku masih marah dengan sikap mu yang dulu. Jadi, Aku menolak permintaan mu, menikahlah dengan Shanum, adikku sangat menyukai mu, dari dulu dia tidak pernah membenci mu, jadi kamu lebih cocok bersama Adikku. Ya pilihlah Shanum! Aku yang akan mengalah." mendengar jawaban dari Sharen, Al langsung melepaskan tangannya dari pinggang Sharen, sepertinya Al tidak terima jika Sharen memaksa dirinya untuk memilih Shanum, karena sejatinya Al lebih memilih Sharen.
Sharen menatap punggung Al yang pergi menjauhinya, sejatinya Al tidak rela jika harus memilih Shanum, karena hatinya terlanjur memilih Sharen.
"Kenapa kamu lakukan ini padaku, Sharen? Aku tidak bisa melupakan mu begitu saja, ini tidak bisa, Aku tidak bisa menikah dengan Shanum, rumput mu itu sangat menggoda ku, dan aku tidak bisa menghapusnya dari memori internal ku." batin Al yang tetap keukeuh untuk mendapatkan Sharen, tapi keinginannya terhalang oleh keputusan Sharen sendiri.
*
*
__ADS_1
*
Akhirnya puncak acara pun segera dimulai, malam itu juga Gerald mengumumkan kepada semua orang jika dirinya akan berbesan dengan Saudari angkat Nayla, yaitu Moza. Gerald akan menyuruh putranya untuk memilih salah satu diantara putri kembar identik Moza, Sharen di kakak, atau Shanum di adik. Keduanya memiliki kemiripan 99% dan Al begitu mudah mengenali siapa Kakak dan siapa Adik hanya dengan menatap bola mata mereka.
Kini Sharen dan Shanum berdiri bersama, kedua gadis itu menunjukkan ekspresi wajah yang berbeda, Shanum yang kelihatan tersenyum manis dan Sharen yang juga tersenyum, tapi senyumnya terlihat begitu hambar.
"Al, sekarang kamu tentukan! Siapa yang akan menjadi pendamping hidupmu, Papa berharap kamu bisa berpikir matang sebelum kamu memutuskan siapa yang akan kamu pilih, Papa tidak akan memaksamu, Sharen atau Shanum pasti salah satunya ada yang kamu sukai, Papa yakin itu." ucap Gerald kepada putranya.
Al mulai menghampiri kedua gadis itu, tentu saja Sharen begitu gugup saat melihat Al mulai mendekati mereka berdua.
"Ya ampun! Kok Aku gemetaran gini sih, semoga saja kamu memenuhi permintaan ku, Al! Aku sangat menyayangi Adikku, Aku rela melepaskan mu demi Adikku, pilih dia! Pilih dia!" batin Sharen sembari menatap bola mata Al yang tertuju kepadanya.
"Baiklah! Karena pernikahan ini bertujuan untuk mempererat hubungan keluarga kita, maka Aku memutuskan untuk memilih ...." Al tidak bisa melanjutkan kata-katanya, Ia terasa sangat berat untuk mengatakannya.
"Memilih siapa, Mas? Cepat katakan?" desak Shanum yang tak sabar ingin mendengar keputusan Al. Sementara Sharen terlihat gugup dan penasaran apa yang akan Al katakan.
Al memandang wajah Sharen, tapi bibirnya berucap, "Aku memilih ... Shanum!"
__ADS_1
Seketika Sharen memejamkan matanya dan lega, akhirnya Al menuruti permintaannya, meskipun dalam relung hati yang terdalam, Sharen sangat bersedih.
"Aaaa ya ampun! Makasih Mas Al, Aku sangat bahagia, terima kasih!" Shanum seketika memeluk Al penuh bahagia. Sementara Sharen hanya bisa tersenyum dan mengucapkan selamat untuk keduanya.
"Selamat ya! Aku ikut bahagia!" ucapnya kepada Al dan juga Shanum.
"Terima kasih, Kakak! Akhirnya aku bisa menikah dengan Mas Al." Shanum pun sangat bahagia, sejatinya ia tidak tahu jika sang kakak dan Al tengah mendalami pertentangan batin. Shanum memeluk Sharen, disaat yang bersamaan, Al seolah berkata kepada Sharen, "Aku tahu kamu tidak bahagia dengan keputusan ku, tapi Aku sangat yakin sekali, jika kita pasti akan bersatu, Sharen. Kita pasti akan menikah."
...BERSAMBUNG...
*
*
*
...Sambil menunggu author update bab berikutnya, mampir dulu ke karya punya kak Tie Tik yang berjudul SOSIALITA. Yuk kepoin 🏃🏃🏃...
__ADS_1
...Hidup bahagia dengan bergelimang harta adalah mimpi semua wanita. Berfoya-foya dengan geng sosialita adalah kegiatan rutin yang harus dilaksanakan oleh keempat wanita yang usianya tidak muda lagi. Mereka tak lain adalah Astrid, Soraya, Dena dan Rahma. Lalu apakah hidup hanya dipakai untuk bersenang-senang? Lantas bagaimana dengan permasalahan masing-masing? Apakah hidup hanya untuk sekadar bersenang-senang, kemewahan dan gemerlap malam?...