Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 106 HTA


__ADS_3

"A-aku tidak melakukan apapun padamu, Nona! Aku hanya membantumu, percayalah!" Al terus berusaha meyakinkan Sharen untuk percaya, tapi rupanya Sharen terlanjur menangis, Ia merasa Al sudah melakukan hal itu kepadanya.


"Kamu bohong! pasti kamu sudah melakukannya. Buktinya, kenapa kamu peluk-peluk Aku, terus ini kenapa Aku nggak pakai apa-apa? Mana bajuku. Kamu pasti melakukan hal yang tak senonoh padaku, dasar laki-laki brengsek!" umpat Sharen yang terlihat menangis sesenggukan.


"Aku bicara jujur, kalau nggak percaya ya sudah! Coba rasakan sendiri ada yang berubah tidak? Aku memang melepaskan semua pakaianmu, karena kamu menggigil kedinginan, daripada kamu terus seperti itu dan semakin menggigil, ya ... terpaksa aku menghangatkan tubuhmu, setidaknya itu pertolongan pertama agar kamu tidak hipotermia." jelas Al.


Sejenak Sharen pun merasakan dirinya tidak ada yang berubah, tidak ada rasa sakit atau apa di sekitar area sensitifnya, bahkan cenderung kering dan tidak becek layaknya setelah dipakai.


"Apa benar dia tidak melakukannya? Tapi, emang nggak ada rasa apa-apa sih? Nggak sakit dan perih, kata teman-teman Kalau habis gituan rasanya tuh perih.Tapi, punyaku nggak merasakan apapun. Mungkin pria ini berkata benar, meskipun dia tidak melakukan apa-apa tapi pasti dia udah menyenggol dikit, bagaimana pun juga dia tadi memelukku. Ah sialan nih orang, pasti dia sudah mengambil kesempatan dalam kesempitan." batin Sharen sembari meraba-raba tubuhnya.


"Bagaimana? Apa kamu percaya jika Aku tidak melakukan apa-apa?" seru Al sembari memakai handuk yang Ia lilitkan pada pinggangnya. Ia pun hendak pergi ke kamar mandi. Namun sebelum dia pergi ke kamar mandi, Sharen tampak berkata sesuatu, "Hmm oke! Kamu memang tidak melakukan hal itu, tapi kamu pasti sudah menyentuh bagian tubuh ku yang lain, bukan? Ngaku nggak?"

__ADS_1


Mendengar ucapan dari Sharen, Al cuma tersenyum lebar dan berkata, "Kalau itu tidak bisa dipungkiri, namanya juga rejeki, senggol dikit itu lumrah, Aku pun tidak berniat untuk menyentuhnya, ya anggap aja rejeki yang tidak boleh ditolak, lagipula biasa-biasa saja, nggak terlalu gede juga." setelah mengatakan hal itu Al pun segera masuk ke dalam kamar mandi dengan tersenyum smirk.


"Huuu brengsek! Berani sekali dia menyentuh tubuh ku, lebih baik Aku pergi saja dari sini, kalau Aku di sini terus bisa-bisa pria itu melakukan hal itu beneran."


Saat Al berada di dalam kamar mandi, Sharen pun bergegas menganiaya kembali pakaiannya, karena badai sudah reda, Ia pun memutuskan untuk pergi dari kamar penginapan itu.


Sebelum pergi sejenak Sharen memperhatikan pakaian Al, seolah dirinya tidak asing dengan barang-barang milik Al, entahlah kenapa tiba-tiba dirinya bisa seperti itu.


Akhirnya Sharen keluar dari kamar penginapan itu, Ia pun menaiki sebuah taksi dan pulang ke rumah. Sementara itu Al yang sudah selesai mandi, Ia pun keluar dari kamar mandi dan Ia sangat terkejut saat melihat kamar yang kosong tidak ada siapapun. Ia melihat Sharen yang tidak ada di kamar, dan juga seluruh pakaian Sharen juga tidak ada.


"Kemana dia? Apa dia sudah pergi?" Al melihat ke arah jendela, dan tak sengaja dirinya melihat Sharen yang masuk ke dalam taksi. Sekilas bibir Al tersenyum.

__ADS_1


"Siapa kamu, Nona? Oh ya ampun kenapa Aku tidak menanyakan siapa namanya? Bodoh sekali! Tapi setidaknya Aku sudah mengenalnya meskipun tanpa tahu namanya. Siapapun dia, Aku pasti akan menemukannya kembali." Al begitu yakin jika suatu hari nanti, Ia pasti akan bertemu dengan Sharen lagi.


*


*


*


...BERSAMBUNG...


Yuhuu mampir dulu yuk ke karya punya kak Zaenab Usman yang berjudul Pernikahan Salsa, yuk capcuss 🏃🏃🏃

__ADS_1



__ADS_2