Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 12 HTA


__ADS_3

Setelah sampai di depan gerbang sekolah, Nayla segera turun dari mobil, biasanya Ia mencium pipi dan tangan sang Kakak, kini Nayla turun begitu saja tanpa memperhatikan Gerald yang sedari tadi memperhatikannya.


Gerald tidak memaksa Nayla untuk mencium tangan nya lagi, Ia tahu jika Nayla masih marah padanya, sebelum Nayla benar-benar turun dari mobil, Gerald tampak mengatakan sesuatu kepada Adiknya, "Ingat Nay! Jika kamu masih berhubungan dengan Rio, kamu tahu hukuman apa yang akan Aku berikan kepadamu, sebaiknya kamu jauhi dia, atau kamu akan terus mendapatkan hukuman seperti semalam, paham!" seketika Nayla menggelengkan kepalanya, astaga kenapa sang kakak berubah menjadi seperti ini, iblis apa yang sudah merasuki Gerald sehingga Ia tega sekali melakukan itu padanya.


Setelah Nayla mendengar penuturan dari Gerald, Ia pun segera turun dari mobil, dengan cepat Ia segera meninggalkan mobil sang Kakak, yang tentunya dirinya sudah sangat tak nyaman berlama-lama dengan Gerald.


Nayla terlihat berlari masuk ke dalam halaman sekolah tanpa menoleh ke arah Gerald sedikit pun, setelah Gerald merasa sang Adik baik-baik saja, Ia pun segera melajukan mobilnya ke kantor.


Sementara itu di dalam kelas, Nay disambut oleh kedua temannya, Rita dan Neli. Kedua cewek itu melihat ada yang berbeda dari Nayla, teman sekelasnya itu terlihat sedikit pucat dan sedikit murung, biasanya Nayla selalu ceria, tapi entah kenapa pagi ini gadis itu terlihat lebih pendiam.


"Nayla! Kamu sakit?" tanya Rita sembari menatap wajah Nayla.


"Enggak kok Aku nggak apa-apa," jawab Nayla sembari meletakkan tasnya di atas meja.


"Kamu kelihatan pucat, tapi badannya nggak panas kok, aneh! Kamu tuh kayak orang yang kehilangan keperawanan saja." celetuk Neli sembari tertawa kecil. Nayla pun terlihat salah tingkah, Neli memang benar Nayla memang sudah kehilangan keperawanan nya, gadis itu tersenyum paksa mendengar ucapan kedua temannya.


"Kalian ada-ada saja!" jawab Nayla.


"Iya iya kita percaya kok kamu masih virgin, secara nggak mungkin ada cowok yang berani deketin kamu, sebelum mereka deketin kamu, mereka harus berhadapan dulu dengan Mas Gerald, iya nggak Nay? Mas Gerald tuh sayang banget sama kamu loh Nay, duh benar-benar Kakak yang melindungi Adik ceweknya, coba Aku punya Kakak kayak Mas Gerald, pasti seneng Aku tuh, apalagi jadi pacarnya, secara ya! Adiknya saja disayang banget apalagi pacarnya." seru Rita.


"Andai saja kalian tahu, seperti apa Abangku, dia sudah membuat masa depan Adiknya sendiri hancur, Aku nggak tahu lagi musti gimana." batin Nayla.


Tak berselang lama Rio datang ke dalam kelas, Ia terlihat cuek saat melewati Nayla, seketika Nayla memperhatikan sikap cuek Rio padanya. Ia pun beranjak pergi dan menghampiri Rio yang sedang duduk di bangkunya.


"Rio! Kamu kok gitu sih sama Aku!" tanya Nayla kepada Rio yang kini sudah berbeda sikap.

__ADS_1


"Aku tidak perlu mendengarkan pembohong seperti kamu, Aku kecewa sama kamu, Nay!" Rio berkata sembari menatap tajam ke arah Nayla.


"Apa maksudmu?"


"Kamu tidak ngerti juga salahmu itu apa? Bukankah semalam kita sudah janjian, tapi kenapa kamu nggak datang juga, kamu sudah membohongi ku, Nay! Kamu tahu Aku sudah menunggu mu di sana terlalu lama, tapi kamu katanya sudah berada di sana, tapi apa? Ternyata Aku tidak melihat mu sama sekali, kamu benar-benar sudah menipuku!" Rio berkata seolah-olah dirinya telah dibohongi oleh Nayla, padahal sebenarnya dia lah yang menyuruh orang untuk menculik Nayla, tapi beruntung Gerald menyelamatkan nya..


"Bukan seperti itu maksud ku, Rio! Semalam Aku datang beneran kok, tanya aja sama Rita dan Neli, mereka yang nganterin Aku di sana, saat Aku menunggu kedatangan mu, ada dua orang yang mencoba menculikku, untung saja ada Abang yang nolongin Aku, jadi Aku semalam dibawa pulang dan kita nggak jadi ketemuan, Aku minta maaf!" mendengar penuturan dari Nayla, Rio sudah tidak perduli lagi dengan Nayla, seolah-olah dirinya di pihak yang paling bersalah, karena merasa di bohongi oleh Nayla.


"Rio kamu mau maafin Aku, kan?" seketika itu Rio mulai berpikiran licik, Ia akan manfaat kan sikap rasa bersalah Nayla.


"Oke! Aku akan Maafin kamu, tapi nanti sepulang sekolah kamu harus ikut dengan ku, dan kamu tidak bisa menolaknya!" karena Nayla masih teramat sangat mencintai Rio, Ia pun menyetujui permintaan sang pacar agar Rio mau memaafkannya.


"Baiklah!"


"Kali ini Aku harus berhasil, Nayla harus menjadi milikku saat ini justru juga, sebelum Abang nya datang melindungi nya, hmm memanfaatkan cinta dari gadis-gadis bodoh itu, Nayla akan menjadi yang ke sepuluh dari cewek-cewek yang sudah Aku tiduri, dan pastinya Nayla pasti masih virgin, hmm Aku sudah tidak sabar lagi." batin Rio dengan senyum jahatnya.


*


*


*


*


Jam istirahat berlangsung, seperti biasa Nayla pergi ke kantin untuk mengisi perut nya bersama Rita, kali ini Neli tidak ikut bareng karena Neli sebagai anggota OSIS, Ia sedang ada rapat anggota, sehingga tinggal Nayla dan Rita saja yang datang ke kantin. Mereka berdua tampak duduk di meja yang sama, Rita memesan semangkuk bakso, sedangkan Nayla hanya memesan minuman saja, hari ini Nayla masih belum mood untuk makan sesuatu, karena ulah sang Abang yang membuatnya terngiang-ngiang akan kejadian semalam, bayangan saat Gerald membuat Nayla tidak berdaya, Nayla memang membenci perbuatan sang Kakak, tapi tak bisa dipungkiri jika semalam Nayla begitu menikmati permainan sang Abang, antara malu dan emosi.

__ADS_1


"Nay! Kamu nggak makan?" tanya Rita kepada Nayla yang terlihat melamun.


"Oh ... Aku ... Aku sudah kenyang." balas Nayla berbohong.


"Kamu mikirin apa sih, Nay?"


"Nggak apa-apa kok, Aku cuma mau ke kamar mandi, sebentar ya!" pamit Nayla sembari beranjak berdiri dengan sedikit menahan rasa sakit yang masih terasa pada area sensitifnya, karena baru kali pertama Nayla melakukan hubungan terlarang itu dengan Sang Kakak. Rita pun menganggukkan kepalanya. Setelah itu Nayla mulai berjalan menuju ke kamar mandi, Ia masuk ke dalam kamar mandi cewek, di sana Ia membasuh mukanya dengan air, entah kenapa bayangan sang Kakak mulai mengikuti nya, ini aneh tapi nyata. Maka dari itu Nayla ingin menghilangkan bayangan percintaan nya bersama Gerald. Bagaimana Gerald mencumbuinya dan menyentuh area terlarang tubuhnya.


"Ya Tuhan! Kenapa Aku tidak bisa melupakannya." batin Nayla.


Di saat Nayla hendak keluar dari kamar mandi, sejenak dirinya mendengar suara rintihan dari kamar mandi sebelah, seperti suara desaahan cewek.


Seketika Nayla mencoba menempelkan telinganya pada dinding kamar mandi, berusaha meyakinkan jika itu adalah desaahan suara orang.


"Ah ....!"


Setelah beberapa saat, Nayla yakin jika itu adalah suara dari kamar mandi sebelah, dan Nayla yakin jika suara itu memang suara desaahan seseorang, Ia yakin jika itu suara desaahan karena suara itu seperti suara desaahan nya saat semalam dengan Sang Kakak.


"Astaga! Siapa yang sudah berbuat mesum di sini?" Nayla mencoba mencari tahu siapa yang sebenarnya ada di dalam kamar mandi, Nayla mencoba naik ke closet dan mencoba mengintip dari atas siapa yang sebenarnya tengah berbuat mesum di kamar mandi sekolah.


Perlahan Nayla menaikkan kepalanya, sedikit demi sedikit kepala dua orang yang tengah berbuat mesum itu mulai terlihat, dan setelah Nayla melihat setengah badan siapa yang telah bercinta di dalam kamar mandi itu, seketika Nayla menutup mulutnya dan tak percaya jika yang sedang melakukan perbuatan mesum itu tak lain adalah sang pacar dan juga teman baiknya.


"Gila!!!? Rio dan Neli ... ini tidak mungkin."


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2