
Sesampainya di rumah sakit, Gerald segera membawa istrinya untuk menemui dokter, setelah cukup lama Ia menunggu Nayla yang sedang diperiksa oleh dokter, akhirnya dokter mengabarkan kepada pria tampan itu jika Nayla sedang mengandung.
Tentu saja Gerald sangat bahagia mendengar Nayla mengandung buah cinta mereka, Rita pun ikut bahagia melihat pasangan itu akan memiliki seorang anak.
"Selamat ya, Mas Gerald! Saya ikut senang akhirnya Nayla hamil juga!"
"Terima kasih banyak, Rita! Aku tidak menyangka Nayla akhirnya mengandung anak kami, terima kasih Tuhan! Ini adalah kebahagiaan paling terindah bagi kami berdua." ungkap Gerald yang begitu bahagia mendengar jika Nayla akan melahirkan anak mereka.
Sementara itu sang Dokter terlihat bingung, bagaimana pun juga pasien yang sedang Ia tangani adalah seorang siswi SMA, bagaimana bisa Gerald sang Abang terlihat bahagia mendengar sang Adik yang sedang mengandung.
"Ma-maaf sebelumnya, Saya cuma bertanya apakah adik ini sudah mempunyai seorang suami?" tanya sang dokter memberanikan diri. Gerald tersenyum dan berkata dengan bangga. "Iya dia sudah mempunyai suami, dan Saya adalah suaminya!"
__ADS_1
Seketika dokter itu tampak bingung dan mau pingsan, bagaimana bisa seorang Kakak menikah dengan Adik nya sendiri, apalagi diketahui sekarang Nayla sedang hamil. Dikhawatirkan sang bayi nanti akan mengalami berbagai kelainan jika pernikahan sedarah dilakukan.
"Apa, Pak? Jadi adik Pak Gerald ini adalah juga istri Anda? Astaga! Ini tidak mungkin ... tidak bisa, mohon maaf, Pak! Jika Saya lancang, ada baiknya Anda tidak meneruskan hubungan sedarah ini, di khawatirkan bayi yang akan lahir nanti akan mengalami cacat atau kelainan, Pak!" seru sang dokter mengingatkan. Tentu saja Gerald hanya bisa tersenyum.
"Bu Dokter tidak perlu khawatir, dia bukan Adik kandung Saya, kami hanya saudara angkat, tidak ada hubungan darah sama sekali. Jadi, dokter tidak perlu cemas.'' ungkap Gerald yang membuat Dokter itu bisa tersenyum lebar.
"Syukurlah! Saya ikut bahagia, selamat sekali lagi untuk Bapak dan istri. Mohon agar kandungannya selalu di jaga, usia kehamilan yang masih sangat muda, memiliki banyak resiko, jadi Saya harap Pak Gerald bisa menjaga kandungan istrinya baik-baik. Saya akan memberikan resep vitamin untuk Adik ini, eh maaf untuk istri Anda!" sekali lagi sang dokter salah sebut, mengingat Nayla usianya masih remaja dan masih memakai seragam sekolah, tapi siapa sangka jika dirinya sudah berstatus sebagai seorang istri.
Setelah Gerald menerima resep itu, kemudian Ia menemui Nayla yang masih terbaring lemas di atas tempat tidur, Ia sendiri juga tidak tahu kenapa tiba-tiba saja dirinya pingsan.
Tentu saja Nayla sangat bahagia melihat kedatangan sang suami yang langsung memeluknya dengan mesra, Nayla yang masih belum mengerti maksud pelukan sang suami, Ia pun bingung kenapa Gerald tiba-tiba menangis sambil memeluk dirinya.
__ADS_1
"Abang! Abang kenapa? Abang nangis?" tanya Nayla sembari mengusap lembut rambut Gerald. Kemudian Gerald menatap dalam-dalam wajah Nayla dan berkata. "Nay! Selamat untukmu!" ucapnya dengan di iringi air mata kebahagiaan.
"Selamat? Untuk apa, Bang?" balas Nayla sembari mengusap air mata yang membasahi wajah tampan suaminya.
"Selamat! Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ibu, di dalam rahim mu, ada malaikat kecil kita yang sedang tumbuh di sana, Iya ... kita akan memiliki seorang bayi yang lucu, anak kita, buah cinta kita!"
Seketika Nayla tidak bisa membendung air mata kebahagiaannya, Ia tak menyangka bisa hamil secepat itu.
"Aku hamil! Terima kasih banyak Tuhan, Engkau telah memberikan kebahagiaan yang sangat indah ini,"
Keduanya terlihat begitu bahagia dan saling memeluk, tentu saja pemandangan itu membuat Rita ikut bahagia.
__ADS_1
"Selamat untuk kalian berdua, Aku ikut senang melihat kalian berdua begitu bahagia, semoga kalian berdua bisa menghadapi tudingan dunia yang menyudutkan kalian berdua, Aku yakin cinta kalian yang akan menang, dan mereka yang tidak tahu bagaimana besarnya cinta kalian akan menyesalinya." batin Rita sembari tersenyum bahagia.
...BERSAMBUNG...