
Seketika Gerald dan Nayla terperanjat saat mendengar Hera berteriak kepada mereka berdua, Bi Jum terlihat menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ternyata selama ini dugaannya benar, Gerald dan Nayla memiliki hubungan spesial, bukan hanya sekedar Adik dan kakak. Tapi lebih dekat dengan hubungan suami-istri.
"Oma!" Gerald melihat tatapan sang Oma yang terlihat begitu geram melihat keduanya yang sedang tidur satu ranjang. Beruntung mereka berdua masih mengenakan pakaian lengkap, meskipun sebenarnya mereka telah melakukan hubungan suami istri terlebih dahulu. Tak ada rasa takut atau kekhawatiran pada Gerald, Ia pun bergeser dan turun dari ranjang tidur Nayla sembari garuk-garuk kepala dan sesekali menguap, karena dirinya masih sangat mengantuk.
Kemudian Gerald beranjak berdiri dan menghampiri Hera yang terlihat seperti ingin menelan orang mentah-mentah.
"Ada apa sih Oma pagi-pagi teriak! Gerald masih ngantuk banget nih, Oma!" ucapnya tanpa dosa.
"Masih ngantuk masih ngantuk! Apa yang sudah kalian lakukan?" Hera tampak berkacak pinggang sembari melotot kepada keduanya.
"Ya tidur lah, Oma! Masa makan, yang benar saja Oma!" jawab Gerald asal.
"Oma ngga percaya, pasti kalian sudah macam-macam, kan? Kamu juga Nayla, kenapa kamu izinkan Gerald masuk ke dalam kamar mu, kalian itu kakak beradik, apa kata orang-orang jika mereka tahu kalau Kalian tidur dalam satu kamar?" ucap Hera yang masih terlihat emosi.
__ADS_1
"Ya biarin aja lah, Oma! Aku dan Nayla ngga ngapa-ngapain kok, Aku sengaja tidur di kamar Nayla, karena semalam Gerald mimpi buruk, Oma! Jadi, Gerald takut tidur sendirian, daripada Gerald ketakutan lebih baik tidur di kamar Nayla saja, ada temennya, jadi setan mimpi ngga berani gangguin Gerald lagi." mendengar ucapan Gerald membuat Bi Jum dan Nayla tertawa kecil.
"Haaaaa ... sudah-sudah, dari dulu kamu selalu bisa ngeles aja jawabannya, mulai nanti malam Nayla akan tidur bersama Oma, jadi nanti malam Nayla pindah tidur di kamar Oma. Dan Kamu tidak akan bisa macam-macam lagi," ucap Hera.
"Iya Oma, Nay ngga apa-apa kok tidur di kamar Oma, soalnya kalau malam banyak nyamuknya Oma, Nayla ngga bisa tidur." mendengar ucapan dari istrinya, Gerald menatap wajah Nayla dengan serius, seolah dirinya tidak setuju jika Nayla tidur bersama sang Oma.
Setelah mengatakan itu Nayla menatap wajah Gerald yang seakan tidak rela jika istrinya tidur bersama sang Oma.
"Eh ... nggak bisa gitu dong! Kalau kamu bisa tidur sama Oma, berarti Aku juga boleh dong tidur bersama Oma." sahut Gerald.
"Eh eh eh ampun Oma! Ampun ampun ampun!" Hera membawa Gerald keluar dari kamar Nayla, Bi Jum dan Nayla terlihat tertawa menyaksikan Gerald yang seperti anak kecil saat diketahui berbuat nakal oleh Ibunya, mendapatkan jeweran dari sang Oma.
Bi Jum mendekati Nayla dan menanyakan tentang apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka.
__ADS_1
"Non Nayla! Maaf bukannya Bi Jum mau ikut campur, sebenarnya Non Nayla dan Tuan muda Gerald ada hubungan apa? Sepertinya kalian berdua terlihat sangat akrab? Apalagi Tuan muda Gerald sudah berani tidur di kamar Non Nayla? Bibi curiga saja jika kalian berdua ada hubungan spesial, apa benar kecurigaan Bi Jum, Non?" tanya Bi Jum sembari menatap wajah Nayla serius.
Nayla duduk di ranjang tidurnya, sejenak Ia menghela nafas panjang sebelum mengatakan hal yang sebenarnya kepada Ibu susunya itu.
Perlahan, Nayla menatap Bi Jum dan berkata, "Maafkan Nayla, Bi! Nayla dan Abang memang mempunyai hubungan istimewa, dan kami lebih dari sekedar kakak beradik."
"Bi Jum sudah menduganya, apa kalian berpacaran?" kembali Bi Jum melontarkan pertanyaan.
"Lebih dari itu, kami sudah terlanjur jauh." seketika Bi Jum membulatkan matanya, seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Nayla.
"Maksud Non Nayla? Non Nayla dan Tuan muda Gerald sudah ... sudah ... berhubungan su-suami istri?"
"Yap ... sudah!" jawab Nayla tegas, tidak ambigu dan tidak ditutup-tutupi.
__ADS_1
Seketika Bi Jum merasa sakit kepala dan dunia seolah berputar-putar tak karuan.
...BERSAMBUNG...