
Setelah beberapa bulan, akhirnya hari kelulusan bagi Nayla, hari yang sangat dinantikan oleh semua siswa-siswi kelas 12, hari itu Nayla sudah bersiap untuk pergi wisuda, tentu saja didampingi oleh suami tercinta dan keluarga mereka, seperti Nurmala dan juga Oma Hera.
Usia kandungan Nayla yang sudah menginjak 5 bulan membuatnya susah untuk menemukan kebaya yang pas di badan, dimana perut buncitnya sudah mulai kelihatan.
"Aduh, Bang! Baju Nay nggak ada yang muat, terus Nay pakai baju apa dong?" ucapnya sembari meletakkan kembali kebaya-kebaya itu di atas tempat tidur.
"Pake daster kan bisa?" celetuk Gerald sambil membaca majalah bisnis. Seketika Nayla merampas majalah yang dibaca Suaminya dan berkacak pinggang di depan Suaminya.
"Abang tega ya, lihat Nay wisuda pakai daster, ini juga gara-gara Abang, yang buat perut ini buncit siapa? Abang kan?"
"Enggak kok, Abang nggak pernah bikin perut kamu buncit, Abang cuma nanem benih aja, lagian cuma berupa air, kok bisa sampai sebesar itu." jawabnya sembari menahan tawa.
"Beneran ya, Abang minta digetok kepalanya, nih kecebong kamu udah tumbuh gede, mana setiap hari disiram lagi, makin lama makin gede, Nay udah kayak orang cacingan aja deh." gerutu Nayla sembari mengelus perutnya.
Gerald langsung merangkul pinggang istrinya dan menciumi perut buncit yang berisi jabang bayi mereka.
"Udah nggak usah marah, lagipula kamu juga mau-mau aja, katanya sakit tapi setelah Abang goyang, eh kamunya pasrah, ya udah Abang lanjutin, coba waktu kamu minta stop, pasti Abang akan berhenti." alasan Gerald yang membuat Nayla mencubit hidung suaminya.
"Hiiii ... nggak mungkin Abang bisa menghentikan nya, udah nancep sampai ke dasar, mana bisa berhenti, kalaupun Nay bilang stop, yang ada Abang malah goyang-goyang, ah sebel sama Abang!" ucap Nayla sembari menusuk-nusuk hidung suaminya.
"Hehehe ... habisnya udah terlanjur basah sih, ya udah sekalian basah, nanggung udah klop soalnya, lagipula udah susah dicabut nya, mending di nikmati aja sekalian, toh kamu juga udah mulai suka dan Ikut menikmati nya, iya kan, ngaku aja deh, bukan cuma salah Abang doang, kamu juga ikut salah, malah dibuka lebar-lebar, ya sudah Abang malah seneng!" jawab Gerald sembari tertawa kecil melihat ekspresi wajah Nayla yang terlihat memerah.
__ADS_1
"Apaan sih, Abang ah suka gitu." Nayla terlihat menutupi wajahnya karena malu.
"Eh jangan ditutup dong! Nanti Abang nggak bisa lihat wajah cantik istri Abang ini." Gerald terlihat menarik tangan Nayla dan menciumnya dengan lembut.
"Tuh kan malu-malu, ketahuan kalau kamu juga mau, gitu kok pakai nyalahin Abang sih." goda Gerald sembari memangku Istrinya.
"Enggak pokoknya semua ini salah Abang." ucap Nayla sembari mengerucutkan bibirnya.
"Istri Abang nggak boleh cemberut, nanti baby nya ikut cemberut, iya iya Abang yang salah, puas! Sekarang senyum dong! Abang punya kejutan untuk istri Abang yang paling bawel ini."
"Kejutan? Abang mau kasih kejutan apa?"
"Tutup dulu dong matanya!"
"Yang mau cippok kamu tuh siapa, lagian Abang udah puas cippokin kamu semalaman, udah nggak usah bawel, cepat tutup matanya!"
"Beneran nih ya! Awas kalau cippok beneran."
"Enggak!"
Kemudian Nayla mulai menutup kedua matanya.
__ADS_1
"Awas ya! Jangan ngintip!"
Gerald mulai mengambil sebuah kotak berwarna merah yang akan Ia berikan kepada Nayla.
"Udah! Sekarang buka matanya!" titah Gerald kepada istrinya. Perlahan Nayla membuka kedua matanya dan alangkah terkejutnya saat ia melihat sebuah kotak hadiah yang Gerald berikan padanya.
"Ini untukmu, Abang belikan khusus untuk istri Abang di hari istimewa nya ini." ucap Gerald sembari memberikan kotak hadiah itu.
"Ya ampun! Apa ini Bang?"
"Buka saja!"
Nayla kemudian membuka kotak hadiah itu, dan Ia sangat bahagia sekali saat mendapatkannya sebuah gaun kebaya modern cantik untuk dirinya.
"Waahhhh kebaya? Cantik banget, Bang! Nay suka!"
"Abang tahu, sekarang tubuh mu tidak seperti dulu lagi, dan semua itu karena kamu tengah mengandung anak Abang, jadi Abang ingin, di hari wisuda kamu, istri Abang tetap kelihatan cantik dengan kebaya yang nyaman dipakai, Abang sengaja pesan kan khusus untuk ibu hamil, jadi kamu tidak perlu takut merasa tidak nyaman saat memakainya." jelas Gerald Kep istrinya.
"Ya ampun! Abang perhatian banget sih, makasih Abang sayang! Nay makin cinta deh sama Abang!" Nayla terlihat merangkul suaminya dan mencium pipinya, bukan hanya di pipinya Nay juga mencium bibir Gerald dan memberikan cippok kan itu kepada sang suami.
"Hmm ... sekarang siapa coba yang main cippok? Abang apa kamu?"
__ADS_1
Seketika Nayla tersenyum dan memalingkan wajahnya karena Ia begitu malu.
...BERSAMBUNG...