
Hari-hari pun berlalu, kehidupan rumah tangga Moza maupun Jordan terlihat bahagia, keduanya menikmati hari-hari indah setelah mengalami berbagai rintangan, sejatinya Moza dan Jordan sedari dulu sudah saling mencintai, hanya saja dulu mereka masih sangat belia untuk mengerti arti cinta, mereka masih cinta-cinta monyet, hingga akhirnya mereka berpisah karena Moza harus ikut Ayah angkatnya pergi ke Hongkong.
Sejak kepergian Moza, Jordan masih mengharapkan gadis itu kembali, karena sebelum mereka berpisah, Moza dan Jordan pernah coba-coba melakukan hubungan yang sangat jauh, dan setelah Moza ikut Heru ke Hongkong, di sana gadis itu mulai liar karena pengaruh lingkungan sekitar dan tentu saja kurang nya perhatian dari kedua orang tuanya.
Sekarang mereka dipertemukan kembali, meskipun Moza tidaklah seperti Moza yang dulu lagi, setidaknya kesalahan besar memberikannya sebuah pelajaran hidup, sebagai wanita harus pandai menjaga diri, agar tidak terjebak dalam hubungan yang salah, Ia kini sadar bahwa apa yang dilakukannya selama ini hanya obsesi liar yang mengantarkan nya pada nasib buruk bertemu dengan Ayah kandungnya dalam situasi yang tidak mungkin mereka untuk bersatu.
Malam itu, Moza terbangun dari tidurnya. Genap tiga bulan mereka menikah, Moza sangat bersyukur memiliki suami seperti Jordan, pria itu sangat penyayang. Moza melihat tempat tidur, Ia tidak mendapati keberadaan sang suami di samping nya.
"Jordan, kemana dia?" batin Moza.
Ia pun beranjak turun dari tempat tidur dan mencari keberadaan suami nya.
"Sayang! Kamu dimana?" Moza keluar dari kamar dan memanggil nama sang suami, tapi belum juga ada jawaban dari pria itu. Ia pun mencari keberadaan Jordan sampai diluar rumah, tapi nyatanya Ia belum juga melihat batang hidung suaminya.
__ADS_1
"Kemana dia? Eh ... suara apa itu?" tiba-tiba saja Moza mendengar suara dari arah dapur, seperti ada seseorang yang sedang berada di sana. Suara piring dan sendok yang saling bersentuhan, belum lagi suara gelas yang jatuh.
Moza memberanikan diri untuk memeriksa dapur, Ia pun perlahan berjalan mengendap-endap untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dapur.
"Ya ampun! Seperti ada orang di sana, semoga saja bukan rampok, aduh suamiku dimana lagi, haaahh ... atau jangan-jangan suamiku di celakai tuh rampok? Hooo ... aku harus melakukan sesuatu, apa ya ...!" Moza terlihat panik dan mengambil sebuah balok kayu besar untuk memukul perampok itu.
"Awas saja kalau ketemu sama tuh orang, Aku pukul nanti, dikiranya Aku nggak berani apa," Moza perlahan berjalan menuju ke pintu dapur, dan Ia pun menyiapkan balok kayu itu di atas kepalanya, bersiap untuk memukul perampok saat dirinya masuk ke dalam dapur.
Ia pun mulai melangkahkan kakinya dan setelah tiba di depan pintu dapur, seketika Moza melongo melihat suaminya yang sedang duduk bersila di bawah lantai sambil makan rujak buah mangga.
Tentu saja Jordan sangat terkejut melihat kedatangan istrinya sambil membawa balok kayu besar.
"Hai Sayang! Ngapain kamu bawa kayu besar segala?" tanya Jordan sambil makan rujak itu dengan lahap. Moza pun perlahan menurunkan kayu itu dan membuangnya.
__ADS_1
"Hehehe enggak, itu tadi Aku pikir ada maling masuk dapur, Aku cari-cari kamu kok nggak ada, eh pas lewat depan Aku dengar suara orang dari arah dapur, Aku pikir ada maling, ya udah Aku ambil tuh kayu kali aja nemu malingnya, langsung aja aku getok kepalanya, eh nggak tahunya kamu!" ungkap Moza sambil ikut duduk di samping suaminya.
"Hehehe iya maaf, Aku nggak bilang dulu kalau Aku mau makan, habisnya lagi pingin aja makan rujak, Aku lihat kamu tidur nya nyenyak, ya udah Aku bikin sendiri. Coba deh! Enak loh Sayang! A ... a ... a ...!" tawar pria itu sambil menyuapi Moza rujak buah mangga.
"Hmm ... asem banget!" Moza terlihat meringis setelah memakan rujak buah mangga muda yang diberikan oleh sang suami untuknya.
Jordan tertawa melihat ekspresi wajah Moza, Ia tetap melanjutkan makan rujak itu dengan lahap. Tentu saja Moza sangat heran dengan tingkah suaminya yang nyeleneh ini.
"Sayang! Ini udah malem banget loh, kok kamu malah pingin makan mangga muda, kayak orang ngidam aja." celetuk Moza yang seketika membuat Jordan langsung menatap ke arah istrinya.
"Ngidam?" Jordan dan Moza terlihat saling menatap.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1