
"Rita, Rita! Bangun!" Nayla mencoba mengimbangi bobot tubuh Rita, dengan menahannya agar tidak terjatuh, kemudian Nayla menyandarkan tubuh Rita pada dinding kamar mandi, Ia pun menepuk-nepuk pipi Rita dengan membasahi tangannya menggunakan air.
"Plek Plek Plek ..." suara tangan Nayla yang menepuk pipi sahabatnya itu. Dan tak berselang lama Rita membuka kedua matanya. Ia pun melihat wajah Nayla yang sedang berada di hadapannya.
"Rita? Kamu nggak apa-apa, kan?" tanya Nayla serius, Rita hanya menggelengkan kepala.
"Nay? Aku nggak salah dengar, kan? Kamu ... kamu sama Mas Gerald ...!" Rita tidak kuasa melanjutkan kata-katanya, seolah-olah apa yang baru saja Ia dengar dari Nayla adalah sesuatu yang mustahil, tapi terpampang nyata di hadapan nya. Nayla menghela nafas dan mencoba berterus terang kepada Rita.
"Oke! Mungkin Aku harus berkata jujur sama kamu, Rit! Iya ... ini adalah bekas cuppang, dan semua ini yang melakukannya adalah Abangku sendiri!"
"What? Aduh Nay ... kamu nggak bercanda, kan? Dia Abang kamu, Nay! Kalian main gila? Sesama saudara loh, gila gila. Kamu yang gila apa Aku yang gila, ya?" Rita terlihat memegang kepalanya yang semakin bertambah pusing dengan kedua tangannya.
"Aku yang gila, Aku dan Bang Gerald sudah menikah diam-diam, kami adalah suami istri yang sah!" ungkap Nayla jujur.
"Nayla! ... Plis deh, Nay! Nggak usah bohong deh, Kamu. Nggak mungkin kalian menikah, impossible! Kalian tuh kakak beradik. Dimana-mana hubungan Kakak beradik itu tidak akan pernah bisa menikah. Sampai kapan pun." Rita terlihat meyakinkan Nayla, sedangkan Nayla cuma bisa tersenyum.
"Iya Aku tahu, tapi sayangnya Aku dan Bang Gerald sudah menikah."
"Dan kalian sudah melakukan malam pertama?" tanya Rita sembari menatap wajah Nayla serius. Nayla mengangguk pelan.
"Oh ya ampun Nayla! Waduh dunia kayaknya mau kiamat nih, Nayla gimana ceritanya kamu bisa menikah dengan Abang kamu sendiri?"
Nayla menatap wajah sahabat nya itu dan menceritakan semuanya kepada Rita, tentang rahasia besar yang telah Ia sembunyikan. Nayla percaya, Rita tidak akan mengkhianatinya nya, karena mereka sudah bersahabat sejak lama saat mereka masih duduk di bangku SMP, Rita terlihat serius mendengarkan pengakuan dari Nayla, sejenak Rita mengusap pundak Nayla saat Ia sudah mengetahui semuanya.
"Ya ampun Nayla! Kalau Aku jadi kamu, mungkin Aku udah nggak kuat, ternyata Mas Gerald bukan Abang kandung kamu."
"Iya ... Aku hanya anak angkat yang kebetulan mendapatkan kemewahan dari orang-orang baik seperti Papa dan Mama, dan juga Bang Gerald tentunya." ungkap Nayla sembari menundukkan wajahnya.
"Tapi Aku salut sama Mas Gerald, dia benar-benar laki-laki yang mencintaimu, Nay! Kamu beruntung mempunyai suami seperti Mas Gerald, udah ganteng, tajir, setia, baik lagi, kurang apa coba, udah gitu cinta banget sama kamu, dibandingkan sama Rio ... jauh banget, Rio nggak ada apa-apanya, eh ... terus Oma kamu nanggepin nya gimana? Secara tuh Nenek kan belum tahu kalau kalian udah menikah?" tanya Rita.
__ADS_1
"Oma Hera tidak tahu hubungan kami, hanya saja Oma akan menjodohkan Bang Gerald dengan wanita lain." jawab Nayla.
"Astaga! Nggak bisa ini nggak bisa dibiarkan, Aku berharap Oma Kalian berubah pikiran, ngga bisa gitu dong main paksa-paksa aja, di paksa kan rasanya sakit, iya nggak Nay? Hehehe." celetuk Rita sambil menggoda Nayla. Sontak Nayla menjawab, "Iya sih sakit emang, tapi lama-lama enggak sakit kok, malah enak." jawabnya sambil melihat ekspresi wajah Rita yang tampak cengar-cengir.
"Waduh! Enak, ya! Hehehe ... ooohh jadi ingat pas lihat muka mu pucat kemarin, itu pasti gara-gara Mas Gerald, kan?" ucap Rita menebak.
"Emang Aku kelihatan pucat gitu?"
"Iya Nay! Ibaratnya tuh kayak bunga yang sudah layu, nggak seger lagi, pasti malamnya habis gituan, kan?" Nayla tersenyum lebar mendengar ucapan Rita.
"Iya ... kamu benar! Sudah-sudah ayo kita keluar! Kita pasti udah ditunggu yang lainnya. Oh ya Rit! Aku mohon sama kamu jangan bilang siapa-siapa, ya? Please! Tolong rahasia kan hubungan ku dengan Abang, Aku tidak mau membuat keluarga besar Abang malu dan tercoreng, bagaimana pun juga Aku besar dari keluarga itu, apalagi sampai Oma tahu, dia pasti marah besar dan akan memisahkan kami, jadi Aku mohon sama kamu berjanji lah untuk merahasiakan nya, kamu mau janji kan, Rit?" pintu Nayla kepada teman sebangkunya itu.
"Nayla! Kamu tuh ngomong apa sih, kayak kita baru kenal aja, kita tuh udah sahabatan sejak SMP, kita selalu melewati masa-masa bersama, Aku tidak perduli kamu gini kamu gitu, kamu tetap sahabatku, rahasia mu akan tetap aman, semoga saja Oma kamu segera merestui hubungan kalian, Aku yakin Nayla! Kamu pasti bisa melewati cobaan ini, jika Mas Gerald udah ditakdirkan sama kamu, tidak akan ada yang bisa memisahkan kalian berdua, termasuk Oma Hera." ucap Rita memberikan support untuk Nayla.
"Terima kasih, Rita! Kamu adalah teman yang baik."
"Harus dong! Kita akan selamanya seperti itu."
*
*
*
Sementara di kediaman keluarga besar Adams, wanita yang disebut sebagai Oma Hera itu telah berada di dalam rumah, Bi Jum terlihat senang melihat kedatangan majikannya.
"Selamat datang, Nyonya! Saya sangat senang sekali bisa melihat Anda lagi!" sapa Bi Jum.
"Iya, Bi! Aku datang ke rumah ini untuk melakukan tugasku mengganti kan mendiang putraku, Sudarsono. Untuk menikahkan Gerald dengan seorang gadis, Aku sudah mencarikan jodoh untuk Gerald, Aku yakin Gerald pasti suka dengan gadis pilihan ku." ucap Hera sembari duduk di kursi.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya, Nyonya! Apa Tuan muda sudah mengetahui jika Nyonya akan menjodohkan nya dengan gadis pilihan Nyonya?" tanya Bi Jum
"Sudah! Dia sudah Aku beritahu, tapi ya itu, anak itu masih saja nggak ada respon, bilangnya ngga suka lah, ngga mau lah. Selalu saja ada alasan nya."
"Mungkin saja Tuan muda sudah mencintai gadis lain, Nyonya? Atau mungkin Tuan muda sudah punya pacar jadi Dia tidak suka dijodohkan dengan gadis pilihan Nyonya." balas Bi Jum yang sejatinya curiga jika Gerald berhubungan dengan Nayla.
"Pacar? Siapapun pacar Gerald, dia harus memutuskan hubungan dengannya, karena Aku sudah menyiapkan gadis yang cocok untuk Gerald, dia adalah anak dari seorang wanita yang kaya raya, Moza anak dari Nurmala, pengusaha berlian yang terkenal itu, Aku akan menikah kan Gerald dengan putri nya." ucap Hera dengan bangga nya.
*
*
*
Saat pelajaran olahraga, saat itu Nayla bermain voli bersama teman-temannya di lapangan sekolah, tanpa sengaja bola yang Nayla lemparkan terlempar jauh ke luar lapangan dan menggelinding sampai didepan seorang wanita yang sedang berjalan menuju ke ruang kepala sekolah. Nayla berusaha untuk mengejar bola tersebut dan mengambilnya. Tapi Ia dikejutkan dengan seorang wanita yang usianya sekitar 40 tahun.
Wanita itu tampak mengambil bola voli yang berhenti tepat di bawah kakinya dan memberikan nya kepada Nayla.
"Ambillah, Nak!" ucap wanita tersebut. Nayla mendekati wanita itu dan mengambil bola nya.
"Terima kasih, Bu! Maaf jika sudah merepotkan Ibu!" ucap Nayla sembari menundukkan wajahnya. Wanita itu tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, siapa namamu, Nak?" tanya wanita itu sembari menatap wajah Nayla yang seperti tak asing baginya.
"Nayla Bu! Nayla Faranisa!"
Seketika wanita itu tampak terkejut saat mendengar nama Nayla.
"Nayla ... Nayla Faranisa! Astaga ...!" wanita itu tampak berkaca-kaca melihat Nayla yang sedang berdiri di depan nya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
...siapakah wanita itu? 🤔...