
Sharen pun beranjak pergi ke kamar mandi dengan membawa handuk yang diberikan oleh Al kepadanya. Tapi, rupanya suara itu membuat Al penasaran, apa benar itu Shanum ataukah Sharen.
"Aku yakin itu suara Sharen, tapi bagaimana bisa. Itu adalah Shanum." Al pun mengurungkan niatnya untuk pergi keluar kamar. Ia ingin memastikan jika itu adalah Shanum bukan Sharen.
Al menutup pintu itu pelan-pelan, perlahan Ia pun menghampiri Sharen yang tengah berjalan menuju ke kamar mandi, setelah sampai di depan pintu kamar mandi, dengan cepat Al menghadang dan menghalangi jalan Sharen.
"Tunggu!" Al berkata sembari merentangkan kedua tangannya. Sementara Sharen terlihat gugup dan mulai panik saat Al kini mendekatinya.
"Aduuh, Al tahu nggak, ya? Dia pasti ingin membuka kerudung ku, oh ya Tuhan! Dia pasti tahu kalau ini adalah Aku." batin Sharen sembari mengatur nafasnya yang mulai tak karuan.
"Siapa ini? Shanum atau Sharen?" Al pun mulai melontarkan pertanyaan yang tidak mungkin Sharen berani menjawabnya. Bibir Sharen tampak bergetar dan tangannya teraba begitu dingin, Ia tak berani menatap wajah Al, karena bisa dipastikan Al akan segera tahu jika itu adalah dirinya. Dari tatapan bola mata Sharen, Al sudah bisa mengetahui yang ada di depannya adalah Sharen.
"Kenapa tidak menjawab? Kamu Sharen atau Shanum? katakan!" Al terus mendesak agar Sharen mengatakannya yang sebenarnya. Tapi, Sharen hanya diam dan tampak begitu gugup.
"Oke! Jika kamu tidak menjawabnya, Aku akan membuka kerudung ini."
Sharen pun semakin gugup, rahasianya sebentar lagi akan terbongkar, Ia belum siap saat memandang wajah Al yang sekarang sudah resmi menjadi suaminya.
"Aduuh gila! Sumpah deg-degan banget! Berasa mau pipis." batin Sharen sembari merremas-rremas jari jemarinya.
Karena Al semakin penasaran, Ia pun segera membuka penutup wajah Sharen dengan perlahan, kain tipis berwarna putih itu perlahan Ia angkat ke atas, hingga akhirnya wajah Sharen yang berhias makeup pengantin itu pun mulai terlihat, antara Sharen dan Shanum benar-benar mirip, Al pun sedikit kesusahan jika Sharen menggunakan makeup tebal seperti itu, sementara Sharen masih memejamkan matanya, Ia masih sangat malu untuk melihat wajah Al yang pastinya Al sangat mengenali Sharen saat mereka saling menatap.
"Buka matamu dan tatap Aku!" titah Al kepada Sharen.
"Mungkin sudah saatnya Al tahu jika Aku sebenarnya adalah Sharen, karena bagaimanapun juga aku dan dia sudah menikah, sekarang dia suamiku. Tapi, beneran deg-degan sekali."
__ADS_1
"Cepat! Buka matamu!" Al terus mendesak agar Sharen menatapnya. Perlahan-lahan, Sharen mulai membuka kedua matanya, pemandangan pertama yang Ia lihat adalah kaki Al, pria itu berdiri tepat di hadapannya, bola mata Sharen bergerak ke atas, dan Ia melihat baju Al yang hanya mengenakan kemeja putih, jas pengantin Al sudah terlepas dari tadi, dan yang membuat Sharen semakin berdebar adalah belahan dada Al yang memperlihatkan bulu-bulu halus yang tumbuh di area dada pria itu, dan seketika membuat Sharen menghela nafas panjang. Bola matanya pun kian bergerak ke atas dan akhirnya perlahan, Ia melihat wajah Al yang kini telah menjadi suaminya.
Tatapan mata itu pun sangat dikenal oleh Al, tentu saja dengan mudah Ia menyebut jika wanita yang ada didepannya adalah Sharen.
"Sharen, kamu!" ekspresi Al bukan tersenyum dan bukan pula bahagia, justru dirinya terlihat kesal saat Sharen menatapnya.
"Kenapa kamu membohongiku? Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu adalah Sharen, kamu pikir Aku suka dengan semua ini." Al berkata dengan tatapan matanya yang tajam, memperhatikan Sharen yang saat itu sedang kebingungan.
"Al! A-aku tidak bermaksud untuk membohongi mu." balas Sharen yang mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada sang suami.
"Lalu apa? Kamu pikir Aku tidak tersiksa dengan penolakan mu, dan Aku terpaksa menyetujui permintaan mu, meskipun Aku tidak pernah suka dengan Shanum. Kamu tetap memaksaku untuk menikahi nya, dan sekarang kamu tiba-tiba saja ada di sini. Maksud nya apa?"
Sharen tidak menyangka jika kejutan yang diperuntukkan untuk Al, nyatanya tidak berhasil. Sharen pun hanya menundukkan kepalanya dan berkata, "Aku minta maaf, Aku pikir kamu akan senang dengan kejutan ini, tapi ternyata dugaan ku salah." ucapnya dengan suara yang terbata-bata. Sharen pun mulai menangis, Ia tidak menyangka jika Al akan semarah itu.
Namun, dibalik kesedihan Sharen, ada senyum bahagia yang tersembunyi di balik wajah Al, pria itu menyunggingkan senyumnya saat dirinya beranjak pergi dari hadapan Sharen yang tengah bersedih.
"Kena kau Sharen! Sekarang giliran ku yang akan memberikan kejutan untukmu!" batin Al, bukannya pergi keluar dari kamar, Ia justru mengunci pintu kamar mereka. Tentu saja suara pintu terkunci itu terdengar di telinga Sharen. Dengan cepat Sharen membalikkan badannya dan melihat ke arah Al yang sedang berjalan menghampirinya.
"Al ... kamu!" Sharen sangat terkejut saat Al masih berada di dalam kamar, justru pria itu mengunci pintu kamar dan kemudian berjalan menghampiri Sharen yang terlihat sangat terkejut.
Kini Al berada di depan Sharen dan menatapnya dalam-dalam.
"Kamu pikir Aku akan pergi dari sini, Sharen?" Al berkata sembari terus berjalan mendekati Sharen, dan Sharen pun berjalan mundur, Ia tahu apa yang akan Al lakukan selanjutnya.
"Tadi katanya mau pergi, kenapa justru dikunci pintunya, kalau pergi, pergi saja, Aku akan mandi." kilah Sharen dengan suara yang gemetaran.
__ADS_1
"Mandi? Well mandilah! Aku akan menunggumu di sini, Aku tidak akan kemana-mana." ucap Al dengan senyum smirk nya.
"Ka-kalau begitu, kamu duduk aja di sana, ngapain ngikutin Aku terus." ucap Sharen sembari menyuruh Al untuk menjauhinya.
"Aku hanya ingin membuktikan apakah kau ini benar-benar Sharen asli atau bukan."
"Apa maksudmu! Tentu saja Aku Sharen asli, Sharen yang dulu katamu Aku ini gembul, pipi bakpao. Kamu sudah lupa semuanya?" celetuk Sharen yang membuat Al tersenyum.
"Tentu saja Aku tidak akan pernah lupa, semuanya yang ada pada dirimu tidak akan pernah bisa Aku lupakan. Aku hanya ingin tahu apa benar kamu pemilik rumput berbentuk love itu!" spontan Sharen menjawab dengan mudah apa yang dilontarkan oleh Al.
"Ya iyalah Aku pemiliknya, kamu mau bukti? ... eh!" seketika Sharen menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat dirinya keceplosan mengatakan hal itu kepada Al.
"Oke! Mana Aku mau lihat." goda Al yang tentunya membuat Sharen menggelengkan kepala.
"Eh nggak nggak, nggak jadi. Lupakan!" balas Sharen sembari terus menggelengkan kepalanya.
"Nggak bisa gitu dong! Bukankah sekarang Aku suamimu. Jadi, tidak ada salahnya jika Aku melihatnya, dan kamu tidak bisa menolaknya." Al berkata dengan senyum nakalnya.
"Ya ampun, kenapa sih yang kamu ingat bentuk love itu, yang lain kenapa?" protes Sharen.
"Karena dalam bentuk love itu, adalah tempat dimana kita akan menyatukan raga dan cinta kita, dan di sana juga tempat Aku dan kamu melebur menjadi satu, sedari awal Aku sudah sangat yakin jika kamu adalah milikku, Sharen!" Al berkata begitu dekat sekali dengan Sharen, sehingga akhirnya bibir mereka saling bersentuhan.
...BERSAMBUNG...
...Tahan ya! 😁 ... Yuk ah kirimkan dulu kembang setaman kalian, sebelum othor update bab berikutnya yang bikin hati kalian dag dig dug 🤭...
__ADS_1