Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 43 HTA


__ADS_3

Hari itu juga Gerald langsung pergi ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes DNA yang sudah Ia lakukan jauh-jauh hari sebelum Ia mengatakan hal yang sebenarnya kepada Nayla, dirinya memang sudah mempersiapkan nya sebelum musuh bisnis nya Arthur membuka aibnya, karena Arthur sudah mengetahui jika dirinya mencintai Adiknya sendiri.


"Gerald! Kamu mau kemana?" tanya Hera.


"Gerald mau keluar sebentar, Oma! Tidak lama kok, nanti juga Gerald pulang," jawabnya kepada sang Oma.


"Tapi kamu belum makan, Ge!" sambung sang Oma.


"Nggak apa-apa, Oma! Cuma sebentar kok." Gerald berusaha meyakinkan Hera.


Gerald pun keluar dan segera menuju ke mobilnya, sementara Nayla melihat kepergian sang suami dari arah balkon kamarnya.


"Abang mau kemana?" tanyanya dalam hati.


Gerald yang tahu jika Nayla sedang memperhatikan nya, Ia pun sejenak memberikan kode jika dirinya hanya keluar sebentar dengan menunjuk jam tangannya. Nayla pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada sang suami.


Gerald tersenyum dan memberikan ciuman jauh untuk Nayla, Nayla tertawa kecil melihat tingkah Gerald yang semakin hari semakin membuat nya tak berdaya.

__ADS_1


"Ya ampun Abang! Ada-ada saja."


Gerald pun mulai masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya ke arah jalan raya. Nayla melambaikan tangan kepada sang suami. Saat membalikkan badan Nayla dikejutkan dengan Hera yang tiba-tiba berdiri di belakang nya.


"Oma!"


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Hera sembari melihat ke arah mobil Gerald yang sudah keluar dari halaman rumah.


"Emm ... Nay! Nay cuma lihat pemandangan malam ini aja, Oma!" Nayla berusaha menutupi.


"Tidak usah bohong, Oma tahu apa yang kamu lakukan, kamu sengaja kan menggoda Abang mu? Dengar Nayla! Sampai kapan pun Oma tidak akan membiarkan kamu dan Gerald menikah, kalian itu saudara, kamu harus tahu itu, kamu dan Gerald itu saudara kandung. Jadi, sampai kapan pun kamu tidak bisa menikah dengan Abang mu, mengerti!" seru Hera yang berpikir jika Nayla belum mengetahui rahasia yang sebenarnya.


Nayla mencoba bicara baik-baik kepada Hera, Ia ingin tahu kenapa Hera bersikukuh untuk tidak menyetujui jika mereka ada hubungan.


"Oma!"


"Hmm ...!"

__ADS_1


"Kenapa sih Oma ngga pernah sayang sama Nay? Nay kan juga cucu Oma, sama dengan Abang, tapi kenapa Oma selalu menyayangi Abang sedangkan Nay juga ingin disayangi Oma, kenapa Oma? Apa mungkin Nay ini bukan cucu Oma? Apa Nay bukan anak kandung Mama dan Papa? Katakan Oma?"


Seketika Hera menatap tajam wajah Nayla, kemudian wanita itu menghela nafasnya dan berusaha untuk berterus terang kepada Nayla, sudah saatnya gadis itu tahu jika Nayla bukanlah anak kandung dari Sudarsono dan Istrinya.


"Baiklah! Karena kamu bertanya dan memaksa ingin tahu, Oma tidak akan menutupi nya, dengarkan Oma baik-baik. Iya ... kamu bukanlah cucu Oma, kamu bukanlah anak dari putra Oma, dan kamu juga bukan adik kandung Gerald." ungkap Hera.


Nayla tertunduk karena Ia sudah tahu semuanya dari Gerald.


"Kalau Nay bukan saudara kandung Abang, kenapa Oma tidak suka jika Nay dan Abang menjalin hubungan? Kenapa Oma? Bukankah tidak akan masalah jika Nay dan Abang hidup bersama, kenapa Oma ingin sekali melihat kami berpisah? Apa salah Nayla, Oma?"


"Cukup!"


Seketika Hera menutup telinganya dan menyuruh Nayla untuk diam.


"Kamu tahu kenapa Aku tidak setuju jika kamu dan cucuku menjalin hubungan? Hah ... kamu tahu kenapa? Karena kamu itu adalah seorang anak wanita penggoda, wanita malam, kamu lahir dari rahim seorang pelaacur, ngerti kamu! Sekarang kamu tahu kenapa Oma tidak setuju jika kamu berhubungan dengan Gerald cucuku, karena kamu tidak sebanding dengannya, cucuku dari keluarga terpandang dan terhormat, sedangkan kamu apa? Kamu anak dari wanita kotor!" Hera berkata sembari menunjuk wajah Nayla yang sudah berurai air mata.


"Kenapa ini semua terjadi padaku ya Tuhan!" Nayla tertunduk dan duduk di atas lantai kamar tidur nya, tubuhnya lemas seketika saat Hera mengatakan siapa sebenarnya Ibu kandung nya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2