
Akhirnya mobil mewah itu tiba di rumah sakit, petugas medis segera mengambil tindakan untuk segera membawa Nayla ke ruangan bersalin, sementara Gerald terus mengucurkan keringat karena rasa sakit itu semakin besar.
"Aduuh Oma, sakit banget Oma ...!" rengeknya sembari bergelayut pada tangan Oma Hera.
"Aduh Gerald, yang kuat dong! Masa gitu aja nggak tahan, cuma sebentar doang nanti kalau anakmu sudah lahir rasa sakit itu akan hilang." bujuk Oma Hera supaya cucunya bisa tetap tenang.
Sedangkan Nayla kini sudah berada di dalam kamar persalinan, Nayla terlihat tetap tenang didampingi oleh Nurmala, Ia hanya terlihat mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya, beda halnya dengan Gerald, pria itu pontang-panting menahan perutnya yang terasa begitu sakit. Sampai dokter pusing sebenarnya yang mau melahirkan Nayla ataukah Gerald.
"Pak Gerald! Pak Gerald tenang ya! Di tahan Pak, ini hanya sementara setelah bayi Anda lahir, semuanya akan berubah seperti semula." seru sang Kepada Gerald yang sudah bercucuran keringat.
Mereka berdua diletakkan pada ranjang yang berbeda, namun tetap dalam satu ruangan. Gerald memaksa untuk menemani istrinya melahirkan. Meskipun dirinya sendiri sangat kesakitan. Dan tak berdaya berselang lama, Nayla merasakan ingin sekali mengejan. Sang Dokter pun menyarankan Nayla untuk menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya sambil mendorong bayinya keluar.
"Aduuhhh Dokter! Kenapa rasanya seperti ini ya Tuhan, rasanya seperti ingin mati saja, kapok saya Dokter, Saya tidak akan membuat istri Saya hamil lagi, kalau tahu rasanya seperti ini, aduuuhhhhh!" rengeknya yang terdengar memenuhi ruangan. Beberapa perawat terlihat tertawa kecil mendengar keluhan Gerald.
Suara Gerald yang terus mengeluh kesakitan rupanya mengalahkan rintihan suara Nayla saat wanita itu berjuang untuk melahirkan bayi mereka.
"Dorong lagi, Bu! Tinggal sedikit lagi itu kepalanya udah kelihatan, ayo semangat Bu Nayla, dorong yang kuat." sang Dokter terus memberikan semangat untuk Nayla agar dirinya bisa kuat mengejan.
__ADS_1
Dalam hitungan ketiga, bersamaan saat Gerald berteriak kesakitan, akhirnya Nayla bisa mendorong bayinya keluar dari rahim, dokter pun langsung bertindak mengambil bayi itu dan meletakkannya pada dada Nayla.
Terdengar suara tangis bayi pertama mereka, seketika Gerald tidak merasakan sakit apa-apa lagi, dirinya menoleh ke arah sang istri yang sedang mendekap bayi mereka.
"Selamat ya bayinya tampan sekali." ucap sang dokter kepada pasangan yang sedang berbahagia itu. Gerald pun sontak segera turun dari ranjang tidur dan menghampiri bayi serta istrinya. Pria itu tak sanggup menahan rasa bahagia, Ia melihat putranya telah lahir ke dunia, bayi tampan itu sedang sibuk mencari putting susu Ibunya.
"Bang! Lihatlah, dia mirip sekali denganmu, bukan." Nayla berkata kepada suaminya saat Gerald menyentuh kepala bayi mereka.
Gerald belum sanggup berkata apa-apa, Ia masih terharu melihat bayi yang selama ini mereka nantikan kelahirannya.
"Anakku! Dia lucu sekali dan sangat menggemaskan sama seperti ku, terima kasih Sayang, besok-besok kita bikin lagi bayi yang lucu seperti ini lagi, ya! Aku selalu bersedia untuk melakukannya."
"Waahh bayinya sangat tampan dan kuat sekali, permisi Saya akan membersihkan nya dulu."
"Tentu saja suster, bayi kami pasti tampan dan kuat seperti Papanya, benarkah Sayang!" balas Gerald sembari mengusap lembut rambut sang istri.
"Benarkah? Tapi jika bapak kuat, kenapa tadi meronta kesakitan, bahkan berkata jika Bapak kapok untuk membuat anak lagi." celetuk sang suster yang membuat Nayla tertawa.
__ADS_1
"Dia bilang gitu suster?" tanya Nayla penasaran.
"Iya Bu, maaf tadi Saya tidak sengaja mendengar keluhan Pak Gerald, katanya seperti itu. Permisi saya akan memandikan bayi nya." pamit suster itu sembari membawa bayi mereka.
Gerald menatap wajah sang istri dan terlihat cengar-cengir. "Hehehe ... dia bohong sayang, mana mungkin Aku berkata seperti itu, Aku pasti akan membuat mu hamil lagi." jawabnya dengan ekspresi yang masih terlihat cemas dengan rasa sakit yang sama akan menimpa nya jika Nayla melahirkan anak mereka nantinya.
"Hmm ... dasar Abang!"
...BERSAMBUNG...
Sambil menunggu author update bab berikutnya, yuk mampir ke karya punya MOM AL yang berjudul Jerat Cinta si kembar. capcuss 🏃🏃🏃
Lahir dari rahim yang sama, hari, bulan dan tanggal yang sama. Bahkan wajah mereka pun sangat mirip.
Meskipun begitu, Amman dan Ammar memiliki watak yang jauh berbeda. Amman adalah pria pekerja keras dan penyayang, sementara Ammar adalah sosok pria yang suka menghambur-hamburkan uang tanpa menghiraukan betapa sulitnya bekerja.
Memiliki banyak kesamaan selain watak, ternyata kedua pria kembar itu juga memiliki tipe wanita yang berbeda.
__ADS_1
Keduanya juga tidak terlalu akrab, lalu bagaimana jadinya jika kekasih Amman menikah dengan Ammar dan begitupun sebaliknya?