
Setelah kejadian itu, akhirnya semua orang tahu jika Nayla dan Gerald adalah suami istri, teman-teman Nayla banyak yang meminta maaf, karena telah menuduh nya macam-macam, bagaimana pun juga mereka salah faham terhadap video Nayla yang beredar, padahal itu adalah hal yang lumrah mengingat Nayla dan Gerald adalah pasangan halal, semua itu karena perbuatan Rio yang tidak bertanggung jawab, sengaja menyebarkan video itu tanpa seizin dari Nayla maupun Gerald.
Hari itu juga Rio digelandang ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sedangkan Arthur terlihat dibawa oleh mobil rumah sakit jiwa, matanya kosong dan sudah tidak bergeming saat orang lain memanggil namanya.
Akhirnya Nayla dan Gerald bisa bernafas dengan lega, kini Nayla bisa fokus pada sekolah nya dan juga kehamilannya, sebentar lagi Ia akan menghadapi ujian akhir sekolah, dimana dalam beberapa bulan dia akan lulus sekolah menengah atas.
Setelah sidang di sekolah, Gerald pulang dan memberi tahukan kepada Moza jika Arthur sudah mengetahui semuanya, Ia pamit kepada Nayla untuk memberi kabar bahagia ini kepada keluarganya.
"Abang pulang dulu, Nay! Abang akan memberi tahukan kepada orang-orang rumah bahwa semuanya sudah selesai, tidak ada lagi rahasia pernikahan kita, dan juga kabar baik untuk Moza, dia bisa bernafas dengan lega, sehingga Ia bisa menjalani hidup baru bersama Jordan tanpa memikirkan Arthur lagi."
"Iya, Bang! Abang hati-hati."
Gerald mencium kening istrinya sebelum dirinya pergi. Dan akhirnya mobil Gerald meninggalkan sekolah.
"Cie ... yang udah sah, senengnya!" Rita terlihat menyenggol lengan Nayla dan menggodanya.
"Apaan sih, Rita!" Nayla terlihat malu-malu.
"Eh Nay! Itu beneran nggak sih bokap nya Rio kayak gitu, ya ampun! Tega banget ngelakuin itu sama anaknya sendiri." ungkap Rita yang ikut menyesalkan.
"Iya benar, Aku sendiri juga nggak nyangka, padahal Mbak Moza itu baik banget loh, semoga Mbak Moza bisa melupakan traumanya, bersyukur banget sekarang Mbak Moza mendapatkan pria yang baik dan mau nerima dia apa adanya, semoga Mbak Moza mendapatkan kebahagiaan bersama Jordan."
__ADS_1
"Iya kamu benar, Nay! Aku kalau jadi Mbak Moza mungkin Aku bunuh tuh bapakku sendiri, nggak bisa bayangin gimana sakitnya hati Mbak Moza, Ayah yang seharusnya melindungi putrinya justru menjerumuskan putri nya sendiri ke dalam kubangan lumpur hitam, kalau menurut ku hukuman laki-laki itu kurang kejam deh kalau cuma masuk rumah sakit jiwa." celoteh Rita yang ikut geram dengan kelakuan Arthur.
"Maksud kamu, Rit! Tuan brengsek itu udah dapet hukuman setimpal menurut ku, hukuman apa lagi coba?" Nayla terlihat memutar bola matanya.
"Mati!"
Seketika Nayla terperanjat saat mendengar ucapan Rita.
"Mati? Ah kejam banget kamu, masa orang di matiin."
"Nggak ada hukuman yang pantas bagi laki-laki bejat yang menodai putrinya sendiri kalau bukan mati." Rita berkata dengan sungguh-sungguh.
"Waduh! Kejam juga kamu, Rit! Tapi ya bagaimana pun juga Tuan brengsek itu memang keterlaluan banget, udah banyak wanita yang Ia mainkan, hingga akhirnya dia terjebak sendiri dalam hubungan terlarang nya dengan putrinya sendiri, hukum karma pasti ada, Aku cuma berharap Tuan brengsek bisa sadar dan insyaf, karena sejatinya manusia itu tidak ada yang sempurna." ucap Nayla.
Sementara itu di kediaman Nurmala, terlihat Jordan dan Moza yang sedang bercengkrama dengan Nurmala, membicarakan tentang rencana pernikahan mereka yang sebentar lagi akan dilaksanakan, kemudian Gerald datang. Ia disambut baik oleh Nurmala.
Gerald mencium tangan sang mertua, kemudian disambut oleh pasangan calon pengantin baru, Moza dan Jordan.
"Hai Moz, Bro! Gimana kabar kalian?"
"Ya bisa dilihat, kami berdua menunggu detik-detik pernikahan kami, ngomong-ngomong tumben kamu datang ke sini, ada apa, Nayla? Di mana dia?" jawab Moza sembari mempersilahkan Gerald duduk.
__ADS_1
"Ya dia masih sekolah lah, Aku baru saja pulang dari sekolah Nayla."
"Oh ya! Ada masalah?" tanya Jordan serius.
"Well! Sejauh ini tidak ada masalah, karena kepala sekolah dan semua dewan guru tidak akan mengeluarkan Nayla dari sekolah. Mereka semua sudah tahu dan Aku sudah memberikan bukti-bukti tentang pernikahan kami." ungkap Gerald senang.
"Syukurlah kami ikut bahagia, lalu bagaimana dengan Rio yang memberikan bukti video kalian?" lanjut Jordan.
"Ya mereka tidak bisa berkutik lah, mereka tidak bisa membuktikan apa-apa, apalagi Arthur!"
Sejenak Moza menatap Gerald saat temannya itu menyebut nama pria itu. Gerald pun sadar jika Moza tengah memperhatikannya. Akhirnya Moza pergi meninggalkan mereka yang sedang menyebutkan nama pria itu, Moza seakan tidak mau lagi mendengar nama Arthur di sebut lagi.
"Moza tunggu!" panggil Gerald sembari mengikuti gadis itu.
Moza berhenti dan berkata kepada Gerald, "Maafkan Aku, Ge! Aku tidak ikut berbincang dengan kalian,"
"Aku tahu perasaan mu, Moz! Tapi ada satu hal yang harus kamu ketahui. Sekarang Arthur sudah mendapatkan karmanya, pria itu shok saat tahu jika kamu adalah putri kandung nya, dia depresi berat dan sekarang dia berada di rumah sakit jiwa."
Mendengar penuturan dari Gerald, Moza terlihat menitikkan air matanya.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1