Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 81 HTA


__ADS_3

Hera menatap kedua cucunya dengan tersenyum, nyatanya selama ini dirinya telah sangat egois sekali, mencoba memisahkan mereka berdua, dan tiba-tiba saja Nayla mulai mengerjabkan kedua matanya, perlahan Ia melihat sang Oma yang tengah memperhatikan mereka berdua.


"Oma!" Nayla beranjak bangun, namun tangannya masih tertahan oleh genggaman tangan Gerald yang tidak mau lepas dari dirinya.


Nayla pun berusaha membangunkan suaminya agar ikut bangun juga.


"Abang, bangun!"


"Hmm ... apa sih, Nay?"


"Bangun, Bang! Oma sudah bangun."


"Biarin, masih ngantuk banget nih!"


"Aduh Abang! Udah siang nih, Oma udah bangun dari tadi!"


"Nggak mungkin Oma sudah bangun, obat tidur yang Abang kasih agak banyak, semalam enak kan, Nay!" sahut Gerald yang masih memejamkan matanya, Ia masih belum sadar betul karena kantuk yang masih begitu kuat.


Seketika Hera mendekati cucunya yang sedang ngelindur itu, rupanya sang Oma curiga jika Gerald sudah membohonginya. Gerald justru semakin kuat menggenggam tangan istrinya, sementara Nayla terlihat kikuk karena malu jika rahasia Gerald terbongkar karena ulah Gerald sendiri.

__ADS_1


"Ihh Abang ayo bangun! Ada Oma!" rupanya Gerald masih setengah sadar antara tidur dan terjaga, dirinya masih meracau tak karuan bahkan dirinya masih mengingat kenikmatan semalam bersama Nayla.


"Apa sih, Nay! Udah jangan pikirin Oma! Semalam enak banget, Nay! Abang pinginnya naik dua atau tiga kali lagi, ah tapi Abang kasihan sama kamu, nanti malam kita lanjutkan lagi ya, Nay! Biar Oma Aku kasih obat tidur lagi, terus Abang bisa hepi-hepi lagi sama kamu!"


Hera yang sedari tadi menahan sabar mendengar ocehan Gerald, mendadak Ia menjewer telinga sang cucu, tentu saja Gerald terperanjat kaget karena sang Oma menjewer telinganya tiba-tiba dengan mengomelinya.


"Gerald! Dasar kamu cucu yang bandel banget, udah dibilang nggak usah ganggu Nayla, eh malah ngasih obat tidur sama Oma! Pantesan Oma jadi ngantuk banget semalam, ternyata kamu biang keladinya, haaa!"


"A-ampun Oma! Ampuuuunnnn, sakit Oma Aduh, nanti telinga Gerald bisa putus Oma!" rengek Gerald Sambil memegangi telinga nya yang masih terus dijewer oleh Hera.


Sementara Nayla terlihat tertawa melihat tingkah suaminya yang konyol, nyatanya kini dirinya sangat bahagia berada di antara mereka.


"Aduuhhh telinga ku, sakit Oma! Ah Oma jahat banget sih, masa tega bikin cucunya sendiri menderita, tidur sendiri nggak ada yang menemani, bete Oma!" protes Gerald sembari mengusap-usap telinganya.


"Kalau saja kamu nggak macam-macam, Oma biarin kamu tidur satu kamar dengan istrimu, tapi Oma nggak yakin dan nggak percaya, udah pasti kamu ganggu terus istrimu, kasihan! Dia butuh istirahat, nggak melulu melayani kebutuhan biologis kamu, apalagi ada cicit Oma dalam rahimnya, bisa-bisa kamu keluar masuk ngintipin cicit Oma terus-terusan." balas Hera yang langsung dijawab oleh Gerald.


"Tapi Nayla suka loh, Oma! Tanya aja sendiri." Gerald berkata sembari menatap wajah istrinya yang terlihat bengong.


"Ih kok Aku sih, Bang?" Nayla protes kepada suaminya.

__ADS_1


"Ya iyalah kita berdua tepatnya, apalagi kamu tuh!"


"Apaan sih Abang nih, nggak jelas banget!" Nayla terlihat mengerucutkan bibirnya.


"Bilang aja kalo kamu juga suka, biar Oma ngga marahin Aku juga, bilang sama Oma kalo aku ini nggak pernah bikin kamu sakit, tapi justru sebaliknya, bikin kamu merem melek!"


Hera menatap wajah Nayla yang terlihat bersemu merah.


"Apa benar itu, Nay? Gerald tidak menyakitimu, kan?" tanya Hera serius. Dan Nayla hanya menundukkan wajahnya sembari menggelengkan kepalanya karena malu.


"Dan kamu suka?" pertanyaan yang membuat Nayla tidak bisa membohonginya.


"Suka, Oma! Suka banget malah, Abang nggak pernah bikin Nay kesakitan. Tapi, selalu membuat Nay keenakan ...." jawab Nayla dengan nada melemah.


Seketika Hera pingsan di atas tempat tidurnya, dan tentu saja Nayla maupun Gerald terlihat panik melihat Oma mereka tiba-tiba pingsan.


"Eh eh Oma! Kok malah pingsan sih!"


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2