Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 48 HTA


__ADS_3

Gerald langsung keluar dari kamar Nayla dan menanyakan keberadaan istrinya kepada Bi Jum.


"Bi Jum! Bi Jum tahu kemana Nayla?" tanya Gerald panik.


"Non Nayla? Bukannya ada di dalam kamar, tadi Bi Jum sempat lihat Nyonya besar masuk ke dalam kamar Non Nayla dan mereka terlihat sedang berbincang, Bi Jum hanya melihat dari luar kamar saja." jawab Bi Jum.


"Oma! Ini semua pasti gara-gara Oma!" Gerald segera menghampiri Hera yang saat itu sedang membaca majalah di ruang tengah. Gerald sedikit berlari Karena Ia begitu panik saat melihat Nayla tidak ada di kamar nya.


"Di mana Nayla, Oma?" tanya Gerald dengan serius.


"Nayla! Ya di kamar nya lah," jawabnya santai.


"Nayla tidak ada, Oma! Nayla pergi dari rumah ini."


Hera terlihat tersenyum bahagia akhirnya Nayla pergi juga dari rumah mereka.


"Apa? Nayla pergi? Ya bagus dong! Itu artinya tuh anak tahu diri, biar dia nggak mengganggu perjodohan kamu dengan Moza." seru Hera sembari menatap wajah sang cucu yang kelihatan begitu kesal.

__ADS_1


"Oma! Oma sadar ngga sih dengan apa yang Oma Katakan? Gerald benar-benar nggak nyangka Oma bisa sejahat itu, Nayla cucu Oma juga!"


"Tidak! Nayla bukanlah cucu Oma, cucu Oma cuma kamu satu-satunya, Nayla cuma anak pungut yang tidak berguna, apalagi dia dari keluarga yang sangat memalukan, kamu tahu bapaknya Nayla cuma seorang sopir angkot dan Ibunya adalah seorang pelaacur, Nayla itu anaknya pelaacur, itu sebabnya Oma tidak akan pernah menyetujui jika kamu menyukai Adikmu itu, sampai kapan pun Oma tidak rela, lebih baik kamu nurut saja sama Oma! Menikah lah dengan Moza, dia gadis yang terpelajar, cantik, kaya, Ibunya seorang pengusaha berlian, sudahlah! Lebih baik kamu menikah saja dengan gadis pilihan Oma, Ge!" seru Hera yang terus berusaha meyakinkan sang Cucu.


"Maaf Oma! Gerald tidak bisa, Gerald tidak akan pernah bisa menikah dengan siapapun kecuali dengan Nayla, Gerald mencintai Nayla dan Oma tidak akan bisa semudah itu memisahkan kami berdua, karena sesungguhnya Aku dan Nayla sudah menikah, Gerald sudah menikahi Nayla secara sirri. Dan sebentar lagi Gerald akan mengesahkan pernikahan kami."


Setelah mengatakan hal itu Gerald segera pergi untuk mencari keberadaan istrinya, tak perduli jika Hera memanggil-manggil namanya.


"Gerald! Kamu mau kemana, Gerald tunggu!" seru Hera sembari mengejar Gerald yang sudah sampai di dalam mobilnya dan bersiap untuk mencari keberadaan Nayla. Tanpa basa-basi Gerald melajukan mobilnya ke jalan raya dan langsung meninggalkan halaman rumah mewah itu. Sementara Hera terlihat tidak sanggup mengejar sang cucu yang sudah pergi.


Hera terjatuh dan memegangi dadanya yang mulai sesak dan akhirnya wanita itu pingsan. Bi Jum yang melihat Hera pingsan segera berlari menolong Hera.


"Astaga Nyonya! Bangun Nyonya! Tolong ...." Bi Jum berteriak kepada pelayan lainnya untuk menolong Hera yang sedang pingsan.


Sementara itu Gerald mencari keberadaan Nayla di rumah teman-temannya, siapa tahu Nayla berada di sana, Gerald pergi ke rumah sahabat Nayla yaitu Rita, tapi nihil, Nayla tidak ada di sana. Gerald mencarinya di sepanjang jalan, Ia seperti orang gila mencari keberadaan istrinya, Gerald tidak perduli dengan malam yang semakin larut, bahkan sampai dini hari Gerald tak jua berhenti mencari keberadaan Nayla. Ia juga sudah menelpon berkali-kali nomor Nayla. Tapi nyatanya Nayla tidak mengaktifkan ponselnya, sehingga membuat Gerald semakin bertambah pusing.


"Nayla! Kamu dimana sekarang? Pliss jangan pergi dariku, Sayang! Aku harus menemukan mu, Aku bisa gila jika seperti ini terus, Nayla kembalilah, Aku mohon!" Gerald menghentikan mobilnya dan menyandarkan kepalanya pada jok mobil, sudah berjam-jam Ia mencari keberadaan istrinya. Nyatanya tak jua membuahkan hasil.

__ADS_1


Sementara itu Nayla berada di dalam kamar di rumah mewah milik Nurmala, dia juga tidak bisa tidur, Nayla tahu jika sekarang Gerald pasti sudah mencari-cari keberadaan dirinya.


"Maafkan Nay, Bang! Nay ngga bermaksud meninggalkan Abang, Nay sayang banget sama Abang, tapi Oma ngga pernah sayang sama Nay."


Nayla memperhatikan ponselnya, Ia tahu Gerald pasti sudah menghubungi nya berkali-kali, Ia pun menghidupkan ponselnya kembali setelah beberapa jam Ia mematikan ponselnya. Dan benar saja, Gerald melakukan panggilan sampai puluhan kali.


Jam menunjukkan pukul tiga dini hari, mobil Gerald berhenti di pinggir jalan, Ia meletakkan kepalanya menunduk pada setir mobil. Dan tiba-tiba saja terdengar suara dering telepon dari ponsel nya. Sejenak Gerald tak menghiraukan panggilan telepon itu. Ia tak perduli dengan siapapun yang menelponnya, karena Ia tahu itu pasti bukan Nayla. Karena Ia sudah berkali-kali menelepon tapi nyatanya ponsel Nayla tidak bisa dihubungi.


Namun, dering ponsel Gerald cukup membuat nya berisik, Ia pun mengangkat wajahnya yang terlihat kusut dan mengambil dengan kasar ponsel yang Ia letakkan di atas dashboard mobil.


"Siapa sih ganggu saja." gerutunya sembari membuka layar ponselnya tanpa melihat siapa yang sudah melakukan panggilan terhadap nya.


"Halo! Siapa ini? Ganggu orang saja, ngga tahu orang lagi pusing, kalau nggak ada yang penting nggak usah telepon-telepon ...."


"Abang! Ini Nay, Bang!"


Seketika Gerald terlihat bahagia mendengar suara sang istri yang sangat Ia rindukan.

__ADS_1


"Nay! Kamu dimana sekarang? Kamu tahu nggak sih Abang sudah kayak orang gila cari-cari kamu!" ucap Gerald sembari berkaca-kaca.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2