Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 126 HTA


__ADS_3

Setelah cukup lama Sharen dan Al menghabiskan waktu bulan madu mereka di Paris, kini tiba saatnya mereka kembali ke tanah air, selama dua Minggu mereka berada di kota mode tersebut, dan hari ini baik Sharen maupun Al sedang dalam perjalanan menuju ke rumah. Mereka berdua dijemput oleh sopir pribadi Gerald dari bandara.


Tentu saja sebagai pasangan pengantin baru, keduanya tak lepas dari kemesraan, Sharen duduk dengan menyandarkan kepalanya pada dada bidang sang suami, sementara Al tersenyum dan sesekali mengecup kening istrinya dengan mesra. Sharen mendongak dan menatap wajah Al yang tengah memakai kacamata dengan merek Ray Ban, terlihat begitu stylish saat Al gunakan, semakin menambah pesona seorang putra Gerald dan Nayla itu.


Sharen menyentuh dagu Al dengan ujung jari, bulu-bulu tipis yang tumbuh disekitar dagu Al semakin membuat Sharen gemas, ujung jari itu perlahan turun ke leher dan akhirnya berakhir pada pangkal leher Al. Pria itu menunduk dan melihat ke arah sang istri.


Sharen tersenyum, sementara Al membuka kacamata yang ia kenakan, bola mata indah itu tengah memandangi wajah Sharen yang terlihat malu-malu, hingga akhirnya sebuah kata terucap dari bibir Al yang seketika membuat Sharen berubah ekspresi.


"Bakpao." setelah mengatakan hal itu, spontan Sharen menegakkan kepalanya dan berkata kepada Al. "Apa kamu bilang?"


Al tersenyum dan berkata lagi kepada istrinya, seolah Ia suka sekali menggoda Sharen. "Bakpao ... bakpao ... bakpao ... bakpao!" mendengar suaminya terus mengerjainya, Sharen pun tak mau kalah, Ia pun duduk membelakangi Al sembari menyilangkan kedua tangannya, seolah-olah dirinya tidak menghiraukan Al yang berada di sampingnya.


"Eh bakpao marah nih!" Al berusaha menggoda istrinya dengan mengintip wajah Sharen dari belakang. Namun, rupanya Sharen masa bodo dengan apa yang dilakukan oleh Al. Ia pun memalingkan wajahnya dan tetap cuek dengan sikap Al.


Al tentu saja tidak kehilangan akal untuk merayu Istrinya, Ia pun memeluk sang istri dari belakang, namun lagi-lagi Sharen tidak peduli dan melepaskan tangan Al dari perutnya.


"Lepasin! Dasar cungkring." balas Sharen sembari tertawa kecil.


"Yeee bales nih, si pipi bakpao bales nih, nggak terima nih!" Al terus saja menggoda istrinya sembari menggelitik pinggang Sharen, alhasil Sharen merasa geli dan dirinya menggeliat sembari meminta ampun kepada Al.


"Sayang, lepasin dong! Geli ...!"

__ADS_1


Al tidak menghiraukan rengekan istrinya, tak perduli jika mereka tidak sedang berdua, pasangan bucin itu tetap saling bercanda dan bergurau. Al terus menggelitik hingga akhirnya tangannya bergerak sampai ke atas dan merremas kedua buah pepaya kesukaannya.


"Sayang lepasin ah!" pinta Sharen saat dirinya merasa jika tangan Al mulai tak terkontrol.


"Bentar! Terlanjur pegang nih, mubadzir untuk dilepaskan." balasnya sembari berbisik pada telinga Sharen.


"Iiihh nanti ada yang lihat, apa semalam belum puas? Ini dada udah pada merah-merah semua loh." balas Sharen sembari mengingat jika area dadanya yang penuh dengan ciuman cinta dari sang suami.


Al tersenyum smirk sembari tangannya masuk ke dalam kemeja Sharen dan bermain dengan bola kesayangannya.


"Nggak akan pernah puas, semua ini membuatku sangat candu, semua yang ada pada dirimu membuat ku mabuk, apalagi saat Aku melihat bentuk love itu, sangat-sangat indah, eh ngomong-ngomong bagaimana kamu bisa membentuknya dengan love seperti itu? Apa ada tukang cukur khusus atau kamu yang melakukannya sendiri?" pertanyaan Al membuat Sharen tersenyum.


"Itu berarti kalian berdua memiliki bentuk yang berbeda?"


"Iya begitulah!"


"Ohhh begitu! Hmm saudara kembar yang unik dan menggelitik, hmm Aku mau lihat bagaimana reaksi Kris jika tahu bahwa calon istrinya memiliki bentuk yang unik. Karena Kris sendiri juga gokil anaknya." balas Al yang mengingat jika sang Adik juga hobi mencukur rambut bawah dengan alasan tidak menyukai kerimbunan.


"Oh ya! Waahh mereka pasti Cocok sekali." balas Sharen.


"Iya ... tapi ya gitu, dia nggak punya model aneh-aneh sih paling cuma diplontosin doang. Eh ngomong-ngomong kalau punya ku diplontosin gitu kamu suka, nggak?" pertanyaan Al membuat Sharen berpikir.

__ADS_1


"Emm gimana ya! diplontosin atau enggak sama aja sih menurutku!" jawabnya santai.


"Sama gimana maksudnya?" Al semakin penasaran dengan ucapan sang istri. Kemudian Sharen mendekati telinga suaminya dan membisikkan kata-kata yang membuat Al tertawa renyah.


"Sama aja, plontos atau enggak, tetap besar dan rasanya tetap nikmat." bisik Sharen dengan suaranya yang mendesaah.


Seketika Al menoleh dan tertawa, setelah itu Ia pun memeluk istrinya, keduanya tampak saling melempar senyum dengan tatapan yang malu-malu.


...BERSAMBUNG ...


*


*


*


Othor bawa bacaan yang bagus lagi nih, bagi klean yang suka tema mafia, yuk merapat ke karya punya kak Hilmiath yang berjudul MAFIA'S WOMEN


"Kau adalah milikku, sebanyak apapun wanita yang berada disekitar ku. Kau adalah satu-satunya yang tak akan aku lepas sampai kapan pun," ketegasan dalam ucapan tersebut seolah menjadi bukti bahwa gadis yang kini berada dalam sangkar emas milik laki-laki yang tak lain adalah seoarang mafia tersebut adalah gadis yang begitu ia jaga. Dia, Eric Roymond. Laki-laki yang memiliki tatapan mematikan dengan aura penguasa. "Kau hanya menjadikan ku budak mu, lalu bagaimana bisa aku bertahan dengan segala rasa sakit yang aku rasakan?" wanita tersebut menatap penuh kebencian pada laki-laki yang telah dengan sengaja menjebak pamannya tersebut. Untuk mendapatkan gadis tersebut Eric sengaja menjebak paman gadis tersebut agar menjual gadis tersebut padanya. Dia,Evelyne Gregory. Gadis lembut yang penuh dengan keceriaan. Kedua orang tersebut malah terjebak dengan takdir yang membawa mereka untuk menjadi satu. Namun akankah mereka benar menjadi satu? atau justru semesta memiliki cara untuk menjadi pemisa?


__ADS_1


__ADS_2