Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 62 HTA


__ADS_3

Moza langsung menelpon balik pria yang sudah menghubunginya itu yang tak lain adalah Jordan, teman sekaligus mantan pacarnya yang pertama.


Tentu saja Jordan sangat bahagia saat melihat Moza sedang menelepon balik dirinya, pria itu pun segera mengangkatnya dengan senang hati.


"Halo!"


"Hei ... Jordan, si kopi hitam, kan?" sapa Moza yang seketika membuat Jordan tertawa.


"Kopi hitam! Hmm ... memangnya kamu tahu aku masih seperti kopi hitam?" balas Jordan sembari dirinya duduk santai di atas kursi.


"Entahlah! Bisa saja." Moza pun ikut tertawa, Ia masih ingat betul bagaimana Jordan pacar pertamanya itu, Ia memiliki kulit yang eksotis, tapi sebenarnya dia cowok yang manis hanya saja waktu itu Jordan masih belum faham tentang permak wajah ataupun fashion, sehingga Ia terlihat seperti cowok yang sederhana.

__ADS_1


"Eh ngomong-ngomong apa kabar kamu, Moz? Udah lama kita nggak bertemu, hmm berapa tahun ya?" Jordan mengingat-ingat kapan terakhir kali mereka bertemu.


"Hampir tujuh tahun." balas Moza cepat.


"Yeah tujuh tahun, lama juga ya? Pasti sekarang kamu sudah berubah, Aku penasaran dengan wajahmu sekarang!"


"Nggak usah lihat wajah ku, nanti kamu bisa jatuh cinta lagi."


"Aku juga minta maaf sama kamu, jika dulu Aku pernah melakukan hal itu kepadamu, sungguh Moz! Aku benar-benar tidak sengaja, Aku tidak sadar waktu itu, kamu tahu sendiri kita sama-sama sedang mabuk, jadi Aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri, dan tanpa kita sadari kejadian itu terjadi begitu saja. Setelah kejadian itu Aku tidak bisa tenang sampai sekarang, Aku ingin sekali mencari mu dan bertanggung jawab, tapi kamu sudah terbang ke Hongkong, dan syukurlah sekarang Aku bisa menemukan mu lagi, Aku ingin kita bertemu."


Moza menundukkan wajahnya, Ia pun masih ingat betul kejadian tujuh tahun yang lalu, dimana saat dirinya dan Jordan sedang mabuk dalam acara pesta ulang tahun teman mereka, dimana malam itu adalah malam pertama sekaligus malam terakhir bagi mereka, karena keesokan harinya Moza sudah terbang ke Hongkong bersama Heru, Ayah angkatnya.

__ADS_1


"Hmm ... iya! Tentu saja Aku tidak akan pernah bisa melupakan malam itu, aku juga tidak tahu kenapa Aku bisa sampai melakukan hubungan itu dengan mu? Astaga! Aku ingat banget sampai Aku nangis merintih, gila sumpah sakit banget tahu nggak!" ucap Moza yang mengingat saat dirinya kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam dirinya.


"Iya! Makanya itu sampai sekarang Aku tidak bisa tenang, rasa bersalah itu setiap hari menghantui ku, Moz! Hingga akhirnya Aku mendengar kabar kepulangan mu dari Hongkong, saat itu Aku bertekad untuk menemui mu dan meminta maaf kepadamu, jika di izinkan Aku akan menikahimu,"


Seketika Moza loncat dari tempat duduknya, Ia tidak percaya bagaimana Jordan tiba-tiba datang dan ingin melamarnya.


"Wait the minute! Apa maksudmu? Kamu ingin menikahi ku, Jordan?"


"Iya! Kenapa kamu tidak mau? Bukankah Aku orang pertama yang melakukan hubungan itu dengan mu? Jujur, Aku masih sangat mencintaimu, Moza! Kamu adalah cinta pertama ku, dan setelah kejadian itu Aku merasa sangat berdosa kepada mu, Aku ingin memperbaiki kesalahanku padamu, sungguh Aku masih mencintaimu sampai saat ini!"


Moza terdiam mendengar pengakuan dari Jordan, dulu Moza juga pernah mencintai pria berkulit hitam manis itu, tapi Moza masih merasa dirinya tak pantas untuk menikah dengan Jordan, Jordan pria yang baik dan bertanggung jawab, tulus dan penyayang. Sementara dirinya, Moza merasa tidak sebanding dengan Jordan, Ia merasa kotor dan menjijikkan, Moza masih trauma untuk menjalin hubungan lagi dengan seorang pria. Karena perbuatan Arthur, Moza menjadi sukar untuk menerima pria lagi dalam hidupnya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2