Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 33 HTA


__ADS_3

Sementara di tempat lain, Nurmala menunggu kedatangan Moza yang belum pulang sedari malam, Ia terlihat begitu khawatir, ponsel Moza tidak aktif dan Nurmala susah untuk menghubungi putri sambungnya itu.


"Moza! Kamu pergi ke mana sih? Apa jangan-jangan dia masih pergi bersama pria itu, tidak-tidak Aku tidak akan biarkan itu terjadi, Aku sudah berjanji kepada Almarhum Papa nya untuk menjaga Moza dari pria itu dan menjodohkan nya dengan cucu Nyonya Hera, ya Tuhan! Maafkan aku, Mas! Aku belum bisa memenuhi permintaan mu." sesal Nurmala.


Almarhum Papa nya Moza berwasiat kepada Nurmala sebagai Ibu sambung Moza untuk menjodohkan nya dengan cucu Hera, dan kebetulan Nurmala dan Hera bertemu di sebuah pameran berlian, sehingga mereka pun semakin mantap untuk melanjutkan perjodohan ini. Nurmala belum tahu jika Hera adalah orang tua Sudarsono, yang Nurmala tahu, Hera adalah partner bisnis suami keduanya yaitu almarhum Papanya Moza, dimana Nurmala meneruskan bisnis suaminya yang sudah meninggal sebagai pengusaha berlian.


Karena Moza belum pulang juga, Nurmala pergi ke ruangan kerja almarhum suaminya, Ia bermaksud untuk mencari beberapa dokumen penting yang Ia butuhkan. Namun, secara tidak sengaja, Hera menemukan sebuah foto yang tersimpan di antara tumpukan dokumen-dokumen penting yang disimpan almarhum suaminya.


"Apa ini?" Nurmala dikejutkan dengan sebuah foto album almarhum suaminya dan Mama kandung Moza saat mereka melangsungkan pernikahan, sejenak Nurmala melihat-lihat foto kenangan masa lalu almarhum suaminya dan juga Istrinya.


"Bukankah ini istri Mas Heru? Hmm cantik!" seru Nurmala sembari memuji kecantikan Mama kandung Moza. Saat Nurmala asik melihat-lihat foto lawas Almarhum suaminya, tanpa sengaja Ia melihat satu foto yang yang memperlihatkan seorang laki-laki yang mirip sekali dengan laki-laki yang Ia lihat saat bersama Moza, iya dia adalah Arthur.

__ADS_1


"Pria ini? Bukankan dia pria yang waktu itu bersama Moza? Ternyata dulu suamiku berteman dengan nya, ta-tapi kenapa Pria itu tampak aneh tatapan nya, sepertinya Ia tidak suka melihat Mas Heru menikah dengan Mamanya Moza." Nurmala mulai curiga saat melihat ekspresi Arthur yang terlihat begitu marah.


Nurmala terus mencari informasi tentang Arthur, pria yang menjadi musuh Almarhum suaminya, ternyata dulu adalah teman baik mereka.


"Ada sesuatu yang tidak beres, tapi apa?" Nurmala juga tidak mengerti bagaimana almarhum suaminya begitu membenci Arthur. Ia pun kembali menyimpan album foto itu pada tempatnya, dan tiba-tiba saja ia menyenggol beberapa dokumen yang tersusun rapi pada etalase, sehingga membuat dokumen-dokumen itu pun jatuh berantakan, terlihat banyak sekali debu di sana, mengingat etalase tersebut tidak pernah tersentuh setelah kematian suaminya setahun yang lalu.


"Owwww ... ya ampun! Kok bisa jatuh semua sih!" Nurmala pun mencoba merapikan map-map yang berserakan itu, secara tak sengaja, Nurmala menemukan sebuah kertas yang berisi sebuah tes DNA, dengan wajah yang sangat terkejut Nurmala membaca tes DNA tersebut yang menerangkan bahwa Almarhum suaminya bukanlah Ayah dari Moza, dan itu benar-benar membuat Nurmala tidak percaya.


Sedangkan di sisi lain, hari itu Moza bersiap untuk pulang ke rumah, Ia berdiri di depan cermin sembari merapikan pakaiannya. Arthur datang menghampiri nya dari belakang dan memeluk Moza dengan mesra.


"Aku suka malam ini, sayang! Kamu tidak pernah mengecewakan Daddy!" bisiknya mesra pada telinga gadis itu. Moza tersenyum dan berkata. "Kapan Daddy akan menikahi Moza? Apa hubungan kita gantung terus kayak gini? Moza ingin menjadi istri Daddy dan sampai kapanpun ingin selalu bersama Daddy." Moza membalikkan badannya dan melingkarkan tangannya pada leher Arthur.

__ADS_1


"Kamu jangan khawatir! Secepatnya Daddy akan menikahi mu."


"Benar ya, Dadd! Kalau Daddy ngga segera nikahi Moza, maka Mama Nurmala akan menjodohkan Moza dengan pria lain, Moza ngga mau Dadd! Moza maunya sama Daddy."


Arthur tersenyum dan membelai lembut pipi Moza.


"Siapapun yang berani menikahi mu, harus berhadapan dulu dengan ku, sudahlah Aku tidak akan membiarkan mu menikah dengan pria lain, Sayang!" Arthur berkata sembari tersenyum jahat, tentu saja dirinya hanya ingin bersenang-senang dengan putri teman sekaligus musuh bisnis nya itu, yaitu Almarhum Papa Moza, yang menurutnya dia sudah merebut wanita yang paling dicintainya.


"Aku sudah bersumpah untuk menghancurkan putri Heru, karena dia sudah membuat ku sangat sakit hati, dia sudah merebut Lea dariku, hmm tapi Aku beruntung, Aku sudah mendahului Lea terlebih dahulu sebelum Heru, Aku menang banyak setidaknya rasa sakit hatiku sedikit terobati, dan sekarang putri mereka satu-satunya, Moza!" batin Arthur dengan penuh seringai.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2