
Setelah tragedi sang Oma yang dibuat pingsan oleh kedua pasangan itu, akhirnya tiba waktunya Nayla berangkat ke sekolah, hari ini Ia harus menyiapkan mental untuk menghadapi kepala sekolah dan juga dewan guru yang akan menyidang Nayla hari ini, sang suami pun telah siap untuk menemani istrinya datang ke sekolah untuk meluruskan semuanya.
"Kami pergi dulu, Oma! Doakan kami supaya bisa menyelesaikan masalah ini secepatnya!" pamit Gerald kepada Hera.
"Iya, Oma doakan semoga urusan kalian lancar dan tidak ada yang bisa memisahkan kalian, dan semoga kepala sekolah bisa memaklumi pernikahan kalian, mengingat Nayla akan segera lulus sekolah beberapa bulan ke depan,"
"Doa Oma akan menguatkan kami!" Nayla terlihat mencium tangan sang Oma sebelum mereka berangkat.
"Pergilah! Oma selalu berdoa untuk kebaikan kalian berdua." Hera berkata sembari mengusap lembut rambut Nayla.
"Jaga kandungan istrimu, Ge! Oma tidak mau terjadi sesuatu kepada cicit Oma."
"Oma tidak usah khawatir, Aku akan selalu menjaganya."
Setelah berpamitan kepada Hera, akhirnya mereka berdua pergi juga untuk bertemu dengan kepala sekolah, hari yang akan membuat semua orang terkejut.
__ADS_1
Sesampainya di sekolah, Nayla dan Gerald di sambut dengan tatapan nanar teman-teman Nayla, mereka memandang dengan jijik ke arah Nayla maupun Gerald.
"Tuh tuh! Pasangan menjijikkan udah nyampe!"
"Heran deh! Nayla kok nggak malu gitu sih! Malah kayak biasa aja!"
"Namanya juga tidak tahu malu, ya nggak heran lah!"
"Diihh kayak nggak punya dosa aja! Melenggang seolah-olah perbuatan mereka itu benar."
"Aku yakin nih, Nayla bakalan di keluarkan dari sekolah, pasti kepala sekolah sudah geram melihat video mereka yang sudah membuat citra keluarga menjadi buruk."
Bisik-bisik teman Nayla yang melihat kedatangan mereka berdua. Namun, Nayla hanya santai tak menanggapi terlalu berlebihan, karena pada dasarnya teman-temannya itu masih salah faham.
Sementara itu tentu saja Rio juga datang dengan percaya diri, seolah-olah dirinya akan berhasil mempermalukan Nayla dan Gerald hari ini, semua bukti akan Ia perlihatkan kepada kepala sekolah dan dewan guru, tak ketinggalan Arthur pun ikut datang untuk menyaksikan musuh bisnisnya itu dipermalukan.
__ADS_1
Nayla dan Gerald bertemu dengan bapak dan anak itu, Arthur terlihat begitu bahagia melihat kedatangan pasangan yang menurutnya akan mendapatkan malu hari ini.
"Wah selamat datang Gerald Adams, senang sekali bisa melihat pasangan mesum ini lagi, hari ini kamu tidak akan bisa selamat, Aku pastikan karir serta keluarga mu akan hancur, Aku sudah tidak sabar melihat wajah malu kalian!" seru Arthur dengan tersenyum smirk. Gerald yang sudah geram melihat Arthur sejak Ia tahu jika laki-laki itu adalah Ayah kandung Moza, Ia pun semakin yakin untuk membuat Arthur menyesal seumur hidupnya.
"Oh ya! Kita lihat saja nanti, siapa yang akan mendapatkan malu, pasangan Kakak beradik ini ataukah Bapak yang bejat sepertimu, yang telah menghancurkan kehidupan putri kandungnya sendiri, memalukan!" tentu saja Arthur tampak begitu terkejut saat Gerald berkata demikian.
"Apa maksudmu?"
Gerald mendekati pria paruh baya itu sembari menatap mata Arthur dengan tajam.
"Sebentar lagi bersiaplah untuk menyambut kehancuran mu sendiri, Arthur! Penyesalan mu akan membawamu dalam neraka, kebodohan mu itu sudah membawamu kepada nafsu yang telah menghancurkan kehidupan putri mu sendiri, Aku bersumpah akan membuat mu benar-benar menyesal!"
Setelah mengatakan hal itu, Gerald pun segera mengajak Nayla pergi dan segera menuju ke ruangan kepala sekolah, di mana kepala sekolah dan dewan guru sudah menunggu kedatangan mereka.
Sementara itu Arthur masih bingung dengan ucapan Gerald yang menyinggung tentang putri kandungnya.
__ADS_1
""Apa maksudnya dengan putri Kandung ku?" batin Arthur sembari berpikir apa yang sebenarnya terjadi.
...BERSAMBUNG ...