Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 41 HTA


__ADS_3

Di kamar, Nayla pun bergegas untuk mandi. Kebiasaan Nayla, Ia tidak pernah menanggalkan pakaiannya di dalam kamar mandi, Ia melepaskan seluruh penutup tubuhnya di kamar, setelah itu baru Ia masuk ke dalam kamar mandi.


Sedangkan Gerald, Ia pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk berdua dengan istrinya, Ia melihat ke arah jendela luar, ternyata Hera masih asyik ngobrol-ngobrol dengan Ibu-ibu tetangga.


"Mumpung Oma masih di luar, Aku mau ke kamar Nayla," ucapnya sembari beranjak pergi naik ke kamar Nayla, di mana istrinya itu sudah berada di dalam kamar mandi.


Dengan wajah yang sumringah, Gerald berjalan menuju ke arah kamar sang istri, tiba-tiba saja Ia berpapasan dengan Bi Jum yang saat itu sedang beres-beres ruangan atas.


"Tuan muda! Anda mau kemana?" tanyanya sembari memegang kemoceng. Gerald pun tersenyum dan memberikan kode kepada Bi Jum untuk tidak bilang pada Hera jika dirinya sedang masuk ke dalam kamar Nayla.


"Sssttt ... Bi Jum, nanti jika Oma menanyakan tentang Saya, bilang saja Saya sedang mandi di kamar, Oke!" serunya sembari membuka handle pintu kamar Nayla.


Bi Jum pun membalasnya dengan senyum dan acungan jempol, Bi Jum tahu pasangan pengantin itu tidak bisa lagi dipisahkan, mereka masa-masanya menyemaikan benih-benih cinta, Bi Jum pun bisa memakluminya.


"Jangan khawatir Tuan muda! Sama Bi Jum mah aman!" balasnya memberikan kelegaan bagi Gerald sendiri. Tanpa pikir panjang pria itu langsung masuk ke dalam kamar bidadari nya.


"I'm coming Baby!" ucapnya lirih.


Sementara di dalam kamar mandi, Nayla sudah di bawah guyuran air shower, Ia pun membersihkan seluruh tubuhnya dengan menggunakan sabun, sungguh Ia belum menyadari jika sang Suami sudah menyusup masuk ke dalam kamar tidurnya.


Gerald mengunci pintu itu dengan segera, dengan senyum penuh bangga, Ia tahu jika Nayla sedang berada di dalam kamar mandi, perlahan Gerald pun ikut menanggalkan seluruh pakaiannya tanpa terkecuali sebelum dirinya ikut mandi bersama Nayla.


Pintu kamar mandi itu pun Ia buka perlahan, sejenak Ia mendengar Nayla yang sedang bernyanyi-nyanyi kecil, kemudian Gerald berjalan perlahan mendekati istrinya yang sedang berdiri di bawah guyuran air shower yang hangat.


Sesampainya di dekat Nayla, Ia pun mulai memegang pinggang ramping itu dan menariknya ke dalam pelukan seorang Gerald, tentu saja Nayla begitu terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Gerald, Ia pun spontan membalikkan badannya dan menatap wajah sang suami yang sudah basah kuyup oleh air shower yang membasahi wajah tampannya.

__ADS_1


"Abang! Abang ngagetin Nay aja deh! Kebiasaan banget." protes Nayla, Gerald tersenyum dan berkata, "Aku memang suka membuat mu kaget, karena wajahmu semakin cantik saat kamu melihat ku secara tiba-tiba." balas Gerald sembari menatap dalam-dalam bola mata Nayla.


"Abang ke sini, apa Oma ngga nyari Abang?"


"Oma sedang sibuk sama tetangga sebelah, biarkan saja, kita bersenang-senang dulu." Gerald semakin tak sabar untuk tidak mencumbu Istrinya.


"Eh eh tunggu Bang!"


"Apa lagi sih?"


"Nanti kalau Oma nyariin Abang gimana dong! Nay lagi yang disalahin."


"Nggak bakalan Oma marah, udah Oma itu urusan ku, tugasmu hanyalah membahagiakan ku, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita berdua, Nay! Sekarang kamu sudah menjadi milikku seutuhnya, Abang tidak akan pernah meninggalkan mu, tidak akan pernah." Gerald pun menyandarkan tubuh Nayla pada dinding kamar mandi dan menguncinya agar istrinya itu tidak bisa pergi kemana-mana.


"Tapi, besok malam Oma akan mempertemukan Abang dan Mbak Moza, apa Abang akan menerima perjodohan itu?"


Nayla pun menepis tangan Gerald, Ia ingin mendengarkan lebih banyak tentang siapa Moza.


"Terus! Di sini Mbak Moza tinggal sama siapa, Bang? Bukannya Papa Mbak Moza ada di Hongkong?"


"Dia bilang tinggal sama Tantenya, dan setelah lulus SMA dia kembali lagi ke Hongkong tinggal bersama Papanya, mungkin kehidupan di sini tidak sesuai dengan gaya hidupnya, dia suka kebebasan, dia gadis yang baik sebenarnya, cuma kayaknya dia kurang mendapat perhatian dari kedua orang tuanya, dulu dia sering bilang, pingin banget jalan-jalan sama Papanya, pingin seperti teman-teman yang lainnya, kadang Abang juga kasihan sih sama dia, hmm dan sekarang Abang yakin kalau dia ketemu Abang lagi, pasti dia ngetawain Abang!" ujar Gerald terus memaksa bermain di ujung bukit kembar Nayla.


"Ih kok bisa?"


"Iya ... dulu dia sering banget bully Abang." jelasnya sembari perlahan mendekati bibir Nayla.

__ADS_1


"Hmm ... dia bilang Abang ini terlalu kerempeng, ngga enerjik, ngga strong, nggak tahan lama, ngga bisa tegak, ngga bisa ... Nay! Abang ngga tahan lagi!" bisiknya sembari menciumi pipi Nayla, sementara itu Nayla merasa ada sesuatu yang mulai masuk dan ...


"Abang ... !!!" Nayla memejamkan mata saat sensasi rasa itu mulai mendominasi inti tubuhnya.


Gerakan lambat atau slow motion mengawali awal kenikmatan itu, tak ada kata-kata lagi di antara mereka yang ada hanya hembusan nafas yang saling bersahutan.


Dalam suasana romantis itu, terdengar dari bibir Nayla yang mematahkan pendapat Moza.


"Kamu hebat, Bang! Yang dikatakan oleh Mbak Moza itu salah, salah besar! Hmmm ... Abang Pliss! Aku mau pipis ...!"


Gerald menyeringai dan Ia pun membawa Nayla terbang melayang, dalam suasana romantis itu keduanya saling memberikan kebahagiaan dan kepuasan batin, tak perduli jika sang Oma mulai beranjak masuk ke dalam rumah.


Hera melihat Bi Jum yang sedang membersihkan ruangan atas, Ia pun langsung bergegas mengecek kamar Gerald apakah sang cucu berada di dalam kamarnya. Namun, langkahnya di hentikan oleh Bi Jum.


"Nyonya mau kemana?"


"Memastikan Gerald ada di dalam kamarnya,"


"Ya ampun Nyonya! Tentu saja Tuan muda Gerald ada di dalam kamarnya, orang tadi bajunya basah gitu, pasti Tuan muda sedang mandi, biarkan saja Nyonya, masa Nyonya mau ganggu Tuan muda yang sedang mandi."


Sejenak Hera berhenti dan Ia memutuskan untuk masuk ke kamar nya.


"Hmm ya sudah, Aku mau ke kamar dulu!"


Hera pun berjalan menuju ke kamar nya, Bi Jum terlihat mengusap dadanya, "Untung saja Nyonya belum masuk ke kamar Tuan muda, kalau dia masuk dan melihat Tuan muda tidak ada di dalam, pasti dia langsung mencari nya di kamar Non Nayla, hmm Nyonya ini ngga ngerti apa jika mereka sedang kasmaran." ucap Bi Jum sembari tertawa kecil.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2