Hasrat Terlarang Abangku

Hasrat Terlarang Abangku
Bab 66 HTA


__ADS_3

Akhirnya Nayla dan Gerald pulang, keduanya terlihat saling lempar senyum, sementara Rita yang duduk di kursi belakang hanya bisa bengong melihat tingkah lucu mereka berdua.


"Ya ampun! Dari tadi senyam-senyum terus, Mas Gerald, Nayla! Pasti kalian udah nggak sabar ingin memberi tahukan kepada orang rumah tentang berita kehamilan Nayla, dan pastinya Bu Nurmala juga ikut bahagia, karena sebentar lagi akan mempunyai cucu. Dan juga Oma Hera, Aku yakin banget Oma Hera pasti juga ikut senang mendengar Nayla akan memberikan cicit untuknya."


Mendengar celotehan Rita, baik Nayla ataupun Gerald hanya bisa menghela nafas panjang.


"Iya semoga saja, doakan ya semoga Oma bisa mengerti hubungan kami dan merestui pernikahan kami," ucap Gerald sembari memegang tangan Nayla.


"Tentu saja Mas Ge! Saya pasti doakan semoga Oma Hera bisa tersentuh hatinya dan segera merestui pernikahan kalian, secara bayi yang ada dalam kandungan Nayla juga adalah darah dagingnya dan juga keturunannya, masa sih Oma Hera nggak senang dengar cucunya bakal punya baby, pasti Seneng lah! Toh dia juga bakal diberi cicit sama Kalian."


Nayla tersenyum mendengar ucapan Rita, Ia pun berharap semoga Oma Hera segera luluh hatinya dengan hadirnya bayi yang saat ini sedang dikandung oleh Nayla.


"Iya semoga saja Oma Hera bisa menerimanya, cuma satu hal yang masih membuatku takut, Aku takut saja jika kepala sekolah di sogok oleh Arthur pria brengsek itu untuk percaya dan akhirnya nama Abang akan tercemar. Tahu sendiri tadi Rio ngomong jika Ia masih menyimpan sebuah video kita lagi, Bang! Entah video apa lagi yang akan dia tunjukkan."


"Kamu tidak perlu khawatir, Nay! Abang sudah memiliki bukti yang sangat autentik dan semua itu memiliki kekuatan hukum, Arthur tidak akan bisa melawan Abang, sekuat apapun caranya untuk menghancurkan Abang, dia sendiri yang akan hancur, sebentar lagi Arthur yang akan hancur, dan semoga Moza bisa melupakan semuanya, Aku akan memberikan keadilan untuk Moza, seharusnya Arthur sudah berada di dalam penjara, kelakuan bejatnya itu tidak bisa dimaafkan!" ucap Gerald yakin, karena dirinya dibantu oleh Jordan untuk mengurus surat-surat penting tentang legalitas pernikahan mereka berdua, dan tentunya Arthur yang akan malu sendiri, jika Ia tahu bahwa Nayla dan Gerald bukanlah saudara kandung.


Setelah beberapa menit, mobil mewah Gerald berhenti di depan rumah Rita, gadis itu turun dan mengucapkan terima kasih kepada keduanya.

__ADS_1


"Terima kasih Nayla, Mas Gerald. Nggak mampir dulu!" ajak Rita dengan senang hati.


"Tidak! Terima kasih, kayaknya udah sore, Aku harus segera pulang, Mama pasti udah nungguin Aku,"


"Oh ... ya sudah kalau begitu, Aku masuk dulu, Nay! Daaaah!"


Rita terlihat masuk ke dalam rumahnya, Nayla pun tak lupa melambaikan tangannya kepada sang sahabat. Dan setelah itu Nayla dan Gerald pergi meninggalkan rumah Rita.


Di tengah perjalanan, tiba-tiba saja Gerald berhenti di depan sebuah toko yang menjual buah lemon, entah kenapa tiba-tiba saja dirinya ingin sekali membeli buah lemon.


"Abang mau membeli lemon sebentar!" balas Gerald sembari melepaskan sabuk pengaman nya.


"Tumben! Biasanya Abang nggak doyan loh sama yang asam-asam, kok sekarang pingin beli buah lemon?"


Gerald dan Nayla turun dari mobilnya, mereka berdua terlihat sedang memilih-milih buah lemon yang bagus, entahlah mungkin sekarang karena Nayla hamil, efek ngidam sang istri ternyata Gerald juga merasakannya, tiba-tiba dirinya ingin sekali makan buah lemon.


"Buah lemon nya dua kilo, Bu!" seru Gerald kepada Ibu penjual lemon itu.

__ADS_1


"Ih Abang buat apa beli banyak-banyak?" tanya Nayla penasaran.


"Ya dimakan dong, Nay! Masa dikelonin, kamu aja yang Abang kelonin!" celetuk Gerald sambil mencubit dagu istrinya.


"Ihhh ... apa sih, Abang!" Nayla terlihat mengusap-usap dagunya yang terbelah itu. Secara tidak sengaja dari kejauhan, Nayla melihat Moza yang sedang duduk dengan seorang pria di seberang jalan.


"Eh ... itu bukannya Mbak Moza ya, Bang?" seru Nayla sembari menunjuk ke arah Moza yang sedang makan siang bersama seorang pria.


"Mana?"


"Itu?"


Gerald melihat arah telunjuk Nayla, seketika Gerald mengucek matanya dan melihat siapa yang sudah duduk bersama Moza, dan perlahan Gerald pun mulai tahu jika pria itu adalah Jordan, pengacara sekaligus mantan pacar Moza.


"Lehhh ... itu si Jordan!"


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2