
"Sudah! Sekarang nggak kelihatan, nah ... gini kan beres, dasar Gerald ngga bisa kontrol dirinya sendiri," umpat Moza sembari mengoleskan foundation pada leher Nayla yang terdapat tanda merah dari Gerald.
Gerald hanya bisa tersenyum melihat dua cewek itu sedang sibuk menutupi tanda kissmark pada leher istrinya.
Setelah itu Moza berpesan kepada Nayla agar jangan sampai foundation Itu terkena air, jika terkena air maka kemungkinan foundation Itu akan luntur dan tanda merah itu bisa terlihat.
"Ingat, Nay! Jangan sampai terkena air atau keringat, soalnya foundation ini nggak terlalu waterproof, punyaku yang waterproof udah habis, jadi kamu harus sering-sering memeriksa nya, oke! Nih Aku kasih buat kamu, sekarang Aku tidak membutuhkannya lagi." ucap Moza sembari memberikan foundation Itu kepada Nayla.
"Terima kasih Mbak Moza, beneran nih Mbak Moza ngga butuh lagi?" tanya Nay meyakinkan Moza.
"Iya ... udah pake aja! Biar teman-teman dan guru tidak mencurigai kamu." ucapnya kepada Nayla, seolah Moza sudah terbiasa dengan hal seperti itu Karena dulu dia juga sering memakainya.
Sementara itu Gerald mendengar ucapan Moza dan dirinya terlihat tersenyum saat melihat wajah Moza yang sekarang sepertinya sudah bertaubat.
"Eh ... percaya sih! Kalau Moza pakai ginian, emang sekarang kamu udah tobat?" celetuk Gerald yang seketika membuat Moza tertunduk dan diam. Nayla terlihat menyikut tangan Gerald dan memberikan kode untuk tidak berkomentar tentang Moza. Tentu saja Gerald tidak mengerti maksud Nayla, setahu dirinya Moza sedari dulu memang suka berganti pacar dan Moza selalu mesra dengan setiap pacarnya, jadi nggak heran jika Gerald berkata demikian.
"Apa sih, Aku benar kan?" seru Gerald.
Seketika Moza menjawabnya dengan tersenyum, "Iya! Sekarang Aku sudah tobat, Aku sangat menyesal pernah melakukan hal seperti itu, Aku memang gadis yang liar, kamu sangat beruntung memiliki Nayla, dia gadis yang baik tidak seperti diriku, gadis kotor yang penuh dosa dan ...!"
__ADS_1
Moza tidak melanjutkan kata-katanya karena Ia merasa perutnya begitu mual dan ingin sekali muntah-muntah.
"Huek ... huek ...!" Moza segera berlari ke kamar mandi, sementara itu Nayla terlihat begitu cemas melihat keadaan Moza, Ia pun mengikuti Moza yang sedang memuntahkan isi dalam perutnya.
"Mbak Moza kenapa, Mbak? Astaga! Mbak Moza sakit?" Nayla berusaha membantu Moza dengan memijit tengkuknya.
Sementara itu Gerald terlihat menyesal telah berkata seperti itu kepada Moza, Ia pun melihat ada yang aneh dari teman sekolahnya itu, seperti ada sesuatu yang Ia tutupi.
"Moza aneh banget! apa yang sebenarnya ia pikirkan?" batin Gerald menebak, Ia tidak melihat Moza yang dulu yang terlihat sangat ceria dan ceplas-ceplos, sekarang Moza terlihat sedikit pendiam dan aura wajahnya pun sudah berbeda.
"Jika Moza sudah tidak seperti dulu lagi, kenapa dia terlihat begitu bersedih? Apa yang sedang Ia sembunyikan?" lagi-lagi Gerald bertanya-tanya dalam hatinya.
Setelah Moza mengeluarkan isi dalam perutnya, gadis itu terlihat lemas dan berkeringat, Ia sendiri juga tidak tahu kenapa tiba-tiba dirinya merasa sangat mual.
"Nggak tahu, Nay! Tiba-tiba saja perutku terasa sangat mual dan Ingin muntah!" jawabnya sembari mengusap keringat yang membasahi wajah cantiknya.
"Ya ampun, Mbak! Sebaiknya Mbak Moza istirahat saja, mungkin Mbak Moza kecapekan atau terlalu banyak fikiran."
Nayla mengajak Moza untuk keluar dari kamar mandi, sementara itu Nurmala dan Gerald datang menghampiri Moza dan Nayla.
__ADS_1
"Moza! Kamu kenapa Sayang? Kamu sakit?" tanya Nurmala sembari menyentuh kening Moza.
"Moza ngga apa-apa, Ma! Hanya saja Moza tiba-tiba merasa sangat mual dan pusing, mungkin Moza kurang tidur beberapa hari ini," jawabnya.
Seketika Gerald yang belum mengetahui permasalahan Moza, ia pun lagi-lagi bercelatuk jika apa yang dialami oleh Moza adalah tanda-tanda wanita yang sedang hamil.
"Hmm ... kalau aku lihat sih! Dari ciri-ciri yang kamu alami mirip sekali dengan wanita yang sedang hamil,"
Seketika ketiga wanita itu menatap tajam wajah Gerald yang tanpa dosa berkata jika Moza sedang hamil, tentu saja Gerald merasa ada yang aneh, kenapa ketiga wanita itu menatapnya demikian.
"Eh ... eh ... salah ya! Itu dugaan ku saja sih, ada teman yang istrinya kayak gitu persis seperti yang Moza alami, tiba-tiba mual pingin muntah, eh setelah cek ke dokter ternyata sedang hamil, Aku saja ingin segera melihat Nayla hamil secepatnya." ucap Gerald sembari cengar-cengir.
"Abang! Kalau ngomong jangan sembarangan dong!" sentil Nayla kepada Gerald yang terlihat masih bingung.
"Emang ada apaan sih! Aku kan nggak bilang Moza hamil, cuma gejalanya itu mirip wanita yang sedang hamil."
Seketika Moza berlari ke kamar nya setelah Ia tahu apa yang dikatakan oleh Gerald. Nurmala terlihat mengejar Moza. Sementara Nayla terlihat menjewer telinga Gerald yang sudah berkata itu dihadapan Moza.
"Ihhhh ... Abang kalau ngomong di filter dulu dong! Tuh Mbak Moza jadi sedih, kan!"
__ADS_1
"Awww ... emangnya kenapa sih, Nay! Abang salah apa?" ujar Gerald yang dirinya masih tidak tahu apa-apa.
...BERSAMBUNG...